TUBAN — Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Ony Setiawan, mendorong penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta koperasi sebagai langkah strategis mengentaskan kemiskinan di Kabupaten Tuban. Salah satu gebrakan nyata yang disiapkan adalah menghadirkan Klinik UMKM bagi para pelaku usaha lokal.
Komitmen tersebut ditegaskan dalam agenda Sosialisasi Penguatan UMKM dan Koperasi sebagai Fondasi Ekonomi Kerakyatan yang digelar oleh Anggota DPRD Jatim Komisi B, Ony Setiawan, SE, di Desa Semanding, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, Minggu (11/10/2026).
Mewakili Ony Setiawan, Sekretaris DPC PDI Perjuangan Tuban, Kusmen, mengungkapkan bahwa inisiasi ini berawal dari keprihatinan atas tingginya potensi ekonomi Tuban yang belum tergarap optimal. Saat ini, Tuban tercatat masih masuk dalam daftar lima daerah dengan angka kemiskinan tertinggi di Jawa Timur.
”Kondisi UMKM perlu didorong agar perputaran uang dan belanja masyarakat tetap berada di lingkup Tuban sendiri, menuju peningkatan ekonomi kerakyatan yang semakin sejahtera,” ujar Kusmen di hadapan ratusan warga dan jajaran pengurus partai.
Tiga Pilar Strategi: Transisi Ekonomi hingga Pendampingan Legalitas
Dalam sosialisasi tersebut, para narasumber memaparkan peta jalan penguatan UMKM Tuban melalui tiga fokus utama.
Diversifikasi Usaha dan Investasi Pendidikan
Narasumber pertama, Abu Cholifah, S.T., menyoroti kondisi geografis Desa Semanding yang selama ini bergantung pada tambang kapur. Menurutnya, hasil tambang bersifat tidak terbarukan dan akan habis pada waktunya.
Oleh karena itu, hasil dari sektor tambang harus diproyeksikan ke investasi pendidikan dan diversifikasi usaha kreatif, seperti kuliner kontainer box dan usaha mikro lainnya, guna membuka lapangan kerja baru.
”Mas Ony melihat harus ada upaya meningkatkan peluang kerja. Salah satunya menguatkan UMKM. Ini peluang untuk meningkatkan kesejahteraan dan mengurangi pengangguran,” tutur Abu.
Kemudahan Izin Usaha dan NIB Gratis
Untuk memastikan keberlanjutan UMKM agar tidak berhenti di tengah jalan, legalitas menjadi fondasi awal yang wajib dimiliki. Abu menegaskan pentingnya kepemilikan Nomor Induk Berusaha (NIB) bagi para pelaku usaha.
Bagi masyarakat yang mengalami kesulitan mengurus izin secara mandiri melalui sistem Online Single Submission (OSS), DPC PDI Perjuangan Tuban membuka layanan pendampingan dan pengurusan izin usaha secara cuma-cuma.

Implementasi Ideologi “Berdikari” Ekonomi
Sementara itu, Jemy Tristantono merefleksikan peran krusial sektor mikro yang terbukti menjadi penyelamat Indonesia saat krisis moneter 1998.
Mengutip ajaran Trisakti Bung Karno, penguatan UMKM merupakan wujud nyata dari pilar Berdikari (Berdiri di atas Kaki Sendiri) dalam bidang ekonomi.
”Di luar negeri, UMKM diintegrasikan dengan perusahaan besar agar bisa naik kelas. UMKM inilah wujud nyata dari Berdikari dalam ekonomi,” tegas Jemy.
Klinik UMKM BPEK
Sebagai bentuk tindak lanjut konkret dari penjaringan aspirasi warga, DPC PDI Perjuangan Tuban melalui Badan Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan (BPEK) bakal mendirikan Klinik UMKM.
Wakil Ketua Bidang Perekonomian, Kebudayaan, dan Pendidikan BPEK Tuban, Ita Hariyanti, S.Sn, menjelaskan bahwa Klinik UMKM akan menjadi pusat konsultasi satu pintu bagi para pelaku usaha kecil di Bumi Wali.
Melalui Klinik UMKM, BPEK Tuban akan menjalankan tiga tugas utamanya. Pertama, menggerakkan sektor ekonomi rakyat di tingkat akar rumput.
Kedua, memfasilitasi jaringan pemasaran, pembiayaan, serta kemitraan bisnis. Ketiga, menyediakan kelas keahlian, pendampingan desain packaging, hingga legalitas NIB.
”Dengan adanya sosialisasi ini, semakin banyak UMKM yang datang untuk pendampingan. Nanti di Klinik UMKM, pelaku usaha bisa bersinergi dan berkonsultasi secara gratis,” pungkas Ita.(dian/hs)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS











