Selasa
03 November 2026 | 10 : 53

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Gelar Ngaji Budaya, Wiwin Sumrambah Ajak Masyarakat Kembali pada Akar Tradisi

pdip jatim 250128 wiwin

JOMBANG – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Wiwin Sumrambah, menekankan pentingnya sinergi antara nilai tradisi dan keagamaan sebagai tameng menghadapi dampak negatif globalisasi.

Hal tersebut disampaikan Wiwin dalam kegiatan Sosialisasi Dewan (Sowan) yang bertajuk “Ngaji Budaya” di Aula Bale Tani, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang, pada Jumat (24/4/2026).

Kegiatan ini dihadiri ratusan peserta yang didominasi oleh kaum ibu dari berbagai desa di wilayah setempat. Forum ini menjadi ruang dialog kultural untuk membahas pelestarian warisan lokal yang mulai tergerus oleh arus informasi dan perubahan zaman.

Wiwin mengatakan, globalisasi membawa dampak ganda yang berpotensi memisahkan masyarakat dari identitas aslinya. Karena itu, pemahaman kembali terhadap akar budaya menjadi krusial.

“Budaya dan agama adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan dalam kehidupan masyarakat kita. Melalui ngaji budaya, kita diajak untuk memahami kembali akar tradisi sekaligus memperkuat nilai-nilai spiritual,” ujar Wiwin di sela-sela kegiatan.

Menurut dia, peran perempuan, khususnya para ibu, sangat strategis dalam menjaga keberlangsungan nilai-nilai lokal di lingkungan keluarga. Keluarga, tambah dia, merupakan benteng pertama dalam menyaring pengaruh luar terhadap generasi muda.

“Dari rumah tanggalah karakter generasi masa depan dibentuk. Jika para ibu memiliki kesadaran budaya dan agama yang kuat, maka anak-anak juga akan tumbuh dengan identitas yang kokoh,” jelas Wiwin.

Dia berharap, melalui forum ini, masyarakat tidak hanya menjadi objek perubahan global, tetapi juga menjadi subjek aktif dalam merawat identitas budaya agar tetap relevan dengan dinamika zaman.

Dalam sesi diskusi interaktif, sejumlah peserta mengeluhkan lunturnya praktik kearifan lokal, seperti semangat gotong royong dan nilai sopan santun di kalangan generasi muda.

Siti Aminah (45), salah seorang warga yang hadir, mengaku mendapatkan perspektif baru mengenai keseimbangan antara kemajuan zaman dan nilai tradisional.

“Kami jadi lebih paham bagaimana tetap mengikuti perkembangan, tapi tidak kehilangan jati diri sebagai masyarakat yang berbudaya dan religius,” ujarnya. (fathir/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Sri Untari Ajak Emak-emak Malang Pilah Sampah dari Rumah, Limbah Bisa Jadi Sumber Cuan

MALANG – Kesadaran memilah sampah dari rumah mulai tumbuh di kalangan warga Kota Malang setelah mengikuti ...
KRONIK

Warga Tanpa Identitas Luput dari Bansos, Widarto Sebut Kemiskinan Bukan Sekadar Angka Statistik

JEMBER – Penurunan jumlah penduduk miskin di Kabupaten Jember sekitar 15 ribu orang dalam setahun terakhir belum ...
EKSEKUTIF

Inovasi Sosialisasi Regulasi, Pemkab Ngawi Gelar Lomba Cerdas Cermat Tata Ruang Libatkan Warga

NGAWI – Pemerintah Kabupaten Ngawi melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) menggelar Festival Tata ...
KRONIK

Aris Sulawan Bersama Warga Walikukun Gotong Royong Bangun Sejumlah Bak Sampah

NGAWI – Keterbatasan fasilitas pembuangan sampah masih menjadi persoalan kebersihan lingkungan di sejumlah wilayah ...
EKSEKUTIF

BKK Desa di Ngawi dari P-APBD 2026 Kisaran Rp 100 – 200 Juta

NGAWI – Sebanyak 122 desa di Kabupaten Ngawi mendapatkan alokasi Bantuan Keuangan Khusus (BKK) desa pada perubahan ...
KRONIK

Buyer Filipina Tertarik Kopi Banyuwangi, Bupati Ipuk Dorong Peluang Ekspor

BANYUWANGI – Kopi Banyuwangi menarik perhatian buyer asal Filipina. Sembilan calon pembeli dari negara tersebut ...