MALANG – Ketua Komisi D DPRD Kota Malang, Eko Herdiyanto, berkomitmen mengawal ketat penyaluran program beasiswa pendidikan yang akan direalisasikan Pemerintah Kota Malang pada 2026.
Pengawasan ini dilakukan untuk memastikan program yang menyasar sekitar 1.000 lebih pelajar tersebut benar-benar tepat sasaran, khususnya bagi siswa dari keluarga kurang mampu, di tengah masih tingginya angka putus sekolah di Kota Malang.
Eko menegaskan, akurasi data penerima menjadi kunci utama keberhasilan program tersebut. Karena itu, pihaknya saat ini melakukan monitoring intensif sembari menunggu data final dari dinas terkait.
“Kami terus melakukan monitoring sambil menunggu data yang konkret dan valid dari dinas. Setelah itu akan kami evaluasi agar program ini benar-benar membantu siswa yang membutuhkan,” ujarnya, Kamis (19/3/2026).
Berdasarkan data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang, tercatat sekitar 1.700 anak mengalami putus sekolah. Meski angka tersebut disebut menurun dibandingkan tahun sebelumnya, Eko menilai masih ada potensi data riil di lapangan lebih tinggi.
“Masih ada kemungkinan angka sebenarnya lebih besar. Karena itu, kami mendorong penguatan sistem pendataan agar lebih akurat dan menyeluruh,” tambah Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Malang tersebut.
Untuk mendukung program tersebut, Pemkot Malang telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp8,3 miliar dalam APBD 2026. Anggaran ini ditujukan untuk 1.151 pelajar dan mahasiswa, dengan rincian bantuan per bulan sebesar Rp220 ribu untuk siswa SD, Rp330 ribu untuk SMP, Rp440 ribu untuk SMA/SMK, dan Rp2 juta untuk mahasiswa.
Eko juga mendorong Pemkot Malang menetapkan target ambisius, yakni menekan angka putus sekolah hingga nol, sejalan dengan status Kota Malang sebagai kota pendidikan.
Ia menambahkan, jika program beasiswa ini terbukti efektif dan tepat sasaran, DPRD membuka peluang untuk memperluas cakupan bantuan, termasuk dukungan tambahan seperti perlengkapan sekolah.
“Kalau program ini efektif, ke depan bisa dikembangkan lagi. Misalnya bantuan alat tulis, karena untuk seragam gratis sudah berjalan,” tandasnya. (ull/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS











