Kamis
16 April 2026 | 1 : 41

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Kader Banteng Ngawi Berbagi Makan Siang dengan Pejuang Rupiah di Tumpukan Sampah Selopuro

IMG-20260210-WA0073_copy_471x304

NGAWI – Partikel debu berhamburan saat truk berkelir kuning menumpahkan muatannya di hamparan lahan TPA Selopuro, Kecamatan Pitu, Ngawi.

Bau tak sedap langsung menusuk hidung bagi siapa pun yang mendekat ke lokasi pembuangan akhir ini. Namun, di tengah tumpukan tonase sampah tersebut, terdapat sekelompok masyarakat yang menggantungkan harapan hidupnya sebagai pengumpul sampah.

Bagi para pengumpul sampah di TPA Selopuro, tempat ini bukanlah area yang menjijikkan, melainkan ruang sunyi untuk menyambung nafas.

Mereka rela mengais rezeki di tengah risiko kesehatan demi mengumpulkan barang bekas yang bisa dirupiahkan. Di balik deru mesin pencacah dan alat berat, puluhan orang ini bekerja dalam sunyi, sesekali bersenda gurau untuk sekadar melepas letih dari perburuan bulir-bulir rezeki.

Fenomena ini ditangkap oleh DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ngawi sebagai jalan pengabdian. Di jalan yang sunyi itu, kader-kader Banteng Ngawi hadir untuk berbagi sedikit rezeki berupa paket makan siang bagi para pejuang rupiah di lokasi pembuangan sampah tersebut.

“Ini adalah sedikit rezeki untuk masyarakat yang jeritnya jarang terdengar dan tangisnya jarang dilihat. Kami datang untuk memberikan makan siang bagi para pejuang rupiah yang tengah melepas lelah,” ujar Wakil Sekretaris Bidang Internal DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ngawi, Adrisk Fuad Marhandhika, Selasa (10/2/2026).

Menjelang siang hari, jajaran struktural DPC PDI Perjuangan Ngawi nampak membawa kantong-kantong berisi nasi kotak dan minuman es teh. Satu per satu paket tersebut dibagikan langsung kepada para pengumpul sampah yang tengah beristirahat di sela-sela aktivitas mereka.

Adrisk menjelaskan bahwa aksi sosial ini merupakan instruksi partai yang rutin dilaksanakan oleh DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ngawi setiap tanggal 10 di setiap bulannya.

Mengenai sasaran penerima manfaat, pihak partai selalu melakukan pemetaan agar bantuan menyasar segmen masyarakat yang dinilai paling rentan untuk dibantu.

“Jumlahnya memang tidak seberapa, tetapi esensinya adalah kehadiran PDI Perjuangan. Kami ingin menunjukkan bahwa partai selalu hadir bagaimanapun kondisi rakyat, terutama mereka yang bekerja di sektor-sektor marginal seperti ini,” ungkap Adrisk.

Aksi sosial ini menjadi pengingat bahwa di balik hingar-bingar politik, masih ada ruang-ruang sunyi yang membutuhkan sentuhan kemanusiaan dan keberpihakan nyata.

Melalui konsistensi kegiatan bulanan setiap tanggal 10 ini, PDI Perjuangan Ngawi berharap dapat meringankan sedikit beban masyarakat kecil di tengah kerasnya perjuangan hidup. (amd/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Bupati Lukman Minta BUMD Tingkatkan Kinerja, Topang Perekonomian Daerah

JAKARTA – Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, berkomitmen untuk mendorong kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk ...
LEGISLATIF

Indri Dukung Larangan Vape, Soroti Potensi Disalahgunakan untuk Narkotika

Indriani Yulia Mariska mendukung larangan vape karena berpotensi disalahgunakan untuk narkotika dan membahayakan ...
LEGISLATIF

Yordan Soroti Kesenjangan Antarwilayah Jadi Tantangan Utama Pembangunan Jatim

Yordan M Batara Goa menyoroti kesenjangan antarwilayah sebagai tantangan utama pembangunan Jawa Timur dalam RKPD ...
LEGISLATIF

Pastikan Keselamatan Pengendara Jalur Magetan – Sarangan, Diana Sasa Minta Peremajaan Alat Tebang Pohon Bina Marga UPT Madiun

MAGETAN – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Jawa Timur melalui Bina Marga UPT Madiun ...
UMKM

Cerita Warsito, Kader Banteng Ngawi Merintis Usaha Greenhouse Anggur

NGAWI – Kesuksesan tidak melulu diukur dari gelimang harta yang melimpah ruah. Menemukan kepuasan batin dalam ...
KABAR CABANG

Musancab PDI Perjuangan Kota Blitar Targetkan Kemenangan Pilkada

PDIP Kota Blitar menargetkan merebut kursi wali kota dengan memperkuat PAC sebagai ujung tombak konsolidasi hingga ...