Minggu
03 Mei 2026 | 12 : 34

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Gotong Royong Wujudkan Kota Atraktif, Mas Ipin Dorong Komunitas Jadi Motor Penggerak Ekonomi Trenggalek

pdip jatim 260315 masipin

TRENGGALEK – Pemerintah Kabupaten Trenggalek terus mematangkan konsep pembangunan Kota Atraktif sebagai arah pembangunan daerah dalam beberapa tahun ke depan, Minggu (15/3/2026).

Konsep ini diyakini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dengan menarik talenta, wisatawan, pelaku usaha, hingga investor untuk datang dan beraktivitas di Trenggalek.

Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, menegaskan bahwa keberhasilan kota atraktif tidak hanya bergantung pada pembangunan infrastruktur semata, tetapi juga pada partisipasi aktif masyarakat dan komunitas.

Menurutnya, semangat gotong royong harus hadir dalam pembangunan daerah, termasuk dalam menghidupkan ruang-ruang publik yang telah dibangun pemerintah.

“Komunitas selama ini sudah bergerak luar biasa. Contohnya komunitas di Desa Wonocoyo, Kecamatan Panggul, yang tahun ini akan maju mengikuti lomba desa tingkat ASEAN,” kata Mas Ipin, sapaan akrab Mochamad Nur Arifin.

Ia menjelaskan, tema pembangunan Trenggalek pada tahun 2026 difokuskan pada pembangunan dan penuntasan infrastruktur pendukung Kota Atraktif.

Selanjutnya, pada tahun 2027, pemerintah daerah akan menguatkan aktivitas masyarakat agar ruang-ruang kota yang telah dibangun benar-benar hidup.

“Kalau pemerintah tugasnya membangun kotanya, harapannya anak-anak muda dan komunitas yang mengisi ruang-ruang itu dengan aktivitas kreatif,” jelas lulusan Pascasarjana Universitas Airlangga Surabaya ini.

Untuk memperkuat peran generasi muda, Pemkab Trenggalek bahkan memisahkan Dinas Pemuda dan Olahraga agar lebih fokus mendorong keterlibatan anak muda dalam pembangunan daerah.

Mas Ipin memaparkan, sebuah kota dapat disebut atraktif apabila mampu menarik empat kelompok utama, yaitu talent, turis, trader, dan investor.

Pertama adalah talent atau sumber daya manusia unggul. Pemerintah daerah ingin Trenggalek menjadi tempat yang nyaman bagi para profesional dan tenaga terdidik, termasuk konsep digital nomad yang memungkinkan seseorang bekerja dari mana saja.

Dengan pengembangan kawasan wisata pantai, ketersediaan akomodasi, serta dukungan internet berkecepatan tinggi, Trenggalek diharapkan bisa menjadi pilihan bagi mereka yang ingin bekerja sambil menikmati suasana alam.

“Harapannya orang yang ingin slow living atau bekerja jarak jauh bisa tinggal di Trenggalek. Mereka bisa bekerja dari pinggir pantai, tinggal di sini, dan ekonominya juga bergerak di Trenggalek,” ungkap bupati yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Trenggalek tersebut.

Selain itu, pemerintah daerah juga membuka peluang berdirinya kampus baru dengan menyiapkan lahan hibah hingga ratusan hektare guna menarik kehadiran perguruan tinggi, termasuk yang bertaraf internasional.

“Kota-kota yang hidup biasanya dipenuhi talent. Karena itu kita siap menghibahkan tanah jika ada kampus yang ingin berdiri di Trenggalek,” tegasnya.

Target kedua adalah mendatangkan turis dengan meningkatkan kualitas destinasi wisata, mulai dari kebersihan, estetika kawasan, hingga fasilitas pendukung agar wisatawan betah tinggal lebih lama.

“Kita ingin spot wisata semakin bersih dan cantik sehingga wisatawan mau datang ke Trenggalek,” ujarnya.

Target berikutnya adalah trader atau pelaku usaha. Potensi komoditas lokal seperti porang, cengkeh, serta berbagai produk pertanian diharapkan mampu mendorong aktivitas perdagangan di daerah.

Sementara target keempat adalah investor, yakni menciptakan iklim investasi yang kondusif agar penanam modal tertarik mengembangkan usaha di Trenggalek.

Dalam mendukung konsep tersebut, berbagai program pemberdayaan komunitas juga akan diarahkan agar selaras dengan pengembangan kota atraktif. Misalnya, kelompok seni yang mendapatkan bantuan akan diarahkan untuk tampil rutin di kawasan wisata pada waktu kunjungan utama.

“Kita kasih dukungan, tapi dengan perjanjian mereka tampil di destinasi wisata saat prime time, seperti akhir pekan atau hari libur,” jelas Mas Ipin.

Selain itu, pemerintah daerah juga mendorong penguatan literasi digital bagi pelaku usaha muda. Di kawasan Pasar Pon Trenggalek, Pemkab menyiapkan studio lengkap dengan akses internet untuk mendukung aktivitas live selling dan pemasaran daring produk UMKM.

“Nanti studionya kita siapkan, internetnya kita pasang. Anak-anak muda bisa live jualan dari situ sekaligus membantu memasarkan produk pedagang Pasar Pon,” katanya.

Mas Ipin berharap, dengan kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan pelaku usaha, ruang-ruang publik yang telah dibangun tidak hanya menjadi infrastruktur fisik, tetapi juga menjadi pusat aktivitas ekonomi, kreativitas, dan interaksi masyarakat.

“Jadi ruang-ruang yang sudah kita bangun itu direaktivasi. Kotanya sudah ada, sekarang aktivitasnya yang harus hidup,” pungkasnya. (aris/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Sonny Tinjau Pantai Bimo Banyuwangi, Soroti Sampah Pesisir dan Dorong Wisata Fishing Center

BANYUWANGI – Anggota DPR RI Komisi IV, Sonny T. Danaparamita, melakukan kunjungan serap aspirasi ke kawasan pesisir ...
LEGISLATIF

Untari Dorong Kejar Paket A, B, C untuk Tingkatkan Lama Sekolah di Jatim

Sri Untari dorong program kejar paket A, B, C untuk tingkatkan lama sekolah di Jawa Timur yang masih 13,44 tahun. ...
EKSEKUTIF

Bupati Rijanto Apresiasi Peran Pesantren Al Ma’arif Udanawu Cetak Generasi Berkarakter

Bupati Blitar Rijanto apresiasi MA Ma’arif Udanawu dan Ponpes Al Ma’arif dalam mencetak generasi berkarakter dan ...
HEADLINE

Hardiknas 2026, Deni Wicaksono Soroti Ketimpangan Pendidikan dan Tantangan Digital di Jatim

Deni Wicaksono soroti ketimpangan pendidikan dan tantangan digital di Jawa Timur pada Hardiknas 2026. SURABAYA — ...
KABAR CABANG

Dialog Dengan KPU, DPC Tulungagung Tekankan Pendidikan Demokrasi bagi Gen Z dan Pemilu Bersih

TULUNGAGUNG – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung menekan pentingnya pendidikan ...
LEGISLATIF

Hardiknas 2026, Untari Tegaskan Pendidikan Harus Lahirkan Generasi Peka Masalah Sosial

Sri Untari tegaskan pendidikan harus lahirkan generasi peka sosial di Hardiknas 2026, bukan sekadar unggul ...