Rabu
30 September 2026 | 8 : 28

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Mengusung Konsep Baru, “Gandrung Sewu Banyuwangi” Dilaksanakan Malam Hari

PDIP-Jatim-Ipuk-Fiestiandani-30092026

BANYUWANGI – Gelaran tari kolosal Gandrung Sewu akan digelar dengan konsep baru pada 24 Oktober 2026. Untuk pertama kalinya, selama 14 tahun, pertunjukan yang menjadi salah satu ikon budaya Banyuwangi, tersebut digelar malam hari. Pertunjukan tersebut memadukan seni tradisi dengan tata cahaya dan teknologi pertunjukan.

Tahun ini, Gandrung Sewu mendapat dukungan penuh dari InJourney, holding BUMN di sektor aviasi dan pariwisata. Kolaborasi ini menghadirkan konsep baru berupa pertunjukan Gandrung dalam suasana malam, dengan tetap mempertahankan esensi dan nilai budaya yang menjadi ruh utama pertunjukan.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengatakan, penyelenggaraan pada malam hari agar Gandrung Sewu terus berkembang dan memberikan pengalaman berbeda bagi penonton maupun wisatawan.

“Setiap tahun kami berupaya menghadirkan sesuatu yang baru dalam Gandrung Sewu. Tahun ini untuk pertama kalinya kita hadirkan pada malam hari,” kata Ipuk saat konferensi pers Gandrung Sewu 2026 di Banyuwangi, Rabu (30/9/2026).

“Ini bukan sekadar perubahan waktu pelaksanaan, tetapi kami ingin memberikan pengalaman yang berbeda kepada penonton dan wisatawan,” lanjut Wakabid Pemerintahan dan Otonomi Daerah DPD PDI Perjuangan Jatim itu.

Lebih dari 1.000 penari akan terlibat dalam pertunjukan tersebut. Para penari akan menggunakan elemen fosfor yang dipadukan dengan tata cahaya, sehingga menghadirkan efek visual yang berbeda dalam suasana malam.

“Tradisi tidak harus diam di tempat. Tradisi bisa terus bergerak, beradaptasi, dan berkembang mengikuti zaman, tanpa kehilangan jati dirinya. Esensi utama Gandrung Sewu tetap seni tari Gandrung itu sendiri, dengan gerak, irama, ekspresi, dan nilai budaya yang diwariskan oleh para leluhur kita,” jelas Ipuk.

Menurut Ipuk, kolaborasi dengan InJourney menjadi energi baru dalam pengembangan Gandrung Sewu sekaligus penguatan ekosistem seni budaya dan pariwisata Banyuwangi.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada InJourney yang turut berkolaborasi dalam penyelenggaraan Gandrung Sewu. Kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia usaha, pelaku seni, komunitas, dan masyarakat menjadi energi penting untuk memperkuat ekosistem seni budaya sekaligus pariwisata,” ujarnya.

SVP Corporate Secretary InJourney, Yudhistira Setiawan, mengatakan bahwa Banyuwangi memiliki potensi pariwisata yang lengkap, mulai dari kekayaan alam dan budaya hingga berbagai atraksi wisata yang telah dikenal luas.

Menurutnya, Gandrung Sewu memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai salah satu signature cultural event Indonesia.

“Banyuwangi memiliki banyak elemen potensi wisata yang sudah mapan dan lengkap, termasuk destinasi maupun atraksi. Banyuwangi memiliki kekayaan alam dan budaya yang sangat kuat. Dari sisi atraksi, ada Gandrung Sewu yang sudah sangat dikenal wisatawan,” kata Yudhistira.

Karena itu, InJourney bersama Pemkab Banyuwangi merancang konsep pertunjukan malam hari untuk memberikan pengalaman baru sekaligus memperkuat daya tarik Gandrung Sewu bagi wisatawan Nusantara maupun mancanegara.

“Dalam rangka memperkuat dan mengamplifikasi event Gandrung Sewu ini agar menjadi daya tarik yang lebih besar bagi wisatawan di Nusantara maupun mancanegara, kami merancang bersama Pemkab konsep pertunjukan baru pada malam hari, tanpa melupakan esensi dari budaya Gandrung itu sendiri,” ujarnya.

Yudhistira menambahkan, sebuah event pariwisata yang dirancang dengan baik tidak hanya ditujukan untuk menciptakan keramaian saat hari pelaksanaan. Lebih jauh, event tersebut diharapkan mampu memberikan dampak berantai bagi berbagai sektor pariwisata dan ekonomi daerah.

Dia berharap penyelenggaraan Gandrung Sewu dapat menjadi bagian dari pengalaman wisata yang utuh bagi para pengunjung yang datang ke Banyuwangi.

“Ini menjadi tantangan kami bersama. Harapannya ke depan, wisatawan yang akan hadir ke Gandrung Sewu dapat memiliki satu seamless experience,” ujar Yudhistira. (ars/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Erma Susanti: Pengaturan Reses Harus Akomodasi Geografis Jatim, Tetap Efektif dan Akuntabel

SURABAYA – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur menilai pengaturan kegiatan reses yang mendapat hasil fasilitasi ...
KRONIK

Mengusung Konsep Baru, “Gandrung Sewu Banyuwangi” Dilaksanakan Malam Hari

BANYUWANGI – Gelaran tari kolosal Gandrung Sewu akan digelar dengan konsep baru pada 24 Oktober 2026. Untuk pertama ...
LEGISLATIF

Asmadi Minta Pengawasan Stunting di Kota Batu Diperkuat, Jangan Berhenti Seremonial

BATU – Ketua Komisi B DPRD Kota Batu Asmadi meminta pengawasan penanganan stunting diperkuat agar intervensi tidak ...
LEGISLATIF

Eddy Paripurna Dorong Penambahan Sapi Perah Berkualitas untuk Perkuat Produksi Susu Lokal

SURABAYA – Penguatan produksi susu nasional dinilai harus dimulai dari hulu dengan menambah populasi sapi perah ...
LEGISLATIF

PGRI Blitar Soroti Periodisasi Kepala Sekolah, Guntur Wahono Siap Kawal Aspirasi Guru

BLITAR – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Blitar menyoroti penerapan regulasi periodisasi kepala ...
LEGISLATIF

RAPBD Surabaya 2027 Alokasikan Rp6,22 T untuk Infrastruktur, Eri Irawan: Jadi Stimulus Ekonomi

SURABAYA – Alokasi belanja infrastruktur pelayanan publik dalam Rancangan APBD (RAPBD) Surabaya 2027 mencapai ...