SUMENEP – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, meminta para kepala desa untuk menyesuaikan program yang disusun di desanya dengan besaran Dana Desa (DD) yang diterima.
Hal itu disampaikan Fauzi menyusul penurunan Dana Desa (DD) di Kabupaten Sumenep untuk tahun 2026 dibanding tahun 2025. DD pada tahun 2025 tercatat sebesar Rp335 miliar lebih, sedangkan pada tahun 2026, DD yang diterima Sumenep sebesar Rp109 miliar lebih, atau berkurang Rp225 miliar.
“Sekarang ini semua desa harus menyesuaikan programnya dengan APBDes yang ada. Jangan panik ketika DD turun,” ujar Fauzi, Selasa (13/1/2026).
Ia meminta desa benar-benar memilah dan memilih mana kegiatan yang berdampak langsung pada masyarakat dan mana yang masih bisa ditunda, tanpa mengganggu pelayanan publik maupun roda perekonomian desa.
“Fokuskan saja pada program yang menyentuh kebutuhan dasar warga, penguatan ekonomi desa, serta pelayanan publik,” jelasnya.
Ketua DPC PDI Perjuangan Sumenep itu juga mendorong pemerintah desa agar tidak hanya bergantung pada transfer Dana Desa dari pemerintah pusat. Ia meminta desa lebih kreatif dan inovatif dalam menggali potensi lokal guna meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes).
“Misalnya dengan pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), kemudian pemanfaatan sektor pariwisata, pertanian, atau usaha-usaha produktif lainnya, sesuai karakteristik masing-masing desa,” terangnya.
Fauzi optimistis, dengan penyesuaian APBDes serta penguatan PADes, desa-desa di Sumenep akan mampu menjalankan pembangunan, meski menghadapi keterbatasan anggaran tahun 2026.
“Silakan dioptimalkan potensi desanya. Kelola dengan baik. Itu nanti akan membantu menutup kekurangan anggaran,” tandasnya. (set)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS













