JOMBANG – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Wiwin Sumrambah, menilai penguatan kelembagaan masyarakat perlu diarahkan tidak hanya untuk memperkuat kegiatan sosial, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi lokal.
Penguatan tersebut dapat dilakukan melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia, kolaborasi antarpemangku kepentingan, serta pengembangan potensi ekonomi di masing-masing wilayah.
Hal itu disampaikan Wiwin dalam kegiatan Sosialisasi Penguatan Sinergi Sosial dan Organisasi dalam Mewujudkan Masyarakat yang Berdaya di Dusun Tugu, Desa Kepatihan, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang, Minggu (30/8/2026).
Menurut Wiwin, peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi fondasi dalam memperkuat organisasi masyarakat. Pelatihan, pendampingan, peningkatan keterampilan, serta kemampuan pengelolaan organisasi diperlukan agar masyarakat semakin mandiri dan mampu mengembangkan potensi yang dimiliki.
“Penguatan kelembagaan harus dimulai dari peningkatan kapasitas manusianya. Masyarakat perlu memiliki keterampilan dan kemampuan mengelola organisasi agar semakin mandiri dan mampu mengembangkan potensi yang ada,” ungkap Wiwin.
Wiwin mengungkapkan, organisasi sosial juga perlu membangun sinergi dengan berbagai pihak. Pemerintah desa, dunia usaha, lembaga pendidikan, kelompok masyarakat, serta pemangku kepentingan lainnya dapat menjadi mitra dalam menjalankan program pemberdayaan.
Menurutnya, kolaborasi tersebut diperlukan agar program pemberdayaan tidak berjalan sendiri-sendiri dan manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
“Sinergi antara organisasi masyarakat, pemerintah desa, dunia usaha, lembaga pendidikan, dan berbagai pihak perlu diperkuat. Dengan kolaborasi, program pemberdayaan bisa berjalan lebih efektif,” ujarnya.
Selain menjalankan fungsi sosial, Wiwin menilai kelembagaan masyarakat memiliki peluang untuk mengambil peran dalam pengembangan ekonomi lokal.
Organisasi masyarakat dapat menjadi wadah untuk mengembangkan UMKM, produk lokal, koperasi, pertanian, potensi desa, maupun berbagai usaha produktif sesuai karakteristik wilayah.
Pengembangan ekonomi tersebut dinilai penting agar kelembagaan masyarakat memberikan manfaat yang lebih luas terhadap kesejahteraan warga.
“Organisasi masyarakat jangan hanya bergerak di kegiatan sosial, tetapi juga harus bisa menjadi penggerak ekonomi masyarakat dengan mengembangkan potensi yang ada di wilayah masing-masing,” katanya.
Lebih lanjut, Wiwin menekankan pentingnya menempatkan masyarakat sebagai bagian aktif dalam setiap program. Masyarakat tidak cukup hanya menjadi penerima manfaat, tetapi perlu dilibatkan sejak tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat sejak awal akan membantu memastikan program yang dijalankan benar-benar sesuai dengan kebutuhan warga.
“Masyarakat harus dilibatkan dalam proses perencanaan, pelaksanaan, sampai evaluasi. Dengan begitu, program yang dijalankan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” jelasnya.
Wiwin menilai keberlanjutan program menjadi bagian penting agar hasil pemberdayaan tidak berhenti setelah kegiatan selesai. Penguatan kapasitas, sinergi, tata kelola, dan partisipasi masyarakat perlu berjalan secara terus-menerus.
“Pemberdayaan harus berkelanjutan. Organisasi masyarakat harus terus tumbuh, mampu beradaptasi, dan memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tandas Wiwin. (yol/set)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS













