Selasa
28 April 2026 | 7 : 22

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Kasus Bunuh Diri Remaja Meningkat, DPRD Jatim Dorong Hotline Kesehatan Mental 24 Jam

pdip jatim 260201 saifudin batu 1

DPRD Jatim dorong hotline kesehatan mental 24 jam dan layanan konselor di Puskesmas untuk tangani kasus bunuh diri remaja.

SURABAYA — Meningkatnya kasus bunuh diri di kalangan remaja di Jawa Timur, termasuk peristiwa di kawasan Cangar, mendorong DPRD Jawa Timur untuk memperkuat layanan kesehatan mental yang lebih mudah diakses masyarakat.

Anggota Komisi A DPRD Jatim, Saifudin Zuhri, menegaskan perlunya langkah konkret, salah satunya dengan menghadirkan layanan hotline kesehatan mental yang aktif selama 24 jam.

“Remaja yang mengalami tekanan sering kali tidak punya ruang untuk bercerita, bahkan kepada keluarga. Karena itu, perlu ada hotline yang bisa diakses kapan saja,” ujar Saifudin, Selasa (28/4/2026).

Menurutnya, persoalan utama bukan hanya tekanan psikologis yang dialami remaja, tetapi juga minimnya ruang komunikasi yang aman dan terbuka.

Ia menilai hotline menjadi solusi awal agar remaja memiliki tempat untuk menyampaikan keluhan sebelum kondisi memburuk.

Selain hotline, legislator yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Batu ini pun mendorong pemerintah daerah memastikan keberadaan tenaga konselor di setiap Puskesmas serta lembaga pendidikan.

Layanan kesehatan mental, kata dia, harus menjadi bagian dari standar pelayanan dasar, sehingga masyarakat tidak kesulitan mengakses bantuan.

“Puskesmas harus siap dengan layanan konseling. Masyarakat harus tahu bahwa mereka punya tempat untuk berkonsultasi,” tegasnya.

Soroti Dampak Media Sosial

Saifudin juga menyoroti pengaruh media sosial yang dinilai dapat memperburuk kondisi mental remaja, terutama jika terdapat konten yang berpotensi memicu atau menormalisasi tindakan berbahaya.

Menurutnya, peran keluarga dan sekolah menjadi penting untuk membangun lingkungan yang lebih terbuka dan suportif.

Ia menekankan bahwa penanganan persoalan kesehatan mental tidak cukup hanya dengan regulasi yang bersifat reaktif terhadap kasus viral.

Diperlukan implementasi kebijakan yang konsisten dan berkelanjutan agar upaya pencegahan dapat berjalan efektif.

“Regulasi harus dijalankan secara nyata, bukan hanya muncul saat ada kasus,” pungkasnya. (yols/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Romy dan Pulung Turun ke Blitar, Konsolidasi Akar Rumput hingga Garap Ruang Digital Hadapi 2029

Romy Soekarno dan Pulung Agustanto konsolidasi PDIP di Blitar, dorong penguatan akar rumput dan strategi digital ...
LEGISLATIF

Kasus Bunuh Diri Remaja Meningkat, DPRD Jatim Dorong Hotline Kesehatan Mental 24 Jam

DPRD Jatim dorong hotline kesehatan mental 24 jam dan layanan konselor di Puskesmas untuk tangani kasus bunuh diri ...
KABAR CABANG

Juventus, Anak Muda dari Blimbing yang Memilih Masuk Politik

Cerita Juventus Ronaldo, kader muda PDI Perjuangan Kota Malang yang masuk politik untuk mengajak generasi muda ...
EKSEKUTIF

Eri Tegaskan Pasar Tumpah Harus Ditertibkan, Pedagang Diarahkan ke Pasar Resmi

Eri Cahyadi tegaskan pasar tumpah di Surabaya harus ditertibkan dan pedagang diarahkan ke pasar resmi demi ...
KRONIK

Kelompok Seni Tiban di Blitar Tumbuh Pesat sejak 2021, Jadi Tanda Kuatnya Kesadaran Budaya

Jumlah kelompok seni tiban di Blitar meningkat dari 6 menjadi 20 sejak 2021, didorong kesadaran masyarakat dan ...
LEGISLATIF

DPRD Jember Soroti Pergeseran Anggaran APBD, Minta Eksekutif Jaga Transparansi dan Kepatuhan Regulasi

DPRD Jember soroti pergeseran anggaran APBD, minta transparansi dan kepatuhan regulasi dalam pengelolaan keuangan ...