Jumat
10 Juli 2026 | 10 : 42

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Politik yang Tumbuh dari Tradisi Belajar

pdip-jatim-240301-sub

DI tengah politik yang semakin cepat bergerak, ukuran keberhasilan seorang politisi kerap disederhanakan pada seberapa besar elektabilitas, seberapa ramai pemberitaan, atau seberapa sering muncul di ruang publik. Padahal, politik yang bertahan lama tidak hanya dibangun oleh popularitas, tetapi juga oleh tradisi berpikir, kedisiplinan belajar, dan keteguhan memegang prinsip.

Pandangan itu disampaikan politisi senior PDI Perjuangan Jawa Timur, Sri Untari Bisowarno, ketika mengenang perjalanan Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto yang bertepatan dengan momentum hari ulang tahunnya pada Juli ini.

Bagi Untari, perjalanan Hasto bukan sekadar kisah seorang politisi yang meniti karier hingga menjadi sekretaris jenderal partai. Yang lebih penting adalah proses panjang yang ditempuhnya melalui belajar, berdiskusi, membaca, dan memperkaya wawasan.

“Mas Hasto adalah sosok yang sejak muda memilih jalan politik. Pilihan itu tidak dijalani secara instan, tetapi dibangun melalui proses belajar yang panjang dan konsisten,” ujarnya di Surabaya, Jumat (10/6/2026).

Pandangan tersebut sesungguhnya menyentuh persoalan yang lebih luas. Politik modern membutuhkan pemimpin yang mampu membaca perubahan zaman sekaligus memahami akar persoalan masyarakat. Kapasitas itu tidak lahir dalam semalam, melainkan melalui kebiasaan belajar yang terus dipelihara.

Menurut Untari, seorang pemimpin tidak cukup hanya memiliki kemampuan membangun dukungan politik. Ia juga harus memiliki keberanian menyampaikan gagasan dan keluasan cara pandang.

Karena itu, ia melihat kebiasaan Hasto mendalami berbagai disiplin ilmu hingga meraih gelar doktor bukan sekadar pencapaian akademik, melainkan bagian dari proses membangun kualitas kepemimpinan.

Bagi Untari, kapasitas intelektual juga harus berjalan beriringan dengan konsistensi menjalankan amanat organisasi.

Ia mencontohkan, Hasto tetap menjalankan penugasan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri untuk mendaki gunung meski dalam kondisi mengalami cedera pada kaki.

“Bagi Mas Hasto, amanat adalah tanggung jawab yang harus ditunaikan,” katanya.

Namun, refleksi Untari tidak berhenti pada sosok Hasto semata. Ia melihat politik pada hakikatnya adalah ruang pengabdian yang menuntut karakter, bukan sekadar strategi memenangkan kontestasi.

Dalam pandangannya, politik akan kehilangan makna apabila hanya dipahami sebagai perebutan kekuasaan. Sebaliknya, politik akan memberi manfaat ketika dijalankan dengan gagasan, integritas, dan keberanian mempertahankan nilai yang diyakini.

Pemikiran Bung Karno dan kepemimpinan Megawati Soekarnoputri, menurut Untari, menjadi salah satu sumber nilai yang membentuk cara pandang tersebut. Nilai-nilai itu tidak berhenti sebagai bahan diskusi, tetapi diterjemahkan dalam kerja-kerja politik sehari-hari.

Di tengah dinamika politik nasional yang terus berubah, Untari meyakini kebutuhan terhadap pemimpin yang berpikir, terus belajar, dan berpegang pada prinsip justru semakin besar.

“Bagi saya, Mas Hasto menunjukkan bahwa politik bukan hanya soal memenangkan kontestasi, tetapi juga tentang menjaga gagasan, membangun karakter, dan tetap teguh pada nilai-nilai perjuangan,” ujarnya.

Barangkali di situlah letak pelajaran yang paling penting. Politik tidak semata-mata diukur dari seberapa tinggi seseorang berdiri di panggung kekuasaan, melainkan dari seberapa kuat ia membangun gagasan, merawat integritas, dan menyiapkan estafet kepemimpinan bagi generasi berikutnya. (yols/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim Minta Pengaturan Fasilitasi Reses Diperjelas

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim meminta pengaturan fasilitasi reses dalam Raperda dirumuskan lebih jelas agar ...
KOLOM

Politik yang Tumbuh dari Tradisi Belajar

DI tengah politik yang semakin cepat bergerak, ukuran keberhasilan seorang politisi kerap disederhanakan pada ...
EKSEKUTIF

Pemkot Surabaya Bantu 7.380 Siswa Keluarga Prasejahtera, Eri: Jangan Ada Anak Putus Sekolah karena Biaya

Pemkot Surabaya menyalurkan bantuan pendidikan kepada 7.380 siswa dari keluarga desil 1 hingga 5 untuk memastikan ...
EKSEKUTIF

Pemkab Lumajang dan FKUB Perkuat Kolaborasi, Rawat Kerukunan demi Stabilitas Daerah

LUMAJANG – Pemerintah Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, terus memperkuat kolaborasi bersama Forum Kerukunan Umat ...
KABAR CABANG

DPC PDI Perjuangan Kota Blitar Rutin Gelar Dapur Umum Gotong Royong Setiap Tanggal 10

DPC PDI Perjuangan Kota Blitar rutin menggelar Dapur Umum Gotong Royong setiap tanggal 10 sebagai aksi sosial untuk ...
LEGISLATIF

Eko Herdiyanto Kawal Pembaruan Data Bansos di Kota Malang agar Tepat Sasaran

Ketua Komisi D DPRD Kota Malang Eko Herdiyanto akan mengawal pembaruan data bansos dan mendorong verifikasi ...