Soekarno Cup 2026 melibatkan wasit dan perangkat pertandingan perempuan sebagai wujud komitmen terhadap kesetaraan kesempatan serta meritokrasi dalam pembinaan sepak bola usia muda.
SURABAYA – Turnamen sepak bola usia muda Soekarno Cup 2026 menegaskan komitmennya terhadap kesetaraan kesempatan dengan melibatkan wasit perempuan dan perangkat pertandingan perempuan dalam ajang yang diikuti 400 talenta muda dari 16 provinsi. Langkah ini menjadi penegasan bahwa kepemimpinan di lapangan ditentukan oleh kompetensi, bukan jenis kelamin.
Pengarah Panitia Soekarno Cup 2026, Deni Wicaksono, mengatakan pelibatan wasit perempuan merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem sepak bola yang inklusif, profesional, dan memberikan kesempatan yang sama bagi siapa pun yang memiliki kapasitas.
Menurutnya, kehadiran perempuan sebagai bagian dari perangkat pertandingan bukan sekadar memenuhi aspek representasi, tetapi merupakan bentuk kepercayaan terhadap kompetensi yang telah mereka miliki.
“Sepak bola adalah ruang prestasi. Siapa pun yang memiliki kapasitas, integritas, dan kompetensi berhak mendapatkan kesempatan yang sama. Pelibatan wasit perempuan dan perangkat pertandingan seperti match commissioner di Soekarno Cup 2026 merupakan wujud kepercayaan bahwa perempuan mampu berkiprah dan memberikan kontribusi penting dalam dunia olahraga, termasuk pada aspek kepemimpinan di lapangan,” ujar Deni, Rabu (29/7/2026).
Baca juga: Panitia Bidik Soekarno Cup 2026 Jadi Turnamen Berstandar Nasional
Ia menambahkan, secara filosofis Soekarno Cup membawa semangat bahwa sepak bola tidak boleh menjadi ruang eksklusif bagi kelompok tertentu. Sebaliknya, olahraga harus menjadi wadah yang membuka kesempatan seluas-luasnya berdasarkan kualitas, dedikasi, dan profesionalisme.
“Ketika perempuan dipercaya memimpin jalannya pertandingan, kita sedang memberikan teladan kepada generasi muda bahwa kepemimpinan lahir dari kompetensi, bukan dari jenis kelamin,” tegas Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur sekaligus Wakil Ketua DPRD Jatim tersebut.
Soekarno Cup merupakan turnamen pembinaan sepak bola usia muda yang pertama kali digelar di Jakarta pada 2023, kemudian berlanjut di Bali pada 2025. Tahun ini, turnamen akan berlangsung di Surabaya, Bangkalan, dan Gresik pada 10–24 Agustus 2026 dengan diikuti 16 provinsi dan sekitar 400 pemain muda dari berbagai daerah di Indonesia.
Turnamen tersebut juga telah mengantongi rekomendasi resmi dari PSSI dan menjadi bagian dari penguatan ekosistem pembinaan usia muda yang saling melengkapi dengan kompetisi seperti Piala Soeratin dan Elite Pro Academy (EPA).
Deni menjelaskan, wasit perempuan yang bertugas telah mengantongi lisensi nasional dan berpengalaman memimpin pertandingan bergengsi, termasuk final Piala Pertiwi Allstar, Piala Soeratin, serta berbagai kompetisi resmi PSSI di tingkat provinsi maupun nasional.
Selain wasit, Soekarno Cup juga melibatkan match commissioner perempuan yang telah memiliki sertifikasi resmi dari PSSI.
Sementara itu, Wakil Ketua Panitia Pelaksana Soekarno Cup 2026, Eri Irawan, menegaskan pelibatan perempuan dalam perangkat pertandingan merupakan bagian dari upaya membangun budaya sepak bola Indonesia yang modern dan berorientasi pada meritokrasi.
Ia memastikan seluruh perangkat pertandingan ditunjuk berdasarkan standar kompetensi, pengalaman memimpin pertandingan, penguasaan Laws of the Game, serta kesiapan fisik dan mental.
“Seluruh perangkat pertandingan yang bertugas telah melalui proses penugasan sesuai kualifikasi, pengalaman memimpin pertandingan, pemahaman terhadap Laws of the Game, serta kesiapan fisik dan mental dalam mengawal jalannya pertandingan,” kata Eri.
Menurutnya, langkah tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas penyelenggaraan Soekarno Cup 2026, tetapi juga membuka peluang lebih luas bagi perempuan untuk berkarier sebagai wasit maupun profesi lain dalam industri sepak bola nasional. (goek)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS












