
MAGETAN – Kondisi infrastruktur dan fasilitas keselamatan jalan di sejumlah titik strategis Kabupaten Magetan dinilai masih minim dan membutuhkan penanganan segera.
Masalah ini terkuak dalam audiensi antara Anggota Komisi D DPRD Provinsi Jawa Timur, Diana Sasa, dengan Kasatlantas Polres Magetan, AKP Ade Andini, STK SIK MH.
Dalam pertemuan tersebut, Satlantas Polres Magetan memetakan sejumlah titik rawan kecelakaan yang fasilitas keselamatannya dinilai sangat urgen untuk ditingkatkan.
Kawasan-kawasan ini meliputi jalur dengan karakteristik arus padat hingga medan yang ekstrem.
Titik Krusial yang Butuh Penanganan
Berdasarkan kajian lapangan pihak kepolisian, terdapat dua titik utama di Magetan yang membutuhkan intervensi infrastruktur segera:
Pertigaan Tinap. Memiliki kepadatan arus kendaraan yang cukup tinggi, kawasan ini dinilai rawan memicu kecelakaan lalu lintas akibat belum adanya lampu pengatur lalu lintas (traffic light) yang memadai.
Jalur Twin Road dan Kawasan Sarangan. Sebagai jalur cepat dengan medan pegunungan yang rawan, kawasan ini sangat membutuhkan penambahan paku guardrail (pengaman pembatas jalan) untuk meminimalisasi fatalitas kecelakaan.
Selain kedua titik tersebut, perbaikan kondisi aspal jalan yang rusak, penambahan Penerangan Jalan Umum (PJU), serta kelengkapan rambu lalu lintas di berbagai sudut jalan provinsi di Magetan juga menjadi catatan yang harus segera diselesaikan.

Mengubah Paradigma Pembangunan Jalan
Merespons temuan tersebut, Anggota Komisi D DPRD Jatim dari Fraksi PDI Perjuangan, Diana Sasa, menegaskan bahwa masukan dari pihak kepolisian ini akan menjadi modal penting dalam mengawal anggaran daerah. Ia mengkritik kecenderungan pembangunan selama ini yang dinilai kerap mengabaikan faktor keselamatan.
”Selama ini pembahasan jalan sering hanya berfokus pada pembangunan fisik. Padahal aspek keselamatan pengguna jalan juga sangat penting. Karena itu kami ingin mendengar langsung masukan dari pihak yang setiap hari menangani kondisi di lapangan,” tegas Diana Sasa.

Dikawal ke APBD Jatim 2027
Persoalan infrastruktur keselamatan ini dipastikan tidak akan berhenti di meja diskusi. Diana Sasa menyatakan bahwa seluruh data kerawanan infrastruktur jalan di Magetan ini akan dijadikan bahan kajian utama dan dikomunikasikan secara intensif dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di tingkat provinsi.
Langkah taktis ini diambil sebagai persiapan matang menjelang pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Jawa Timur Tahun 2027, dengan harapan sinergi antara pemerintah daerah, provinsi, dan kepolisian dapat mempercepat realisasi perbaikan di lapangan.(rud/hs)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










