Kamis
22 Oktober 2026 | 10 : 49

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Tawur Kesanga Jadi Pengingat, Luqman Soroti Ancaman Lunturnya Budaya

pdip jatim 260319 ogoh ogoh ponggok 1

BLITAR – Di tengah derasnya arus modernisasi yang kian menggerus nilai-nilai lokal, perayaan Tawur Kesanga di Desa Ponggok, Kecamatan Ponggok, Rabu (18/3/2026), hadir sebagai pengingat kuat bahwa tradisi tidak boleh kehilangan tempat dalam kehidupan masyarakat.

Nuansa khidmat sekaligus semarak terasa dalam prosesi yang menjadi bagian dari rangkaian Hari Raya Nyepi tersebut.

Pawai ogoh-ogoh yang digelar bukan sekadar ritual keagamaan, melainkan representasi hidup dari warisan budaya yang terus dijaga lintas generasi.

Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Blitar, Luqman Indra Laksono, hadir langsung dalam kegiatan itu. Ia menegaskan bahwa tradisi seperti Tawur Kesanga bukan hanya simbol budaya, tetapi fondasi penting yang membentuk identitas bangsa.

“Modernisasi tidak boleh membuat kita tercerabut dari akar budaya. Kalau tradisi ini hilang, kita bukan hanya kehilangan budaya, tapi juga kehilangan arah sebagai bangsa,” tegasnya.

Prosesi pawai dimulai dari Pura Sri Giri Dharma Jati Ponggok. Ogoh-ogoh yang diarak mengelilingi desa menjadi daya tarik tersendiri bagi warga.

Di balik bentuknya yang artistik, ogoh-ogoh menyimpan makna filosofis tentang Bhuta Kala—simbol energi negatif yang harus dinetralisir menjelang Nyepi.

Kegiatan ini turut dihadiri jajaran pemerintah setempat, mulai dari Camat Ponggok, Kepala Desa Ponggok, hingga tokoh masyarakat. Keterlibatan Banser dalam pengamanan juga memperlihatkan kuatnya gotong royong dan toleransi lintas elemen di masyarakat.

Bagi Luqman, inilah wajah asli Indonesia—di mana tradisi dan toleransi berjalan beriringan, bukan sekadar jargon.

“Kita tidak cukup hanya bicara toleransi. Di sini kita melihat langsung bagaimana masyarakat menjaga harmoni, sekaligus merawat tradisi sebagai jati diri,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa tantangan terbesar saat ini adalah memastikan generasi muda tetap terhubung dengan akar budayanya. Tanpa keterlibatan mereka, tradisi berpotensi menjadi sekadar seremoni tanpa makna.

“Generasi muda jangan sampai hanya jadi penonton. Mereka harus jadi pelaku, pewaris, sekaligus penjaga tradisi. Kalau tidak, kita bisa jadi asing di tanah sendiri,” katanya.

Menurutnya, nilai-nilai dalam Tawur Kesanga juga relevan dengan kehidupan modern, terutama dalam menjaga keseimbangan antara manusia, alam, dan lingkungan sosial.

“Pembangunan tidak cukup hanya fisik. Ada dimensi spiritual dan kultural yang harus dijaga. Tradisi adalah pondasi karakter bangsa,” imbuhnya.

Perayaan Tawur Kesanga di Ponggok tahun ini tak hanya menjadi ritual tahunan, tetapi juga pesan kuat bahwa di tengah perubahan zaman, tradisi tetap harus berdiri sebagai penopang identitas dan perekat persatuan. (arif/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

UMKM

16 Pelaku UMKM Fatayat NU Gresik Terima Rombong Gratis dari Nila Yani

GRESIK – Sebanyak 16 pelaku UMKM dari anggota Fatayat NU Gresik mendapat bantuan rombong usaha gratis. Bantuan dari ...
KRONIK

Peringati Hari Santri, ASN Banyuwangi Kenakan Busana ala Santri Selama Sepekan

BANYUWANGI – Peringatan Hari Santri di Banyuwangi selalu mendapat perhatian lebih dari Pemkab Banyuwangi. Berbagai ...
KRONIK

HSN 2026, Bupati Fauzi Dorong Santri Kuasai Ilmu hingga Kembangkan Kewirausahaan

SUMENEP – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, mendorong para santri untuk memperkuat kualitas diri melalui ...
KRONIK

Sri Untari Ajak Emak-emak di Malang Berdoa Bersama Memohon Hujan

MALANG – Di tengah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan yang melanda sejumlah wilayah Jawa Timur, ...
KRONIK

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Ajak Santri Terus Mengabdi untuk Negeri

KABUPATEN PASURUAN – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Muhamad Zaini, mengajak seluruh santri untuk terus ...
LEGISLATIF

Lahan Terbakar di Jatim Capai Ribuan Hektare, Sri Untari Dorong Perencanaan Ekologis

SURABAYA – Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur Sri Untari Bisowarno mendorong penguatan perencanaan ekologis dan ...