Sabtu
05 September 2026 | 11 : 15

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Tawur Kesanga Jadi Pengingat, Luqman Soroti Ancaman Lunturnya Budaya

pdip jatim 260319 ogoh ogoh ponggok 1

BLITAR – Di tengah derasnya arus modernisasi yang kian menggerus nilai-nilai lokal, perayaan Tawur Kesanga di Desa Ponggok, Kecamatan Ponggok, Rabu (18/3/2026), hadir sebagai pengingat kuat bahwa tradisi tidak boleh kehilangan tempat dalam kehidupan masyarakat.

Nuansa khidmat sekaligus semarak terasa dalam prosesi yang menjadi bagian dari rangkaian Hari Raya Nyepi tersebut.

Pawai ogoh-ogoh yang digelar bukan sekadar ritual keagamaan, melainkan representasi hidup dari warisan budaya yang terus dijaga lintas generasi.

Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Blitar, Luqman Indra Laksono, hadir langsung dalam kegiatan itu. Ia menegaskan bahwa tradisi seperti Tawur Kesanga bukan hanya simbol budaya, tetapi fondasi penting yang membentuk identitas bangsa.

“Modernisasi tidak boleh membuat kita tercerabut dari akar budaya. Kalau tradisi ini hilang, kita bukan hanya kehilangan budaya, tapi juga kehilangan arah sebagai bangsa,” tegasnya.

Prosesi pawai dimulai dari Pura Sri Giri Dharma Jati Ponggok. Ogoh-ogoh yang diarak mengelilingi desa menjadi daya tarik tersendiri bagi warga.

Di balik bentuknya yang artistik, ogoh-ogoh menyimpan makna filosofis tentang Bhuta Kala—simbol energi negatif yang harus dinetralisir menjelang Nyepi.

Kegiatan ini turut dihadiri jajaran pemerintah setempat, mulai dari Camat Ponggok, Kepala Desa Ponggok, hingga tokoh masyarakat. Keterlibatan Banser dalam pengamanan juga memperlihatkan kuatnya gotong royong dan toleransi lintas elemen di masyarakat.

Bagi Luqman, inilah wajah asli Indonesia—di mana tradisi dan toleransi berjalan beriringan, bukan sekadar jargon.

“Kita tidak cukup hanya bicara toleransi. Di sini kita melihat langsung bagaimana masyarakat menjaga harmoni, sekaligus merawat tradisi sebagai jati diri,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa tantangan terbesar saat ini adalah memastikan generasi muda tetap terhubung dengan akar budayanya. Tanpa keterlibatan mereka, tradisi berpotensi menjadi sekadar seremoni tanpa makna.

“Generasi muda jangan sampai hanya jadi penonton. Mereka harus jadi pelaku, pewaris, sekaligus penjaga tradisi. Kalau tidak, kita bisa jadi asing di tanah sendiri,” katanya.

Menurutnya, nilai-nilai dalam Tawur Kesanga juga relevan dengan kehidupan modern, terutama dalam menjaga keseimbangan antara manusia, alam, dan lingkungan sosial.

“Pembangunan tidak cukup hanya fisik. Ada dimensi spiritual dan kultural yang harus dijaga. Tradisi adalah pondasi karakter bangsa,” imbuhnya.

Perayaan Tawur Kesanga di Ponggok tahun ini tak hanya menjadi ritual tahunan, tetapi juga pesan kuat bahwa di tengah perubahan zaman, tradisi tetap harus berdiri sebagai penopang identitas dan perekat persatuan. (arif/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

PDI Perjuangan Trenggalek Gelontor Ribuan Liter Air Bersih, Sehari Lima Desa Jadi Sasaran

TRENGGALEK – PDI Perjuangan Kabupaten Trenggalek menggelontorkan ribuan liter air bersih ke desa-desa yang ...
KRONIK

Banyuwangi Gelar “Festival Literasi Using”, Upaya Lestarikan Bahasa Daerah

BANYUWANGI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi menggelar Festival Literasi Using. Ajang ini menjadi cara ...
LEGISLATIF

Model Malang Berhasil, Untari Akan Perluas Pelestarian Aksara Jawa ke Seluruh Sekolah di Jatim

MALANG – Keberhasilan penerapan model pembelajaran dan pelestarian aksara Jawa di sejumlah sekolah di Malang ...
KRONIK

Waktu Tinggal Tiga Bulan, Widarto Pesimistis APBD Jember 2026 Terserap Optimal

JEMBER – Tambahan ruang fiskal Kabupaten Jember mencapai ratusan miliar rupiah. Namun, waktu untuk membelanjakannya ...
KRONIK

Di Tempat Hasto Dilahirkan, Demokrasi Dibicarakan Lewat Gamelan dan Tarian

YOGYAKARTA – Tidak ada kemewahan ruang pertemuan hotel. Tidak ada pendingin udara yang membuat suasana malam terasa ...
LEGISLATIF

Puan Dukung Penegakan Hukum 21 Badan Usaha Terkait Karhutla, Minta Prosesnya Transparan

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani mendukung langkah Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) melakukan penegakan hukum ...