SURABAYA – Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur Sri Untari Bisawarno menegaskan pihaknya serius menindaklanjuti peringatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI terkait potensi penyebaran Virus Nipah (NiV), menyusul laporan kasus terbaru di India.
Meski hingga kini belum ditemukan kasus konfirmasi di Indonesia, Untari menilai langkah antisipatif harus dilakukan sejak dini, terutama di Jawa Timur yang memiliki karakter sebagai provinsi agraris dengan interaksi erat antara manusia, ternak, dan satwa liar.
“Kami tidak menunggu sampai ada kasus. Peringatan dari Kemenkes ini menjadi alarm penting bagi daerah untuk meningkatkan kewaspadaan,” ujar Untari di Surabaya, Kamis (5/2/2026).
Penasihat Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim itu menyebut Komisi E mendorong pemerintah provinsi memperkuat mitigasi berbasis data ilmiah. Mulai dari surveilans penyakit zoonosis, pemantauan hewan reservoir, hingga kesiapan fasilitas laboratorium kesehatan.
Menurutnya, tingginya mobilitas masyarakat dan distribusi hewan ternak di Jawa Timur berpotensi mempercepat penyebaran penyakit apabila tidak diantisipasi secara komprehensif.
Sejalan dengan imbauan Kemenkes RI, masyarakat juga diminta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), berhati-hati mengonsumsi buah segar atau minuman tradisional seperti nira, serta memastikan makanan dimasak hingga matang.
Dinas kesehatan daerah pun diharapkan memperketat pemantauan gejala gangguan pernapasan dan neurologis di fasilitas kesehatan.
Untari menegaskan, Komisi E DPRD Jatim siap mengawal kebijakan dan anggaran guna memperkuat kesiapsiagaan daerah, termasuk penyusunan SOP penanganan penyakit zoonotik dan sosialisasi yang masif kepada masyarakat.
“Keterbukaan informasi dan koordinasi lintas sektor menjadi kunci agar tidak terjadi kepanikan, tetapi kewaspadaan tetap terjaga,” tegasnya.
Ia menambahkan, pengalaman penanganan pandemi Covid-19 harus menjadi pelajaran penting bagi pemerintah daerah agar tidak terlambat merespons ancaman penyakit baru.
“Kita harus siap sebelum kejadian, bukan setelah kasus muncul,” pungkasnya. (yols/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










