Rabu
03 Juni 2026 | 3 : 04

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Jokowi Inginkan Kabinet Kerja, Bukan Bagi-bagi Kursi

Jokowi salami massa kampanye malang

Jokowi salami massa kampanye malangJAKARTA – Bakal calon presiden Joko Widodo ingin komposisi kabinetnya nanti bukan diisi personel hasil koalisi bagi-bagi kursi, melainkan orang yang kredibel di bidangnya. Jika terpilih menjadi presiden, Jokowi tidak ingin pemerintahannya tersandera koalisi partai politik.

“Kita ingin membangun kabinet kerja, bukan kabinet politik. Saya akan ngotot untuk bangun kabinet kerja,” tandas Jokowi di depan pimpinan redaksi, di Jakarta Pusat, Selasa (15/4/2014).

Menurut Jokowi, beban masalah yang dipikul bangsa Indonesia berat. Dia tidak ingin para menteri kabinetnya nanti sibuk mengurus partai.

Sebelumnya, Jokowi pernah pula mengatakan, jika dia terpilih menjadi presiden di Indonesia, kabinet menteri akan lebih banyak diisi oleh orang profesional ketimbang dari partai politik seperti yang terjadi selama ini.

Dia menambahkan, percuma mengembangkan “koalisi gemuk” tetapi ujung-ujungnya membebani penguasa pemerintahan dengan bagi-bagi kursi. Kader PDI Perjuangan yang sekarang menjabat Gubernur DKI Jakarta itu pun mencontohkan pertemuannya dengan Ketua Umum Partai Nasional Demokrat Surya Paloh beberapa waktu lalu.

Dalam pertemuan dengan Paloh, dia sama sekali tak menyinggung soal jatah kursi maupun calon wakil presiden sebagai pendampingnya. “Saya ngomong apa adanya, ketemu Pak Surya Paloh kemarin ndak ada satu pun soal cawapres atau menteri. Saya cerita aja apa yang mau saya lakukan, salaman, sudah, selesai,” ujarnya.

“Kalau Nasdem satu saja cukup (untuk koalisi), ya sudah. Kita itu harus punya keberanian untuk melakukan itu. Kalau ndak, ya kita begini terus. Bagi-bagi kursi,” lanjut mantan Wali Kota Surakarta tersebut.

Jokowi sadar strategi politik itu mengandung banyak risiko. Jika PDI Perjuangan hanya berkoalisi dengan Nasdem yang notabene totalnya 25 persen suara, kata Jokowi, ada kemungkinan koalisi ini akan menjadi musuh bersama bagi partai lain.

Meski demikian, Jokowi menyatakan tidak gentar. Dia berkaca dari peta koalisi PDI Perjuangan dan Gerindra di Jakarta yang hanya 17 persen suara, program unggulannya tetap berjalan. “APBD jadi mundur, ya itu konsekuensi saja. Tapi nyatanya kan program-program tetap berjalan. Itu saja,” ujarnya. (pri/*)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

Bulan Bung Karno 2026, DPC Nganjuk Gelar Doa Bersama dan Ziarah Makam Tokoh Partai

NGANJUK – Menyambut bulan Juni yang diperingati sebagai Bulan Bung Karno, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI ...
LEGISLATIF

Widarto: Jika Diperlukan, Perlindungan BPJS bagi ABK Nelayan Bisa Dibiayai Pemerintah

Wakil Ketua DPRD Jember Widarto menilai perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi ABK nelayan penting karena tingginya ...
KRONIK

DPD PDI Perjuangan Jatim akan Tutup Musancab dengan Tanam Ribuan Pohon di Lumajang

SURABAYA – DPD PDI Perjuangan Jawa Timur akan mengisi rangkaian peringatan “Bulan Bung Karno” dengan aksi penanaman ...
SEMENTARA ITU...

Dari Istana Gebang hingga Makam Bung Karno, Pelajaran yang Tak Ditemukan di Buku

Puluhan siswa SD Bangle 02 Blitar mengikuti outing class sejarah ke Istana Gebang, Perpustakaan Bung Karno, dan ...
KABAR CABANG

Erma PDIP Tegaskan Pancasila Sebagai Penuntun Kebijakan dan Kontrol Pemerintahan

TULUNGAGUNG – Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung, Erma Susanti, menegaskan bahwa seluruh kader Partai ...
SEMENTARA ITU...

Saat Rombong Es Teh Bantuan Bupati Kediri Datang, Harapan Baru Mbah Mari Ikut Tiba

Mbah Mari, warga Desa Manggis, Kecamatan Puncu, Kediri, tak mampu menyembunyikan kebahagiaannya setelah menerima ...