Rabu
14 Oktober 2026 | 7 : 00

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Doding Rahmadi Tegaskan Komitmen Lestarikan Keris sebagai Warisan Budaya Trenggalek

pdip jatim 260708 suran agung di tugu 1

TRENGGALEK – Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek Doding Rahmadi menegaskan komitmennya mendukung pelestarian keris sebagai warisan budaya yang menjadi bagian dari identitas masyarakat Trenggalek.

Komitmen tersebut diwujudkan dengan menghadiri Srengatan Agung Pusaka Parikesit yang digelar Paguyuban Parikesit di Desa Nglongsor, Kecamatan Tugu, bertepatan dengan momentum Suran Agung atau bulan Muharam.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya para pelestari keris untuk menjaga eksistensi pusaka Nusantara yang telah diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda sejak 25 November 2005.

Doding mengatakan keberadaan paguyuban pelestari keris menunjukkan bahwa tradisi dan kebudayaan di Trenggalek masih tumbuh kuat di tengah perkembangan zaman.

“Di Trenggalek ini banyak pelestari keris. Bahkan ternyata ada paguyubannya. Ini menunjukkan kekayaan budaya Trenggalek tidak kalah dengan daerah lain. Wakil rakyat hadir dalam setiap kegiatan, salah satunya budaya,” ujarnya, Rabu (8/7/2026).

Menurut Sekretaris DPC PDI Perjuangan Trenggalek itu, keris bukan sekadar benda pusaka, tetapi juga menjadi bukti jejak peradaban Nusantara yang hidup dan berkembang di Trenggalek.

Karena itu, pelestarian budaya harus terus didukung melalui kolaborasi antara masyarakat, komunitas budaya, dan pemerintah daerah.

Ia menambahkan, Pemkab Trenggalek selama ini juga mendorong tumbuhnya berbagai paguyuban seni di setiap kecamatan, mulai dari paguyuban keris, tari, hingga jaranan, sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian budaya lokal.

“Kesenian jaranan misalnya, hampir setiap kecamatan dan desa memiliki paguyuban. Ini menjadi sinyal bahwa budaya di Trenggalek tetap lestari di tengah perkembangan zaman,” katanya.

Doding mencontohkan Kecamatan Dongko sebagai salah satu wilayah yang masih kuat menjaga tradisi leluhur. Selain dikenal sebagai daerah dengan banyak paguyuban jaranan Turangga Yaksa, masyarakat Dongko juga rutin menggelar tradisi baritan setiap malam 1 Sura sebagai bentuk doa bersama dan ungkapan syukur.

“Kami mengapresiasi masyarakat Dongko yang masih memegang kuat warisan budaya leluhur. Tradisi seperti ini perlu terus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” pungkasnya.

Srengatan Agung Pusaka Parikesit turut dihadiri para seniman, budayawan, sesepuh Trenggalek, serta Ketua Bidang Organisasi Sekretariat Nasional Perkerisan Indonesia (SNKI), Santoso Adi Wibowo, sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian keris dan budaya Nusantara. (azz/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Fraksi PDIP Usulkan MJC Digitalisasi 2.574 Pasar Rakyat Jatim, Libatkan 100 Talenta Muda

SURABAYA – Digitalisasi 2.574 pasar rakyat di Jawa Timur diusulkan melibatkan talenta muda melalui program ...
LEGISLATIF

Ony Setiawan Dorong Tuban Jadi Motor Ekonomi Pantura Berbasis Industri, Maritim, dan Pariwisata

SURABAYA – Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur Ony Setiawan mendorong Kabupaten Tuban dikembangkan sebagai motor ...
LEGISLATIF

Puan Desak Tambahan Pasokan BBM Bali Diikuti Perbaikan Distribusi hingga SPBU

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani mendesak pemerintah dan Pertamina memastikan tambahan pasokan bahan bakar ...
KRONIK

PDIP Surabaya Fokus Konsolidasi dan Kerja Kerakyatan untuk Menangkan Pemilu 2029

SURABAYA – DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya memprioritaskan konsolidasi organisasi dan penguatan kerja kerakyatan ...
KRONIK

Pemkab Banyuwangi Gelar Operasi Katarak Gratis, Bantu 4.869 Warga

BANYUWANGI –  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi melalui kolaborasi dengan Palang Merah Indonesia (PMI) ...
KRONIK

Apresiasi Dedikasi Guru Ngaji, Hj. Ansari PDIP Salurkan Bantuan untuk Nenek Suidah

PAMEKASAN – Ketulusan Nenek Suidah (100), guru ngaji sebatang kara asal Dusun Toronan, Desa Larangan Badung, ...