Sabtu
17 Oktober 2026 | 6 : 39

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Kelebihan Bayar Rp 566 Juta Proyek Alun-Alun Sidoarjo, DPRD Desak Pemkab Benahi Manajemen Pengawasan

img-20260812-wa0010

SIDOARJO – Temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI mengenai kelebihan pembayaran sebesar Rp 566,44 juta pada proyek revitalisasi Alun-Alun Sidoarjo menyenggol masalah krusial di tubuh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo: lemahnya sistem pengawasan internal dan mekanisme verifikasi proyek.

​Proyek senilai Rp 26,7 miliar yang berada di bawah naungan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Pemkab Sidoarjo tersebut diduga lolos dari penyaringan pengawasan saat serah terima pertama atau Provisional Hand Over (PHO) pada 9 Januari 2026.

Padahal, BPK menemukan pekerjaan fisik di lapangan tidak sesuai dengan volume dan spesifikasi kontrak.

​Ketua Komisi C DPRD Sidoarjo, H Choirul Hidayat, menilai temuan BPK ini menandakan adanya celah serius dalam tata kelola pengawasan proyek pembangunan daerah, mulai dari kinerja konsultan pengawas hingga proses verifikasi oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

​”Kalau dalam proses PHO sudah dinyatakan sesuai, tetapi kemudian BPK menemukan kekurangan volume dan ketidaksesuaian pekerjaan hingga nilainya ratusan juta rupiah, tentu ini harus menjadi bahan evaluasi bersama,” ujar Choirul, Rabu (12/8/2026).

​Celah Pengawasan dalam Proses PHO dan Adendum Deviasi
​Politisi PDI Perjuangan yang akrab disapa Abah Dayat ini menyayangkan sikap DLHK dan verifikator internal Pemkab yang terkesan dengan mudah menandatangani berita acara PHO.

​Selain longgarnya verifikasi PHO, DPRD Sidoarjo juga menyoroti keputusan Pemkab Sidoarjo memberikan adendum kontrak di tengah jalan.

Kontrak awal bernomor 003/PA/14.5.2/438.5.11/2025 tertanggal 14 Mei 2025 tercatat mendapat adendum pada 7 November 2025, padahal proyek tersebut sudah terindikasi mengalami kendala pelaksanaan.

​Hal ini dinilai menunjukkan respons pengawasan Pemkab yang kurang adaptif terhadap masalah di lapangan. Adendum seolah hanya dijadikan formalitas tanpa diimbangi pengetatan kontrol kualitas pekerjaan.

​Desak Perbaikan Manajemen Proyek, Bukan Sekadar Pengembalian Uang
​Atas temuan ini, DPRD Sidoarjo mendesak Pemkab Sidoarjo tidak sekadar menyelesaikan masalah secara administratif dengan menagih pengembalian uang ke kas daerah.

​Menurut Abah Dayat, Pemkab Sidoarjo harus melakukan perombakan dan perbaikan mendasar pada manajemen proyek dan sistem pengawasan di lapangan.

Jika mekanisme verifikasi internal tidak diperbaiki, potensi kebocoran anggaran dengan modus serupa dikhawatirkan akan terus terulang di proyek-proyek Pemkab Sidoarjo lainnya.

​”Karena kalau dibiarkan seperti proyek Alun-Alun, maka di proyek lainnya bisa jadi hampir sama semua dikarenakan lemahnya pengawasan dan kinerja OPD,” tegasnya.(hs)

Foto: republikjatim.com

 

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Hasto Ajak Anak Muda Rawat Mangrove, Pelestarian Lingkungan Harus Berkelanjutan

MALANG – Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengajak generasi muda terlibat langsung dalam ...
KRONIK

Hadiri Lomba Mewarnai Tugu Keris, Bupati Fauzi Puji Kreativitas Ratusan Anak

SUMENEP – Komunitas Lakona Lakone sukses menggelar lomba mewarnai tugu keris tingkat Taman Kanak-Kanak (TK) dan ...
HEADLINE

Hasto Tawarkan Moratorium Hutan dan Penataan Ulang Tata Ruang untuk Atasi Karhutla

MALANG – Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menawarkan dua langkah mendasar untuk mengatasi ...
KRONIK

Kanang Minta Kader PDIP yang Ingin Jadi Wabup Ponorogo Perkuat Konsolidasi Lintas Partai

PONOROGO – Anggota Komisi VI DPR RI, Ir. Budi Sulistyono atau Kanang, meminta kader PDI Perjuangan yang ...
LEGISLATIF

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Lamongan Kawal Raperda Tata Niaga dan Perlindungan Petani Tembakau

LAMONGAN — Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Lamongan berkomitmen mengawal pembentukan Rancangan Peraturan ...
LEGISLATIF

1.870 Kasus Narkoba Terungkap di Jatim, Andy Firasadi Dorong Pencegahan Berbasis Lingkungan

SURABAYA – Pemberantasan narkoba di Jawa Timur perlu diperkuat hingga ke lingkungan permukiman. Anggota Fraksi PDI ...