Senin
02 November 2026 | 11 : 49

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Suroboyo Wani di Tugu Pahlawan, Menghidupkan Kembali Api Perjuangan Arek-Arek Surabaya

pdip jatim 261102 parade juang 2

SEBUAH permainan bola berlangsung riang di kawasan Tugu Pahlawan, Surabaya. Seorang pemuda bernama Soegiharto bersama kawan-kawannya larut dalam suasana.

Namun, keriangan itu mendadak terhenti ketika suara sirene meraung. Kabar ultimatum Sekutu datang, mengubah suasana menjadi tegang.

Musik pengiring yang semula mengalun berubah menjadi genderang perjuangan. Para pemain berganti atribut, membawa bambu runcing, lalu membentuk barisan Laskar Rakyat Kapasan. Adegan demi adegan membawa penonton kembali pada suasana Surabaya menjelang pertempuran 10 November 1945.

Itulah pembuka pertunjukan teatrikal kolosal bertajuk “Suroboyo Wani” yang digelar di kawasan Tugu Pahlawan, Minggu (1/11/2026). Pertunjukan ini menjadi bagian dari rangkaian Parade Surabaya Juang 2026 untuk menyambut peringatan Hari Pahlawan.

Sekitar 170.000 penonton menyaksikan pertunjukan yang memadukan seni peran, musik, dan napak tilas perjuangan arek-arek Suroboyo. Sejarah tidak hanya diceritakan melalui narasi, tetapi dihadirkan kembali lewat gerak para pemain yang memerankan tokoh dan laskar perjuangan.

Cerita berlanjut ketika seruan pertempuran digelorakan Kolonel Sungkono kepada arek-arek Suroboyo. Soegiharto yang semula bermain bola kemudian menukar sepatunya dengan senjata. Ia bergabung dengan barisan laskar dan tiba di markas Badan Keamanan Rakyat (BKR), tempat Kolonel Sungkono menyambut para pejuang.

Salah satu adegan yang menyentuh hadir ketika Kolonel Sungkono menghampiri sosok Ibu Pertiwi. Di sekelilingnya berdiri Laskar Putri dan ibu-ibu Dapur Umum. Sang komandan kemudian bersimpuh, memohon doa restu demi keselamatan para pejuang yang akan menghadapi pertempuran.

Adegan itu mengingatkan bahwa perjuangan mempertahankan kemerdekaan bukan hanya dilakukan mereka yang mengangkat senjata. Ada pula perempuan dan masyarakat yang menopang perjuangan melalui dapur umum serta berbagai bentuk dukungan lainnya.

Suasana semakin khidmat ketika Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memimpin lantunan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Rangkaian acara dilanjutkan dengan penyerahan bendera Merah Putih dari perwakilan Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) kepada Eri, yang dalam kegiatan tersebut memerankan sosok Kolonel Sungkono.

Bendera kemudian diserahkan kepada Paskibraka Surabaya sebagai tanda pemberangkatan Parade Surabaya Juang 2026.

Parade tahun ini diikuti sekitar 2.150 peserta dari berbagai unsur masyarakat. Mereka terdiri atas anggota TNI, Polri, seniman, komunitas pecinta sejarah, serta kelompok lainnya. Keterlibatan ribuan peserta tersebut menjadikan parade sebagai ruang pertemuan berbagai elemen masyarakat dalam mengenang perjuangan arek-arek Surabaya.

Di hadapan para penonton, Eri mengajak masyarakat tidak melupakan peristiwa heroik 10 November 1945. Ia mengingatkan bagaimana arek-arek Suroboyo menghadapi pasukan Sekutu dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

“Merdeka! Arek-arek Suroboyo, hari ini kita memperingati tanggal 10 November. Bagaimana arek-arek Suroboyo memukul mundur Sekutu dan menewaskan Mallaby. Maka perjuangan arek-arek Suroboyo jangan pernah kita lupakan,” ujar Eri.

Namun, menurut Eri, perjuangan bangsa Indonesia belum sepenuhnya selesai. Musuh yang dihadapi generasi sekarang memang bukan lagi penjajah bersenjata, tetapi persoalan sosial yang masih membayangi kehidupan masyarakat.

Kemiskinan, kebodohan, anak putus sekolah, hingga perpecahan menjadi tantangan yang harus dihadapi bersama.

“Selagi ada kemiskinan, selagi masih ada anak putus sekolah, maka kita belum merdeka. Dibutuhkan kebersamaan, kekeluargaan, dan toleransi untuk saling menjaga satu dengan yang lainnya,” tegasnya.

Pesan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa semangat kepahlawanan tidak berhenti pada peristiwa bersejarah. Nilai perjuangan harus diteruskan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Mengusung tema “Suroboyo Wani”, Eri mengajak warga mengambil peran sebagai pahlawan masa kini. Setiap orang dapat berkontribusi sesuai kemampuannya, mulai dari menjaga lingkungan, membantu sesama, hingga terlibat dalam upaya sosial mengatasi persoalan masyarakat.

“Surabaya warganya luar biasa. Harapan kita, bagaimana semua bisa jadi pahlawan. Dikarenakan kita arek Suroboyo, dilahirkan punya jiwa pahlawan. Jadi masyarakat, ayo kita bersama menjadi pahlawan untuk mengentaskan kemiskinan, mengentaskan anak putus sekolah, dan menjaga lingkungan,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya kebersamaan antara Pemerintah Kota Surabaya, Forkopimda, dan seluruh pemangku kepentingan. Ego sektoral perlu dikesampingkan agar berbagai persoalan masyarakat dapat diselesaikan secara bersama-sama.

Bagi Eri, nilai-nilai Pancasila juga tidak cukup hanya diucapkan dalam seremoni. Nilai tersebut harus hadir dalam sikap saling menghormati, kepedulian sosial, dan upaya menciptakan kesejahteraan yang merata.

“Maka saya berharap kemerdekaan itu tidak hanya menjadi slogan, tapi kita bertempur bersama hari ini, menjadi pahlawan bersama untuk Surabaya lebih sejahtera,” pungkasnya.

Dari permainan bola Soegiharto yang terhenti oleh suara sirene hingga barisan pejuang dengan bambu runcing, teatrikal “Suroboyo Wani” membawa pesan bahwa sejarah bukan sekadar cerita masa lalu. Semangat keberanian, pengorbanan, dan gotong royong yang diwariskan para pejuang tetap dibutuhkan untuk menjawab tantangan zaman.

Parade Surabaya Juang 2026 pun menjadi pengingat bahwa menjadi pahlawan tidak selalu berarti berada di medan pertempuran. Di tengah kehidupan hari ini, keberanian untuk peduli, menjaga persatuan, melindungi lingkungan, dan membantu sesama merupakan bagian dari perjuangan yang dapat dilakukan setiap warga. (gio/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Bupati Fauzi Buka Turnamen Voli Pantai Trans Group, Dorong Regenerasi Atlet

SUMENEP – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, membuka Turnamen Voli Pantai Trans Group di kawasan Pantai ...
SEMENTARA ITU...

Suroboyo Wani di Tugu Pahlawan, Menghidupkan Kembali Api Perjuangan Arek-Arek Surabaya

SEBUAH permainan bola berlangsung riang di kawasan Tugu Pahlawan, Surabaya. Seorang pemuda bernama Soegiharto ...
LEGISLATIF

Renny Pramana: Korban Bencana Butuh Makanan Bergizi, Bukan Sekadar Mengenyangkan

SURABAYA – Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Wara Sundari Renny Pramana, menegaskan korban bencana ...
KABAR CABANG

DPC Bojonegoro Kirim Bantuan Air Bersih untuk Warga Ngasem Terdampak Kekeringan

BOJONEGORO – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bojonegoro kembali menunjukkan kepedulian dan gotong royong kepada ...
LEGISLATIF

Desil Bansos Tak Sesuai Kondisi Ekonomi, Yuzar Rasyid Minta Warga Ajukan Sanggahan

KEDIRI – Anggota DPRD Kota Kediri Yuzar Rasyid mendorong warga yang mendapati angka desil bantuan sosial tidak ...
HEADLINE

Pimpin Kembali PA GMNI Jatim, Deni Wicaksono Andalkan Digital Sebarkan Gagasan Bung Karno

SURABAYA – Ketua DPD Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) Jawa Timur, Deni Wicaksono, ...