Selasa
03 November 2026 | 6 : 05

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Peringati HUT ke-53, DPC PDI Perjuangan Surabaya Targetkan 15 Kursi DPRD pada Pemilu 2029

pdip-jatim-260110-hut-53-dpc-sby-1

SURABAYA – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Surabaya memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-53 PDI Perjuangan secara serentak di 31 kecamatan se-Kota Surabaya, dengan pusat kegiatan di Kantor Sekretariat DPC, Jalan Setail, Sabtu (10/1/2026).

Peringatan HUT ke-53 tersebut dijadikan momentum refleksi bagi seluruh kader terhadap ideologi partai serta sejarah panjang perjuangan PDI Perjuangan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang konsolidasi struktur partai dari tingkat DPC hingga ranting dalam rangka menatap Pemilu 2029.

Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya, Armuji, menegaskan bahwa soliditas organisasi dan kedekatan dengan rakyat menjadi kunci kemenangan partai di Surabaya. Dia menyebut, PDI Perjuangan Surabaya menargetkan perolehan minimal 15 kursi DPRD Kota Surabaya pada Pemilu 2029.

“Target politik kami jelas. Pada Pemilu 2029, PDI Perjuangan Surabaya menargetkan minimal 15 kursi DPRD Kota Surabaya. Target ini realistis dan harus diperjuangkan bersama melalui kerja politik yang terstruktur, masif, dan membumi,” tegas Armuji.

Armuji juga menekankan pentingnya kehadiran kader di tengah masyarakat untuk menyerap aspirasi dan memastikan program kerakyatan partai benar-benar dirasakan manfaatnya.

“Tidak ada jalan lain selain kerja nyata. Kader harus hadir, mendengar, dan menyelesaikan persoalan rakyat. Itulah kekuatan PDI Perjuangan,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Sekretaris DPC PDI Perjuangan Surabaya, Purwadi, mengatakan bahwa peringatan HUT ke-53 bukan sekadar seremoni, melainkan momentum refleksi dan peneguhan ideologi partai.

Dia menjelaskan bahwa peringatan HUT ke-53 PDI Perjuangan Surabaya yang turut turut dihadiri berbagai elemen masyarakat, mulai dari komunitas kebudayaan seperti ProMeg dan Garda Putih Soekarno, kelompok senior PDI Perjuangan, pelaku UMKM binaan partai, hingga pengemudi ojek online, menjadi bukti partai yang selalu hadir di tengah masyarakat.

DPC PDIP Surabaya juga membagikan paket makanan sebagai bentuk kepedulian sosial dan kebersamaan dengan rakyat.

“PDI Perjuangan tidak boleh hanya berkutat di dalam struktur partai. Kita harus hadir dan bergerak bersama rakyat, memperjuangkan kesejahteraan serta nilai-nilai Pancasila. Gerak politik harus membumi, memberdayakan, dan bernilai elektoral,” kata Purwadi.

Dia menyebut, PDI Perjuangan merupakan partai berideologi yang memiliki pelembagaan organisasi dan manifesto politik yang jelas, sehingga mampu bertahan dan terus mendapatkan kepercayaan rakyat.

“Peringatan HUT ini adalah upaya refleksi dan peneguhan bahwa PDI Perjuangan bukan sekadar partai politik, tetapi partai yang berideologi dan bersejarah. Ini untuk mengingatkan kader bahwa PDI Perjuangan bisa bertahan hingga hari ini karena pelembagaan, kepercayaan, dan keyakinan politik,” jelasnya.

Rangkaian peringatan HUT di masing-masing kecamatan diisi dengan pemotongan tumpeng yang melibatkan tokoh masyarakat setempat. Acara juga diakhiri dengan nonton bareng pidato Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, yang disebut sebagai bekal ideologis bagi kader dalam mempersiapkan diri pada pemilu mendatang.

Sejalan dengan peneguhan ideologi tersebut, jajaran pengurus hingga tingkat Pengurus Anak Cabang (PAC) PDIP diminta segera melakukan konsolidasi organisasi dan penguatan basis massa.

“Kami berharap PAC segera memperkuat struktur, mengorganisir kader dan masyarakat, serta memastikan setiap kegiatan partai memiliki nilai elektoral,” jelasnya.

Pada kesempatan itu, Purwadi juga menegaskan sikap PDI Perjuangan yang menolak wacana pemilihan kepala daerah melalui DPRD.
Menurutnya, PDI Perjuangan lahir dari semangat demokrasi yang menempatkan rakyat sebagai pemegang kedaulatan tertinggi. Sehingga apabila pilkada kembali melalui DPRD maka Indonesia mengalami kemunduran dalam demokrasi.

“PDI Perjuangan secara tegas menolak pilkada melalui DPRD. Pilkada dan pileg harus dipilih langsung oleh rakyat. Demokrasi yang diatur oleh elite tidak memberikan ruang partisipasi masyarakat,” tegas Purwadi. (gio/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

HEADLINE

Puan Maharani Ajak Perkuat Demokrasi yang Menghadirkan Kesejahteraan Sosial

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani mengajak seluruh elemen bangsa kembali memperkuat gagasan demokrasi yang sejak ...
SEMENTARA ITU...

Evaluasi Peringkat ke-11 Porprov 2025, Kabupaten Kediri Siapkan Strategi Menuju Lima Besar

KEDIRI – Kabupaten Kediri membidik posisi lima besar pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027. Untuk ...
LEGISLATIF

Banjir Lahar Semeru, Eko Yunianto Desak Posko Darurat dan Logistik Pengungsian Dioptimalkan

SURABAYA – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Eko Yunianto, meminta optimalisasi posko darurat dan ...
KABAR CABANG

PDI Perjuangan Kota Madiun dan Komunitas Big Bantaran Kali Matangkan Rencana Aksi Merawat Pertiwi

MADIUN – Usulan warga untuk menanam pohon mangga di sepanjang bantaran Kali Madiun menjadi bagian dari aksi Merawat ...
LEGISLATIF

Sri Untari Ajak Emak-emak Malang Pilah Sampah dari Rumah, Limbah Bisa Jadi Sumber Cuan

MALANG – Kesadaran memilah sampah dari rumah mulai tumbuh di kalangan warga Kota Malang setelah mengikuti ...
KRONIK

Warga Tanpa Identitas Luput dari Bansos, Widarto Sebut Kemiskinan Bukan Sekadar Angka Statistik

JEMBER – Penurunan jumlah penduduk miskin di Kabupaten Jember sekitar 15 ribu orang dalam setahun terakhir belum ...