Selasa
22 September 2026 | 11 : 25

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Anang Maruf dan Yusuf Ekodono Gabung Soekarno Cup, Dorong Talenta Pelosok Naik Panggung

pdip jatim 260808 soekarno cup

Legenda Timnas Indonesia Anang Maruf dan Yusuf Ekodono bergabung di Soekarno Cup 2026 karena ingin memperluas pembinaan dan memberi panggung bagi talenta muda dari berbagai daerah.

SURABAYA – Dua legenda Timnas Indonesia, Anang Maruf dan Yusuf Ekodono, bergabung dalam kepanitiaan Soekarno Cup U-17 karena melihat turnamen tersebut sebagai ruang penting untuk menemukan dan mengembangkan talenta muda dari berbagai daerah. Keduanya percaya, pembinaan pemain usia muda merupakan investasi terbesar bagi masa depan sepak bola Indonesia.

Anang menilai masih banyak pemain muda berbakat di pelosok Tanah Air yang belum memperoleh kesempatan tampil dalam kompetisi berkualitas. Karena itu, Soekarno Cup dinilai dapat menjadi salah satu jembatan untuk memperluas pencarian bakat sekaligus memberi panggung kepada pemain yang belum tersentuh kompetisi formal.

“Saya bergabung di Soekarno Cup karena saya percaya pembinaan usia muda adalah investasi terbesar bagi masa depan sepak bola Indonesia. Masih banyak anak-anak bertalenta di pelosok-pelosok Tanah Air yang membutuhkan kesempatan untuk tampil dan berkembang. Soekarno Cup menjadi wadah untuk itu,” ujar Anang Maruf.

Baca juga: Soekarno Cup Bukan Sekadar Sepak Bola, tapi Membangun Karakter Bangsa

Soekarno Cup 2026 merupakan turnamen sepak bola U-17 yang diikuti sekitar 400 pemain muda dari 16 provinsi. Kompetisi digelar di Surabaya, Gresik, dan Bangkalan pada 10-24 Agustus 2026.

Bagi Anang, keterlibatannya tidak sekadar sebagai juru bicara. Pemilik 31 penampilan bersama Timnas Indonesia itu juga akan ikut memantau perkembangan pemain selama turnamen dan terlibat dalam pemilihan man of the match pada setiap pertandingan.

Yusuf Ekodono memiliki alasan serupa. Mantan penyerang Timnas Indonesia itu tertarik bergabung karena melihat keseriusan penyelenggara menjaga orientasi Soekarno Cup sebagai kompetisi pembinaan.

Salah satu yang dinilainya penting adalah regulasi yang hanya memperbolehkan pemain yang belum pernah tampil di Liga 1, Liga 2, Liga 3 maupun Elite Pro Academy (EPA).

“Aturan itu menurut saya sangat baik karena benar-benar memberikan ruang kepada pemain yang belum pernah mendapatkan panggung. Mereka inilah yang perlu kita dorong agar kepercayaan dirinya tumbuh dan kemampuannya bisa dilihat lebih banyak pihak,” kata Yusuf.

Peraih medali emas SEA Games 1991 di Manila itu menegaskan Soekarno Cup tidak dimaksudkan untuk menjadi pesaing kompetisi resmi yang digelar federasi. Sebaliknya, turnamen tersebut diharapkan memperluas ekosistem pencarian dan pembinaan pemain muda.

“Soekarno Cup saling mendukung dengan kompetisi yang didorong federasi, seperti Piala Soeratin maupun Elite Pro Academy. Semakin banyak kompetisi pembinaan yang berkualitas, semakin luas pula proses pencarian bakat,” ujarnya.

Menurut Yusuf, masih banyak potensi pemain muda yang belum termonitor melalui kompetisi formal. Karena itu, semakin banyak ruang kompetisi akan semakin besar peluang menemukan pemain yang kelak mampu menembus jenjang sepak bola nasional.

“Saya ingin pengalaman yang pernah saya miliki di sepak bola bisa bermanfaat bagi generasi berikutnya. Kalau kita ingin Timnas Indonesia semakin kuat di masa depan, pembinaan harus dimulai dari sekarang dan harus menjangkau seluruh daerah. Soekarno Cup menjadi salah satu jalannya,” tutur Yusuf.

Keterlibatan dua legenda Timnas tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya Soekarno Cup memperkuat kualitas pembinaan. Pengalaman Anang dan Yusuf diharapkan dapat memberi motivasi sekaligus perspektif kepada pemain muda yang sedang membangun karier.

Keduanya berharap turnamen yang memasuki penyelenggaraan ketiga setelah Jakarta pada 2023 dan Bali pada 2025 itu mampu menjadi jembatan bagi talenta-talenta muda menuju jenjang yang lebih tinggi.

“Kami berharap, dari turnamen ini muncul talenta muda yang kelak mengenakan jersey Garuda kebanggaan Timnas Indonesia,” ujar Yusuf. (nia/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Cegah Stunting, Mbak Nia Dorong Keluarga Perkuat Gizi dan Pendampingan Anak

SUMENEP – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sumenep, Nia Kurnia Fauzi, mengajak masyarakat memperkuat upaya ...
LEGISLATIF

Sri Untari Bawa Aspirasi Guru Olahraga ke Raperda Keolahragaan dan Kepemudaan

MALANG – Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur Sri Untari Bisowarno memastikan berbagai aspirasi guru olahraga akan dibawa ...
KRONIK

Ina Ammania: AI bukan Jalan Pintas Selesaikan Tugas Akademik

BONDOWOSO – Anggota Komisi VIII DPR RI, Ina Ammania, mengingatkan mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) ...
LEGISLATIF

Khamim Tohari Berharap Konflik Songgoriti Tuntas, Jadi Kado HUT ke-25 Kota Batu

BATU – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Batu Khamim Tohari berharap penuntasan konflik pengelolaan dan ...
PEMILU

Puan Tegaskan Ambang Batas Parlemen 5 Persen Masih Wacana Informal Antarparpol

JAKARTA – Ketua DPP PDI Perjuangan sekaligus Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan wacana ambang batas parlemen ...
EKSEKUTIF

Eri Beber Alasan Pemkot Surabaya Libatkan Warga dalam Pemeringkatan Desil

SURABAYA – Wali Kota Eri Cahyadi membeberkan alasan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melibatkan warga dalam ...