JEMBER – Monitoring dan evaluasi Komisi B DPRD Jember ke PT Mangli Djaya Raya (MDR), Jumat (28/8/2026), belum menghasilkan data yang dibutuhkan. Pimpinan perusahaan, Christian, sedang berada di luar negeri sehingga staf belum dapat memberikan data resmi mengenai pasokan dan harga pembelian tembakau petani.
Anggota Komisi B DPRD Jember dari Fraksi PDI Perjuangan, Suharto, mengatakan monev dilakukan untuk mengetahui peran perusahaan dalam menyerap tembakau petani sekaligus memastikan kapasitas pembelian perusahaan setiap tahun.
“Kami ingin mengetahui kapasitas stoknya sampai berapa ribu ton. Setiap tahun PT MDR membeli tembakau petani, tentunya catatan setiap tahun itu ada,” ujar Suharto.
Selain volume pembelian, DPRD juga membutuhkan data mengenai harga pembelian terendah tembakau di PT MDR. Data itu dinilai penting sebagai pembanding bagi petani untuk mengetahui kelayakan harga jual.

Menurut Suharto, data tersebut belum diperoleh. Staf PT MDR, Heri, menyatakan data akan disampaikan melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Jember pada pekan depan.
“Untuk sementara kami belum mendapatkan data itu. Penjelasan staf, Pak Heri, data akan dikirim ke dinas minggu depan,” jelasnya.
Monev tersebut turut dihadiri perwakilan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Jember, Rudi Indrawan. Suharto berharap data pembelian dan harga tembakau segera diserahkan sehingga DPRD memiliki dasar yang jelas dalam mengevaluasi hubungan industri tembakau dengan petani Jember. (art/set)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS












