Sabtu
29 Agustus 2026 | 6 : 29

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Posko Baguna Berbagi Ratusan Kotak Makanan untuk Muktamirin dan Warga

pdip jatim 260829 berbagi makanan 2

JOMBANG – Ratusan kotak makanan dan minuman dibagikan relawan Posko Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) PDI Perjuangan Jawa Timur kepada muktamirin, penggembira, pengendara hingga warga yang melintas di sekitar Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang.

Pembagian makanan tersebut dilakukan tiap sore, di tengah ramainya aktivitas Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU). Selain snack dan minuman, relawan juga membagikan telur rebus kepada masyarakat yang melintas di depan posko.

Aksi berbagi itu berlangsung sederhana. Satu per satu kotak makanan dibagikan kepada siapa saja yang melintas tanpa membedakan apakah mereka muktamirin, penggembira, pedagang, pengendara maupun warga sekitar.

“Eh, ada bagi-bagi takjil,” celetuk seorang penggembira bersarung kepada temannya.

“Bukan. Itu snack dan minuman. Ada juga telur rebus. Kemarin juga ada pembagian ini,” timpal temannya.

Wakil Ketua Bidang Penanggulangan Bencana, Kesehatan, Perempuan dan Anak DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Rudi Afianto mengatakan, pembagian makanan dan minuman tersebut dilakukan setiap sore selama pelaksanaan Muktamar.

“Setiap sore, kami membagikan kotak makanan dan minuman ini kepada siapa saja yang melintas di depan posko. Kami juga membagikan telur rebus,” kata Rudi usai aksi pembagian, Sabtu (28/8/2026).

Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bagian dari semangat gotong royong yang selama ini menjadi karakter kerja PDI Perjuangan, termasuk melalui Baguna.

Posko Baguna sendiri dibuka di sekitar kompleks Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas selama pelaksanaan Muktamar ke-35 NU. Posko menyediakan sejumlah layanan gratis bagi para kiai, nyai, santri, muktamirin maupun penggembira yang datang dari berbagai daerah.

Selain makanan dan minuman, tersedia kopi, teh, tempat beristirahat serta layanan kesehatan ringan. Mereka yang kelelahan setelah menempuh perjalanan panjang dapat singgah sejenak sebelum kembali mengikuti berbagai rangkaian kegiatan Muktamar.

Bagi Rudi, pelayanan sederhana seperti berbagi makanan memiliki arti penting ketika ribuan orang berkumpul dalam satu kawasan. Kebutuhan peserta Muktamar dan masyarakat yang datang pun beragam.

Karena itu, keberadaan posko diharapkan dapat menjadi ruang pelayanan sekaligus tempat singgah bagi mereka yang membutuhkan.

Berangkat dari Pengalaman Posko Mudik

Rudi mengatakan, pola pelayanan tersebut bukan hal baru bagi jajaran PDI Perjuangan Jawa Timur. Sebelumnya, konsep serupa telah dijalankan di berbagai daerah saat arus mudik Lebaran 2026.

“Teman-teman di DPC sudah terbiasa membuka ruang pelayanan untuk masyarakat. Saat Lebaran kemarin, seluruh 38 DPC PDI Perjuangan kabupaten/kota di Jawa Timur membuka posko gotong royong mudik,” ujarnya.

Posko-posko tersebut menjadi tempat singgah bagi masyarakat yang melakukan perjalanan jauh selama arus mudik. Berbagai kebutuhan sederhana disediakan untuk membantu pemudik melepas lelah sebelum melanjutkan perjalanan.

Layanan yang diberikan antara lain makanan dan minuman ringan, kopi, teh, air mineral, camilan hingga takjil.

Sejumlah posko juga menyediakan obat-obatan ringan serta petugas yang memiliki kemampuan penanganan medis dasar. Di beberapa titik, masyarakat juga dapat memperoleh layanan pemeriksaan kendaraan sederhana, seperti pengecekan tekanan ban, pengisian angin hingga penanganan ringan kendaraan.

Pengalaman tersebut, kata Rudi, menjadi pembelajaran bahwa kerja pelayanan kepada masyarakat tidak selalu harus diwujudkan dalam bentuk kegiatan besar.

Yang dibutuhkan adalah kepekaan membaca situasi dan kemampuan menyediakan sesuatu yang benar-benar dibutuhkan masyarakat.

“Prinsipnya sederhana. Ketika ada masyarakat yang membutuhkan tempat beristirahat, kita siapkan tempat. Ketika membutuhkan pertolongan kesehatan, kita bantu sesuai kemampuan. Semangat seperti itu yang sekarang kami bawa ke Muktamar,” katanya.

Baca juga: Secangkir Kopi, Ketela Rebus, dan Malam Panjang di Tengah Muktamar NU

Di tengah hiruk-pikuk Muktamar ke-35 NU, semangat pelayanan itu kemudian diwujudkan melalui hal-hal sederhana.

Sebuah kotak makanan.

Sebotol minuman.

Beberapa biji telur rebus.

Atau secangkir kopi untuk mereka yang ingin berhenti sejenak.

Bagi para relawan Baguna, semuanya menjadi bagian dari upaya menghadirkan semangat gotong royong di tengah hajatan besar Nahdliyin dari berbagai penjuru Indonesia. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Posko Baguna Berbagi Ratusan Kotak Makanan untuk Muktamirin dan Warga

JOMBANG – Ratusan kotak makanan dan minuman dibagikan relawan Posko Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) PDI ...
KRONIK

Warga Gresik Kirim Bantuan Rp250 Juta untuk Korban Gempa NTT

GRESIK – Kepedulian Kabupaten Gresik terhadap korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) diwujudkan dengan ...
KRONIK

Sunyoto Gelar Reses di Badegan, Warga Usul Infrastruktur Jalan dan Talud Jadi Prioritas Utama

PONOROGO – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Ponorogo, Sunyoto, menggelar reses di kediamannya, Desa ...
LEGISLATIF

Fraksi PDI Perjuangan Pastikan Pilkades Jember 2027 Gratis bagi Calon

JEMBER – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jember memastikan calon kepala desa tidak dibebani biaya dalam Pemilihan Kepala ...
LEGISLATIF

Fraksi PDI Perjuangan–PAN Minta Belanja Daerah Surabaya Harus Beri Manfaat Nyata

SURABAYA – Fraksi PDI Perjuangan–PAN DPRD Kota Surabaya mendorong peningkatan kualitas belanja daerah dalam ...
KRONIK

Secangkir Kopi, Ketela Rebus, dan Malam Panjang di Tengah Muktamar NU

JOMBANG – Selepas waktu Isya, seorang pria paruh baya berjalan perlahan menuju sebuah tenda sederhana di sekitar ...