Selasa
28 Juli 2026 | 11 : 26

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Pemkab Lamongan Fokuskan Kajian Risiko Bencana 2026 sebagai Strategi Jangka Panjang Atasi Banjir Bengawan Jero

IMG-20260120-WA0013_copy_838x492

LAMONGAN – Pemerintah Kabupaten Lamongan kini punya jurus baru dalam menangani masalah banjir menahun di kawasan Bengawan Jero. Tak lagi sekadar fokus pada penyaluran bantuan sembako, Pemkab mulai beralih ke langkah strategis: menyusun “peta jalan” permanen lewat kajian risiko bencana.

​Hal itu ditegaskan oleh Wakil Bupati Lamongan, Dirham Akbar, saat menyalurkan bantuan 5 ton beras KORPRI untuk warga terdampak banjir di Kecamatan Deket, Senin (19/1/2026).

Dirham menyebut, langkah ini diambil agar penanganan banjir tidak lagi bersifat reaktif, tapi terukur dan jangka panjang.

​Bukan Sekadar Studi, Tapi Peta Jalan Kebijakan

​Wabup Dirham mengungkapkan bahwa pada tahun anggaran 2026 ini, Pemkab telah mengalokasikan anggaran khusus untuk menyusun dokumen kajian risiko bencana. Dokumen ini nantinya akan memetakan titik mana saja yang rawan dan apa jenis risiko spesifik di tiap wilayah.

​”Kajian risiko bencana ini berupa dokumen studi yang memetakan daerah rawan. Harapannya, ke depan kita punya perencanaan lebih matang, mulai dari pembangunan infrastruktur, penambahan pompa, hingga penyediaan alat siaga seperti perahu karet,” ujar Dirham.

​Menariknya, dokumen ini bukan sekadar menjadi “pajangan” di atas meja. Hasil kajian tersebut akan menjadi dasar utama pengambilan kebijakan pembangunan. Bahkan, warga bisa mengusulkan penanganan bencana berbasis data tersebut melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat desa untuk tahun anggaran 2027.

​Ikhtiar Pompa: Lembur Hingga Jam 8 Malam

​Meski fokus pada rencana jangka panjang, aksi darurat di lapangan tetap dipacu. Selain telah menyalurkan total 15 ton beras ke berbagai kecamatan terdampak, Pemkab Lamongan juga “memaksa” mesin pompa pembuangan air bekerja lebih keras.

​Sekretaris Daerah Kabupaten Lamongan sekaligus Ketua Dewan KORPRI, M. Nalikan, menyebut jam operasional pompa kini ditambah demi menekan debit air di Bengawan Jero yang kerap meluap.

​”Biasanya pemompaan dilakukan sampai pukul 17.00 WIB, namun sekarang kita perpanjang hingga pukul 20.00 WIB. Ini ikhtiar kita untuk mempercepat penurunan debit air,” jelas Nalikan.

​Target: Solusi Permanen untuk Warga

​Sinergi antara bantuan logistik, kerja lembur mesin pompa, dan penyusunan dokumen kajian risiko bencana ini diharapkan menjadi solusi “satu paket” bagi Lamongan. Dengan data yang akurat dari kajian tahun 2026, Pemkab optimis masalah banjir Bengawan Jero yang menjadi keluhan rutin warga bisa tertangani secara sistematis dan permanen di masa depan.(mnh/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

DPRD Magetan Beri Catatan Pertanggungjawaban APBD 2025, SiLPA Tinggi PAD Belum Optimal

MAGETAN – DPRD Kabupaten Magetan menggelar Rapat Paripurna dengan agenda Pengambilan Keputusan terhadap Rancangan ...
KABAR CABANG

DPC Nganjuk Gelar Khataman dan Sarasehan Peringati 30 Tahun Kudatuli

NGANJUK – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Nganjuk menggelar rangkaian kegiatan doa bersama ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Siapkan Lomba SWK, Dorong Pengelolaan Kuliner Lebih Profesional dan Transparan

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyiapkan lomba SWK untuk mendorong pengelolaan yang lebih profesional, transparan, ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP Jember Desak APBD 2027 Prioritaskan PPPK, Pengelolaan Sampah, dan Infrastruktur Desa

JEMBER – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Jember menyampaikan empat catatan strategis dalam pembahasan ...
LEGISLATIF

Renny Pramana: Keberhasilan Reses Diukur dari Kebijakan yang Berpihak kepada Rakyat

SURABAYA – Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Wara Sundari Renny Pramana, menegaskan keberhasilan reses ...
KABAR CABANG

PDIP Kabupaten Malang: Kudatuli Ingatkan Demokrasi Harus Terus Dijaga

DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang menegaskan Kudatuli menjadi pengingat penting agar demokrasi terus dijaga ...