BOJONEGORO — Krisis air bersih akibat kemarau panjang yang melanda Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, terus mendapat penanganan. Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Abidin Fikri, mengawal langsung penyaluran bantuan air bersih yang hingga kini totalnya telah mencapai 262.000 liter bagi masyarakat terdampak.
Penyaluran bantuan yang dimulai sejak 13 Agustus 2026 hingga Rabu (9/9/2026) tersebut telah menjangkau 52 titik lokasi kekeringan di berbagai wilayah Bojonegoro.

Pada distribusi terbaru, armada tangki air dikirimkan ke tiga desa yang mengalami krisis air cukup parah di Kecamatan Tambakrejo dan Margomulyo. Yakni Desa Bakalan, Kecamatan Tambakrejo; Desa Geneng, Kecamatan Margomulyo; dan Desa Meduri, Kecamatan Margomulyo.
Abidin Fikri menegaskan bahwa pasokan air bersih merupakan kebutuhan mendesak warga agar aktivitas harian mereka tidak terganggu selama musim kemarau.
”Ini dalam rangka melayani masyarakat yang mengalami kekurangan air di musim kemarau. Kegiatan kemanusiaan ini akan terus berjalan dan disiagakan selama musim kemarau,” ujar Abidin dalam keterangan tertulisnya, Rabu.
Ia menambahkan, penyaluran air bersih diprioritaskan pada kawasan yang mengalami tingkat kekeringan paling parah agar bantuan tepat sasaran dan berkelanjutan.
Penyaluran bantuan air bersih ini disambut lega oleh para penerima manfaat yang telah kesulitan mendapatkan air baku selama beberapa pekan terakhir.

Astutik, salah satu warga terdampak, mengapresiasi kedatangan armada tangki air bersih di desanya.
”Alhamdulillah, kami sangat terbantu dengan adanya bantuan air bersih ini. Di musim kemarau seperti sekarang, air sangat dibutuhkan untuk kebutuhan sehari-hari,” tutur Astutik.
Aksi tanggap krisis air bersih ini dipastikan terus berlangsung secara berkala sampai curah hujan kembali normal dan krisis air di Bojonegoro mereda.(dian/hs)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS













