BLITAR — Bupati Blitar, Rijanto, meninjau pelaksanaan Tes Kemampuan Akademis (TKA) jenjang SMP di sejumlah sekolah, Kamis (9/4/2026), sebagai bagian dari upaya mendorong peningkatan kualitas pendidikan daerah agar mampu bersaing di tingkat nasional.
Peninjauan dilakukan di SMP Negeri 1 Kanigoro, SMP Negeri 1 Wlingi, dan SMP Negeri 2 Wlingi. Dari hasil pemantauan, pelaksanaan TKA berjalan tertib, lancar, dan sesuai standar.
Rijanto menegaskan, TKA tidak sekadar agenda evaluasi rutin, tetapi instrumen strategis untuk memetakan kemampuan akademik siswa secara objektif sekaligus membaca kualitas pembelajaran di tiap sekolah.
“TKA ini penting untuk memastikan sejauh mana capaian pembelajaran siswa, sekaligus menjadi dasar meningkatkan mutu pendidikan secara menyeluruh,” ujarnya.
Menurutnya, hasil TKA akan menjadi pijakan penting bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan pendidikan yang lebih tepat sasaran, sehingga kualitas pendidikan di Kabupaten Blitar dapat terus ditingkatkan dan mampu sejajar dengan standar nasional.

Pelaksanaan TKA tahun ini digelar serentak di sekolah negeri dan swasta pada 6–14 April 2026, terbagi dalam empat gelombang dengan waktu ujian pukul 07.00 hingga 15.30 WIB.
Politisi PDI Perjuangan itu menekankan, TKA bukan penentu kelulusan, melainkan salah satu syarat untuk melanjutkan ke jenjang SMA atau SMK. Dengan pendekatan ini, evaluasi pendidikan diharapkan lebih berorientasi pada pemetaan kompetensi, bukan sekadar hasil akhir.
Dalam peninjauan tersebut, juga ditemukan satu siswa SMP Negeri 1 Wlingi belum mengikuti TKA pada jadwal awal karena mewakili daerah dalam ajang Putera/Puteri Pelajar tingkat nasional. Pemerintah memastikan siswa tersebut tetap dapat mengikuti ujian melalui skema susulan.
Panitia telah menyiapkan gelombang lanjutan bagi peserta yang berhalangan hadir, sebagai bentuk komitmen menjaga keadilan dan inklusivitas dalam sistem pendidikan.
Dengan pelaksanaan TKA yang terukur dan adaptif, Pemkab Blitar berharap kualitas pendidikan daerah tidak hanya meningkat, tetapi juga mampu mencetak generasi unggul yang siap bersaing di tingkat nasional menuju Indonesia Emas 2045. (arif/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










