Novita Hardini mendorong event desa wisata tak hanya meriah, tetapi juga berdampak bagi ekonomi warga dan lingkungan.
PONOROGO — Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini, menegaskan bahwa penyelenggaraan event nasional di Indonesia harus mulai bergeser dari sekadar mengejar kemeriahan menuju event yang lebih humanis, berkelanjutan, dan berdampak nyata bagi masyarakat lokal.
Pernyataan itu disampaikan Novita saat membuka kegiatan Peningkatan Kapasitas Event Nasional Berkualitas Berbasis Desa Wisata di Taman Jatimori, Ponorogo, Minggu (10/5/2026).
Menurut politisi PDI Perjuangan tersebut, keberhasilan sebuah event hari ini tidak cukup hanya diukur dari ramainya penonton atau bagusnya dokumentasi acara.
“Event adalah ruang pertemuan antarmanusia. Tempat lahirnya cerita, harapan, inspirasi, dan kebersamaan,” ujar Novita.

Dia menilai, event nasional yang berkualitas harus mampu memberi dampak ekonomi sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan dan budaya lokal.
Ia menyoroti pentingnya menghadirkan kegiatan yang tidak menghabiskan sumber daya secara berlebihan serta tetap memberdayakan masyarakat sekitar.
“Kita ingin menghadirkan event yang tidak menghabiskan sumber daya secara berlebihan, peduli lingkungan, serta memberdayakan masyarakat lokal,” katanya.
Di hadapan penggerak desa wisata, Novita juga menekankan bahwa masyarakat tidak boleh hanya dijadikan penonton dalam sebuah acara besar.
Menurutnya, event yang baik justru harus membuka ruang bagi pelaku UMKM kecil, seniman daerah, hingga pekerja di balik layar untuk ikut tumbuh bersama.

Ia menyebut konsep event humanis menjadi penting agar masyarakat benar-benar merasakan manfaat langsung dari sebuah kegiatan.
“Event yang humanis adalah event yang menghadirkan rasa. Ketika sebuah event diselenggarakan dengan hati, maka energi positifnya akan dirasakan banyak orang,” tambahnya.
Melalui kegiatan peningkatan kapasitas tersebut, Novita berharap desa wisata di Ponorogo dan sekitarnya mampu menjadi ruang tumbuh yang kreatif, inklusif, dan berdaya saing.
Menurutnya, sektor pariwisata dan ekonomi kreatif berbasis kerakyatan memiliki peluang besar menjadi penggerak ekonomi masyarakat desa.
Kegiatan itu turut dihadiri perwakilan Asdep Event Nasional Kementerian Pariwisata, Dinas Pariwisata Kabupaten Ponorogo, serta pakar dari Yayasan Jember Fashion Carnival (JFC). (jrs/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










