Bupati Blitar Rijanto apresiasi MA Ma’arif Udanawu dan Ponpes Al Ma’arif dalam mencetak generasi berkarakter dan berdaya saing.
BLITAR — Bupati Blitar, Rijanto, menyampaikan apresiasi tinggi kepada keluarga besar MA Ma’arif Udanawu dan Pondok Pesantren Al Ma’arif atas kontribusinya dalam dunia pendidikan serta perannya dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia di daerah.
Hal tersebut disampaikan saat menghadiri peringatan Maulid ke-42 MA Ma’arif Udanawu, Maulid ke-19 Pondok Pesantren Al Ma’arif Udanawu, sekaligus pelepasan santri kelas XII Tahun Pelajaran 2025/2026 di halaman kampus MA Ma’arif Bakung, Kecamatan Udanawu, Jumat (1/5/2026).
Rijanto menegaskan, lembaga pendidikan berbasis keagamaan memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kuat dalam nilai spiritual dan karakter.

“Terima kasih atas pengabdian MA Ma’arif Udanawu dan pondok pesantren yang telah berkontribusi mencetak generasi unggul. Ini bagian penting dalam membangun SDM berkualitas,” ucapnya.
Menurut Rijanto, dunia pendidikan saat ini dituntut adaptif terhadap perubahan zaman. Tidak cukup hanya mengejar capaian akademik, tetapi juga harus memperkuat karakter, keterampilan, dan daya saing lulusan.
“Ke depan, kami berharap MA Ma’arif Udanawu semakin maju dan mampu mencetak generasi yang siap bersaing secara global menuju Indonesia Emas 2045,” tegas politisi PDI Perjuangan tersebut.
Momentum itu juga menjadi ajang pelepasan ratusan siswa kelas XII. Tahun ini, sebanyak 569 siswa dinyatakan lulus dari MA Ma’arif Udanawu.

Dari jumlah tersebut, 30 siswa berprestasi dipilih sebagai perwakilan wisudawan sebagai bentuk apresiasi atas capaian akademik dan non-akademik.
Acara berlangsung khidmat dan penuh kebanggaan, dihadiri pengasuh pondok pesantren, dewan guru, wali santri, serta tamu undangan.
Pelepasan santri menjadi penanda akhir masa pendidikan sekaligus awal perjalanan baru bagi para lulusan, baik melanjutkan ke pendidikan tinggi maupun terjun ke masyarakat.
Rijanto menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga pendidikan dalam mencetak generasi masa depan.
Dengan kolaborasi tersebut, diharapkan lahir generasi muda yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak mulia dan mampu menjadi agen perubahan. (arif/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










