Minggu
09 Agustus 2026 | 9 : 15

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

DPRD Surabaya Terima Aduan Soal Sistem Konsinyasi

pdip-jatim-syaifuddin-z-dpc-sby

SURABAYA – Ketua Komisi C DPRD Kota Surabaya Syaifuddin Zuhri mengatakan, pihaknya siap menerima aduan soal sistem konsinyasi atau ganti rugi yang dititipkan di pengadilan negeri, terkait pembebasan lahan untuk kepentingan pembangunan jalan, saluran dan pedestrian.

“Kami siap menerima pengaduan warga jika sampai saat ini masih ada warga pemilik lahan yang menemui persoalan dengan penerapan sistem konsinyasi,” kata Syaifuddin, kemarin.

Menurut Cak Ipuk, sapaan akrabnya, Pemkot Surabaya terus melakukan pembenahan di segala sektor, mulai dari sumber daya manusia, pendidikan, sarana prasarana dan lainnya.

Saat ini, lanjut dia, pemkot sedang melakukan pembenahan di sejumlah sektor seperti jalan, saluran dan pedestrian. Hal ini dikarenakan menyangkut kebutuhan umum sekaligus menjadi wajah kota.

Pun dengan rencana pembangunan angkutan massal cepat (AMC) berupa trem. Untuk memenuhi kebutuhan lahan, Pemkot Surabaya menggunakan mekanisme konsinyasi dalam membebaskan tanah yang akan digunakan untuk pelebaran area jalan dan pedestrian.

Legislator yang juga Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya ini menambahkan, langkah konsinyasi telah diatur dalam UU Nomor 2 Tahun 2012 Tentang Pengadaan Lahan Bagi Pembangunan Untuk Kepentingan Umum.

Konsinyasi atau ganti kerugian dari pemerintah yang dititipkan ke pengadilan negeri itu sesuai dengan Pasal 42 UU 2/2012. Konsinyasi berlaku bagi warga yang menolak ganti kerugian sesuai hasil musyawarah.

“Kami akan fasilitasi mereka yang sampai saat ini masih merasa menemui kendala dengan regulasi ini. Silakan saja, kami akan sangat terbuka menerima pengaduan, tentunya dengan semangat yang positif,” ujarnya.

Dia menambahkan, tujuan pembebasan lahan dengan mekanisme konsinyasi untuk memenuhi kepentingan umum.

“Karena langkah konsinyasi itu sudah diatur, hanya saja pihak pelaksana di lapangan harus bisa menjalankan sebaik-baiknya karena sebelumnya sudah dilandasi dengan apprasial,” paparnya.

Oleh karena itu, pihaknya mendesak pengadilan segera menyelesaikan mekanisme konsinyasi terhadap seluruh warga Kota Surabaya yang berstatus sebagai pemilik lahan, karena akan mempercepat proses pembangunannya.

Dia mencontohkan pembangunan angkutan massal cepat berupa trem yang dimulai dari Jalan Tunjungan akan berdampak bagi warga Jalan Simpang Dukuh Surabaya.

Sebab, ada 11 persil yang terkena rencana jalan atau pembebasan tanah untuk pengalihan arus dampak dari pembangunan rel trem yakni dari Jalan Tunjungan ke Simpang Dukuh.

Namun, dari 11 persil ada 6 persil masih bermasalah dengan bukti kepemilikan tanah yang dianggap ganda, sehingga saat ini masih dalam proses konsinyasi di pengadilan. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KABAR CABANG

DPC Tulungagung Harap Kecamatan Pakel Jadi Kandang Banteng Sejati

TULUNGAGUNG – Dalam pelaksanaan Pemilu Legislatif (Pileg) tahun 1999 hingga 2024, tercatat bahwa PDI Perjuangan ...
KRONIK

Hj. Ansari Dorong Masyarakat Perkuat Mitigasi Bencana sejak Dini

PAMEKASAN – Anggota Komisi VIII DPR RI, Hj. Ansari, mendorong masyarakat memperkuat mitigasi bencana dan kepedulian ...
LEGISLATIF

Yuzar Rasyid: Perda Cagar Budaya Harus Jadi Pengunci Anggaran Pelestarian

KEDIRI – Anggota Komisi B DPRD Kota Kediri dari Fraksi PDI Perjuangan, Yuzar Rasyid, menegaskan Raperda Pelestarian ...
KABAR CABANG

Musran PDIP Kota Blitar Tuntas, 189 Pengurus Ranting Dikukuhkan

BLITAR – PDI Perjuangan Kota Blitar menuntaskan Musyawarah Ranting (Musran) dengan mengukuhkan 189 pengurus ranting ...
KABAR CABANG

DPC Bojonegoro Gelar Rapat Pleno Tahap I Pembentukan PR dan PAR

BOJONEGORO– DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bojonegoro menggelar Rapat Pleno Tahap I, Pembentukan Pengurus Ranting ...
SEMENTARA ITU...

Siti Mariyam Pimpin Kwarcab Surabaya 2026–2031, Bidik Bumi Perkemahan dan Ruang Kegiatan Pramuka

SURABAYA – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Surabaya Siti Mariyam resmi terpilih sebagai Ketua Kwartir Cabang ...