Sabtu
01 Agustus 2026 | 4 : 34

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Gelar Ngaji Budaya, Wiwin Sumrambah Ajak Masyarakat Kembali pada Akar Tradisi

pdip jatim 250128 wiwin

JOMBANG – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Wiwin Sumrambah, menekankan pentingnya sinergi antara nilai tradisi dan keagamaan sebagai tameng menghadapi dampak negatif globalisasi.

Hal tersebut disampaikan Wiwin dalam kegiatan Sosialisasi Dewan (Sowan) yang bertajuk “Ngaji Budaya” di Aula Bale Tani, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang, pada Jumat (24/4/2026).

Kegiatan ini dihadiri ratusan peserta yang didominasi oleh kaum ibu dari berbagai desa di wilayah setempat. Forum ini menjadi ruang dialog kultural untuk membahas pelestarian warisan lokal yang mulai tergerus oleh arus informasi dan perubahan zaman.

Wiwin mengatakan, globalisasi membawa dampak ganda yang berpotensi memisahkan masyarakat dari identitas aslinya. Karena itu, pemahaman kembali terhadap akar budaya menjadi krusial.

“Budaya dan agama adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan dalam kehidupan masyarakat kita. Melalui ngaji budaya, kita diajak untuk memahami kembali akar tradisi sekaligus memperkuat nilai-nilai spiritual,” ujar Wiwin di sela-sela kegiatan.

Menurut dia, peran perempuan, khususnya para ibu, sangat strategis dalam menjaga keberlangsungan nilai-nilai lokal di lingkungan keluarga. Keluarga, tambah dia, merupakan benteng pertama dalam menyaring pengaruh luar terhadap generasi muda.

“Dari rumah tanggalah karakter generasi masa depan dibentuk. Jika para ibu memiliki kesadaran budaya dan agama yang kuat, maka anak-anak juga akan tumbuh dengan identitas yang kokoh,” jelas Wiwin.

Dia berharap, melalui forum ini, masyarakat tidak hanya menjadi objek perubahan global, tetapi juga menjadi subjek aktif dalam merawat identitas budaya agar tetap relevan dengan dinamika zaman.

Dalam sesi diskusi interaktif, sejumlah peserta mengeluhkan lunturnya praktik kearifan lokal, seperti semangat gotong royong dan nilai sopan santun di kalangan generasi muda.

Siti Aminah (45), salah seorang warga yang hadir, mengaku mendapatkan perspektif baru mengenai keseimbangan antara kemajuan zaman dan nilai tradisional.

“Kami jadi lebih paham bagaimana tetap mengikuti perkembangan, tapi tidak kehilangan jati diri sebagai masyarakat yang berbudaya dan religius,” ujarnya. (fathir/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Warga Ginuk Magetan Gotong Royong Perbaiki Jalan, Rita Haryati Sawer 27 Drum Aspal

MAGETAN – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Magetan, Rita Haryati turut kerja bakti dan membaur bersama ...
LEGISLATIF

DPRD Minta Pemkab Jember Tak Tergesa Berutang Rp786 Miliar

JEMBER – Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Jember, Widarto, meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember tidak ...
LEGISLATIF

Anas Karno Minta Camat hingga RT/RW Perkuat Deteksi Dini Cegah Konflik Sosial

Sekretaris Komisi A DPRD Surabaya Anas Karno meminta camat, lurah, RT, dan RW memperkuat deteksi dini untuk ...
EKSEKUTIF

Rijanto Minta Sertipikat Program PPTPKH Dimanfaatkan untuk Kembangkan Usaha dan Tingkatkan Ekonomi Keluarga

Bupati Blitar Rijanto meminta masyarakat memanfaatkan sertipikat tanah Program PPTPKH sebagai modal mengembangkan ...
LEGISLATIF

Deni Wicaksono: Infrastruktur Jadi Aspirasi Terbesar Warga Saat Reses di Dapil IX

TRENGGALEK – Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur, Deni Wicaksono, memastikan akan mengawal aspirasi masyarakat ...
LEGISLATIF

Puan Maharani Minta Pemerintah Tetapkan Krisis Air Bersih sebagai Prioritas Nasional

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani meminta pemerintah segera menetapkan penanganan krisis air bersih akibat ...