BANYUWANGI – Anggota MPR RI sekaligus anggota Komisi IV DPR RI, Sonny T. Danaparamita, menggelar kegiatan Sosialisasi 4 Pilar MPR RI dirangkaikan dengan acara buka puasa bersama di Banyuwangi, pada Kamis (5/3/2026). Acara ini dihadiri ratusan kader Partai dan perwakilan dari 10 kelompok tani di wilayah Banyuwangi selatan.
Dalam sambutannya, Sonny menekankan, Pancasila bukan sekadar hafalan, melainkan kompas nyata dalam berbangsa dan bernegara. Ia mengingatkan seluruh peserta mengenai pentingnya Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara.
Menurutnya, Pancasila harus menjadi living ideology (ideologi yang hidup) sekaligus working ideology (ideologi yang bekerja) di tengah masyarakat.
”Pancasila adalah arah dan penuntun kita. Namun, ia tidak boleh berhenti sebagai teori. Pancasila harus bekerja dalam kehidupan sehari-hari untuk menghadirkan keadilan sosial,” ujar Sonny.
Mengutip pidato 1 Juni 1945 Bung Karno, Sonny memaparkan konsep Sosio Demokrasi, yaitu perpaduan antara demokrasi politik dan demokrasi ekonomi. Menurutnya, politik yang tidak mampu menghadirkan kesejahteraan rakyat adalah politik yang telah kehilangan tuntunan Pancasila.
Sonny juga menyoroti nasib para petani yang merupakan soko guru kedaulatan pangan nasional. Ia mengkritik cara pandang lama dalam mengukur tingkat kesejahteraan petani.
”Saya tidak ingin petani dianggap sudah sejahtera hanya karena hasil panennya sedikit melebihi biaya tanamnya. Petani kita butuh hidup yang layak. Mereka butuh menyekolahkan anak, jaminan kesehatan yang cukup, dan pemenuhan kebutuhan lain yang membuat hati mereka bahagia,” tegasnya.
Sonny juga mengungkapkan komitmennya untuk mencarikan solusi praktis bagi permasalahan di sektor pertanian. Ia berkomitmen mengawal aspirasi para petani terkait pengadaan alat dan mesin pertanian (Alsintan).
”Saya akan teruskan aspirasi dari Njenengan semua terkait kebutuhan alsintan ini ke pusat hingga dapat terealisasi. Kesejahteraan petani adalah kunci kedaulatan pangan kita,” tandas anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI itu. (ars/set)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










