PDIP Trenggalek mendorong kader di lapangan aktif membantu warga mengurus BPJS nonaktif agar kembali bisa digunakan.
TRENGGALEK — DPC PDI Perjuangan Kabupaten Trenggalek mendorong seluruh kader banteng di tingkat bawah aktif membantu masyarakat terkait kepesertaan BPJS nonaktif agar kembali bisa digunakan, terutama bagi warga yang kesulitan mengakses layanan kesehatan.
Hal itu menjadi salah satu pembahasan utama dalam Rapat Koordinasi Cabang (Rakorcab) DPC PDI Perjuangan Trenggalek di Kantor DPC, Kelurahan Tamanan, Minggu (10/5/2026).
Rakorcab dipimpin Sekretaris DPC PDIP sekaligus Ketua DPRD Trenggalek, Doding Rahmadi, dan diikuti jajaran Fraksi PDIP, pengurus DPC, hingga Pengurus Anak Cabang (PAC) se-Kabupaten Trenggalek.
“Kita juga membahas permasalahan BPJS di masyarakat, mana yang nonaktif dan sebagainya. Teman-teman mengawal di lapangan bagaimana masyarakat kita bisa menikmati BPJS yang kemarin nonaktif bisa direaktivasi lagi,” ungkap Doding, Senin (11/5/2026).
Rakorcab tersebut digelar sebagai bagian dari konsolidasi internal partai pasca pelantikan jajaran PAC baru di seluruh kecamatan.
Menurut Doding, konsolidasi diperlukan agar seluruh struktur partai memiliki langkah yang sama dalam menjalankan fungsi pengabdian kepada masyarakat.

“Rapat koordinasi DPC dengan fraksi dan PAC ini membahas tugas-tugas kepartaian kita. Bagaimana kita bisa berjuang lebih maksimal lagi kepada masyarakat,” jelasnya.
Suasana rapat berlangsung cukup cair namun serius. Para kader bergantian menyampaikan laporan persoalan warga yang ditemui di lapangan, mulai dari layanan kesehatan hingga kebutuhan advokasi sosial masyarakat kecil.
Doding menegaskan, perhatian terhadap layanan kesehatan menjadi bagian penting dari kerja-kerja kerakyatan partai.
Karena itu, kader di tingkat PAC hingga ranting diminta tidak hanya aktif saat agenda politik, tetapi juga hadir membantu masyarakat dalam persoalan sehari-hari.
“Ke depan bagaimana kesehatan masyarakat kita semakin baik. Itu hal-hal yang kita bahas dalam rapat koordinasi ini untuk memantapkan pergerakan partai di lapangan,” tegasnya.
Selain isu BPJS, Rakorcab juga membahas penguatan advokasi masyarakat serta langkah memperkuat soliditas organisasi hingga tingkat bawah.
Melalui Rakorcab tersebut, DPC PDI Perjuangan Trenggalek berharap seluruh kader semakin responsif terhadap persoalan rakyat. Terutama dalam memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses pelayanan dasar, termasuk layanan kesehatan.
Di tengah dinamika ekonomi masyarakat bawah yang masih berat, persoalan BPJS nonaktif disebut menjadi salah satu keluhan yang paling sering ditemui kader di lapangan.
Karena itu, partai meminta seluruh struktur bergerak lebih cepat membantu proses pendampingan dan reaktivasi kepesertaan warga yang bermasalah. (aris/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










