Sabtu
23 Mei 2026 | 4 : 07

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Jelang Lebaran, Guru Ngaji Kabupaten Probolinggo Masih Menanti Insentif

IMG-20260318-WA0037_copy_797x549

KABUPATEN ​PROBOLINGGO — Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Probolinggo menyoroti keterlambatan pencairan tunjangan bagi para guru mengaji menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Pemerintah daerah diminta mempercepat proses verifikasi data agar insentif tersebut dapat diterima sebelum hari raya untuk membantu kebutuhan domestik para pendidik agama.

​Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Probolinggo dari Fraksi PDI Perjuangan, Arief Hidayat, menyatakan bahwa pihaknya menerima banyak keluhan dari para guru ngaji terkait ketidakpastian waktu pencairan.

​”Kami sangat prihatin. Aspirasi yang masuk menunjukkan betapa besarnya harapan para guru ngaji agar bantuan ini bisa cair sebelum Lebaran,” ujar Arief, yang akrab disapa Cak Dayat, Selasa (17/3/2026).

Kendala Verifikasi Data
​Berdasarkan koordinasi dengan pemerintah daerah, keterlambatan pencairan tahun ini disebabkan oleh proses pembersihan data atau verifikasi ulang.

Langkah ini diambil untuk menghindari adanya data ganda, menyusul temuan sejumlah penerima yang juga tercatat sebagai pendidik di lembaga keagamaan lain.

​Persoalan validitas data ini sebenarnya telah berulang kali diingatkan oleh legislatif, baik dalam pembahasan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) maupun Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Komisi IV.

​Meski demikian, Fraksi PDI Perjuangan mengapresiasi langkah Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) yang tengah melakukan percepatan.

“Harapan kami, proses verifikasi ini segera tuntas sehingga pencairan tahun ini bisa lebih cepat dari tahun sebelumnya,” tambah Arief.

Reformasi Mekanisme Penyaluran
​Selain persoalan teknis di lapangan, pembenahan sistem ini juga dipicu oleh perhatian Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait potensi hibah berulang. Ke depan, pemerintah daerah berencana mengubah mekanisme penyaluran bantuan.

​Jika sebelumnya bantuan diberikan melalui skema berbasis lembaga, ke depan akan dialihkan langsung kepada individu penerima. Perubahan ini diharapkan dapat:

  • ​Meningkatkan transparansi dan akuntabilitas penyaluran dana.
  • ​Meminimalkan potensi duplikasi data penerima.
  • Mempercepat distribusi karena memotong rantai birokrasi di tingkat lembaga.

​Namun, implementasi kebijakan ini tetap mensyaratkan basis data guru ngaji yang akurat, terintegrasi, dan diperbarui secara berkala.

Fraksi PDI Perjuangan berharap penataan data yang berlangsung saat ini menjadi fondasi perbaikan jangka panjang agar kendala serupa tidak terulang di masa depan.

​”Semoga upaya ini membawa hasil yang lebih baik, sehingga ke depan tunjangan dapat disalurkan tepat waktu dan tepat sasaran,” pungkas Arief.(drw/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

Pra Pelantikan, DPC Gresik Ajak Pengurus PAC Solid

GRESIK – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Gresik menggelar pertemuan pra pelantikan PAC se-kabupaten Gresik periode ...
KRONIK

Legislator PDIP Jombang Ini Kawal Legalitas Rumah Kelahiran Bung Karno Jadi Cagar Budaya

JOMBANG – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Jombang, Ady Artama Putra, menyatakan dukungan penuh ...
LEGISLATIF

Tinjau Potensi Ekspor Wonosalam, Mbak Estu: Kekuatan Pangan Dimulai dari Desa

JOMBANG – Anggota Komisi IV DPR RI, Hj. Sadarestuwati, melakukan kunjungan lapangan untuk meninjau langsung potensi ...
LEGISLATIF

Pertemuan dengan Ansor-Banser Ngawi, Diana Sasa Soroti Maraknya Kasus Pelecehan Seksual di Lingkungan Pendidikan Agama

NGAWI – Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dari Fraksi PDI Perjuangan, Diana AV Sasa mengungkapkan keprihatinannya ...
LEGISLATIF

Komisi E DPRD Jatim Pastikan Penataan Guru Honorer Rampung Tahun Ini

SURABAYA — Harapan ribuan guru honorer di Jawa Timur yang sempat dihantui ketidakpastian status kerja mulai ...
LEGISLATIF

Timwas Haji DPR Desak Izin KBIH yang Kapling Tenda Dicabut

JAKARTA — Tim Pengawas Haji yang juga Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Abidin Fikri mengecam keras praktik ...