Senin
24 Agustus 2026 | 2 : 36

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Soal Impor 105 Ribu Pikap India, Mufti Anam: DPR Akan Panggil Pihak Terkait

pdip jatim 260301 mufti 2

JAKARTA – Komisi VI DPR RI akan memanggil pihak-pihak terkait untuk mempertanggungjawabkan rencana impor 105 ribu unit kendaraan pikap dari India yang diperuntukkan bagi program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) PDI Perjuangan Komisi VI DPR RI, Mufti Anam, menilai kebijakan impor tersebut tidak transparan dan tidak pernah dibahas bersama DPR sebagai mitra pengawas Kementerian Koperasi dan Agrinas Pangan Nusantara.

Menurutnya, DPR justru mengetahui rencana impor dalam skala besar tersebut dari pemberitaan media, bukan melalui forum resmi pembahasan kebijakan. “Saya sangat kecewa. Sebagai mitra kerja kementerian dan Agrinas, kami tidak pernah mendapatkan penjelasan dalam rapat mengenai rencana impor sebesar ini. Kami justru tahu dari media,” kata Mufti Anam, Sabtu (28/2/2026).

Mufti menegaskan, impor dalam jumlah besar bukan sekadar transaksi pengadaan biasa karena berpotensi berdampak luas terhadap industri otomotif nasional serta keberlangsungan lapangan kerja di dalam negeri. Ia juga menyoroti laporan masuknya ribuan unit kendaraan ke Indonesia di tengah polemik kebijakan yang belum tuntas.

“Ketika Wakil Ketua DPR meminta penundaan dan Menteri Koperasi menyatakan menunggu arahan Presiden, faktanya sebagian unit sudah tiba di Indonesia. Artinya ini bukan keputusan mendadak, melainkan sudah dirancang sejak awal,” ujarnya.

Menurut Mufti, kebutuhan kendaraan untuk program desa semestinya menjadi momentum memperkuat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dan mendorong pertumbuhan industri otomotif nasional, bukan justru membuka ruang impor besar-besaran.

Ia menilai kebijakan tersebut bertentangan dengan narasi kemandirian industri yang selama ini digaungkan pemerintah.
“Ini seharusnya menjadi peluang memperkuat pabrikan dalam negeri dan mendorong kebangkitan manufaktur nasional. Jangan sampai slogan kemandirian industri hanya menjadi retorika,” tegas legislator dari daerah pemilihan Jawa Timur II itu.

Karena itu, Mufti meminta agar rencana impor tidak hanya ditunda, tetapi dibatalkan sepenuhnya apabila terbukti tidak melalui proses perencanaan dan pengawasan yang transparan.

Ia juga menegaskan DPR akan menggunakan fungsi pengawasan untuk minta pertanggungjawaban seluruh pihak yang terlibat dalam pengambilan keputusan tersebut.

“Kami akan memanggil pihak-pihak terkait di DPR untuk mempertanggungjawabkan kebijakan ini. Uang negara, masa depan desa, dan nasib industri dalam negeri tidak boleh diputuskan secara diam-diam,” pungkasnya. (red)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Hasto Ajak Anak Muda Hidup Sehat: Dari Olahraga Kita Bangun Kekuatan Bangsa

SURABAYA — Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengajak anak-anak muda membiasakan hidup sehat ...
KRONIK

Cerita Risma Saat Baguna Selamatkan Anak Patah Tulang di Gempa NTT

SURABAYA – Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Penanggulangan Bencana, Tri Rismaharini, memimpin langsung aksi tanggap ...
KRONIK

Hasto Minta Pembakar Hutan di Kalimantan Diproses Tegas

SURABAYA – Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menyoroti kebakaran hutan dan lahan ...
HEADLINE

Hasto Ungkap Lima Pesan Megawati untuk Kader PDI Perjuangan Jatim

SURABAYA – Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, mengungkap lima pesan Ketua Umum PDI ...
HEADLINE

Tiga Desainer Jatim Raih Tiket Nasional Fatmawati Trophy 2026

SURABAYA – Tiga desainer Jawa Timur berhasil meraih tiket menuju babak nasional Fatmawati Trophy 2026 setelah ...
KRONIK

Fatmawati Trophy Angkat Kreativitas Desain Kebaya dan Kerudung di Jawa Timur

SURABAYA – Kompetisi desain kebaya dan kerudung Jawa Timur bertajuk Fatmawati Trophy Regional 8 digelar di Hotel ...