BANGKALAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan terus memperkuat transformasi pelayanan kesehatan sebagai bagian dari komitmen mewujudkan masyarakat yang sehat, produktif, dan sejahtera.
Hal tersebut ditegaskan Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, saat memberikan arahan kepada seluruh kepala puskesmas dan pejabat struktural Dinas Kesehatan dalam kegiatan Penguatan Tatanan Kesehatan Kabupaten Bangkalan di Aula Dinas Kesehatan Bangkalan, Rabu (8/7/2026).
Menurutnya, salah satu langkah yang akan dilakukan adalah memanfaatkan sistem CCTV yang terintegrasi dengan Command Center Dinas Kesehatan sebagai instrumen pengawasan untuk memastikan kedisiplinan petugas sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Kesehatan merupakan investasi utama pembangunan daerah. Karena itu saya berharap seluruh jajaran Dinas Kesehatan dan puskesmas terus meningkatkan profesionalisme, disiplin, serta menghadirkan pelayanan yang cepat, ramah, dan berkualitas,” ujar Lukman.
Lukman juga menekankan pentingnya pemenuhan gizi dan edukasi keluarga dalam upaya percepatan penurunan angka stunting. Pemkab Bangkalan, tambah dia, merencanakan program pemberian susu gratis bagi ibu hamil dan balita yang disertai penguatan peran kader kesehatan dalam memberikan edukasi mengenai pola asuh dan pemenuhan gizi anak.
Dia juga menyoroti pentingnya pemerataan tenaga kesehatan, khususnya dokter, melalui mekanisme rotasi antarpuskesmas sehingga pelayanan kesehatan dapat dirasakan lebih merata oleh seluruh masyarakat.
Selain itu, ia meminta sinergi lintas sektor terus diperkuat dengan melibatkan pemerintah desa, institusi pendidikan, tokoh masyarakat, dan tokoh agama untuk mendukung berbagai program kesehatan, terutama peningkatan cakupan imunisasi dan edukasi hidup sehat.
Pemkab Bangkalan akan mempercepat pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG), meningkatkan validasi data Universal Health Coverage (UHC), memperkuat edukasi imunisasi kepada masyarakat, melakukan pemerataan tenaga dokter, serta mempercepat penyelesaian perizinan IPAL dan pembangunan fasilitas pelayanan kesehatan.
“Dengan kerja sama dan komitmen seluruh pihak, saya optimistis pelayanan kesehatan di Kabupaten Bangkalan akan semakin baik dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat,” terang Ketua DPC PDI Perjuangan Bangkalan itu.
Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan, Nunuk Kristiani, memaparkan sejumlah capaian program kesehatan beserta tantangan yang masih dihadapi.
Ia menjelaskan, capaian Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) baru mencapai sekitar 10 persen, masih di bawah target nasional sebesar 26,8 persen. Sementara itu, cakupan kepesertaan aktif Universal Health Coverage (UHC) telah mencapai 79,4 persen atau hampir memenuhi target 80 persen.
Dinas Kesehatan juga mencatat adanya Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi, yakni 125 kasus campak, satu kasus Tetanus Neonatorum (TN), serta tiga kasus difteri dan pertusis.
Rendahnya cakupan imunisasi dasar akibat masih adanya penolakan dari sebagian masyarakat menjadi salah satu faktor penyebab kondisi tersebut.
Tantangan lain yang disampaikan meliputi belum meratanya distribusi tenaga dokter di sejumlah Puskesmas, serta belum tuntasnya dokumen perizinan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di sebagian besar fasilitas kesehatan.
“Berbagai tantangan tersebut membutuhkan dukungan dan sinergi lintas sektor agar target pembangunan kesehatan daerah dapat tercapai secara optimal,” ujar Nunuk. (hzm/set)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS













