SURABAYA – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan komitmennya untuk menggerakkan ekonomi Kota Pahlawan dari segala sisi. Salah satunya di lingkup perhotelan.
Komitmen itu ditunjukkan dengan menyiapkan MoU bersama sekira 51 hotel. Isinya terkait kewajiban hotel melibatkan UMKM Surabaya dalam memasok kebutuhan, mulai dari bahan pokok, alat kebersihan, keperluan kamar, hingga aksesoris maupun hiasan hotel.
“22 Januari saya MOU dengan 51 hotel, semua kebutuhan ayam, sandal hotel, sayur semuanya MoU nya dipenuhi warga Surabaya,” kata Eri Cahyadi, Sabtu (17/1/2026).
Bukan hal mudah. Eri mengaku butuh tiga tahun mengubah pola pikir kalangan perhotelan, hingga akhirnya muncul kesepakatan tersebut. “Tiga tahun saya harus berjuang untuk mengubah pola pikir mereka,” ungkapnya.
Kesempatan ini, sebut dia, harus ditangkap UMKM termasuk anak muda Surabaya. Yakni dengan gotong royong membentuk kelompok, saling berbagi ilmu, mengakomodir kebutuhan hotel.
“Saya minta tolong anak muda bentuk kelompok-kelompok, bersama untuk mengakomodir kebutuhan hotel. Yang sudah punya pengalaman membuat sandal hotel, soal sayur maka berikan ilmunya, jangan disimpan sendiri,” tutur Eri.
Menurutnya, hal ini menjadi salah wujud kemanusiaan yang hadir di tata peradaban. Eri menyebut, Kota Surabaya adalah kota yang dibangun bersama.
Tak sekadar tumbuh tapi harus merata. Dari warga, oleh warga, dan untuk warga.
“Jangan pernah mau dibohongi wali kota, kita mulai bangun kemanusiaan karena sejatinya anak muda adalah calon wali kota Surabaya yang akan membangun kota ini. Kita buktikan Surabaya bukan dibangun kapitalis, kita harus gabungkan jadi satu,” pungkasnya. (nia/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










