BANGKALAN – Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, mengatakan bahwa NU lahir dari ketulusan dan pengorbanan para ulama, terutama melalui isyarah berupa tongkat dan tasbih yang diperankan sebagai simbol perjalanan spiritual.
Hal itu disampaikan Lukman saat kegiatan Napak Tilas Isyarah dari Bangkalan menuju Jombang, Minggu (4/1/2026). Kegiatan tersebut merupakan merawat jejak sejarah berdirinya Nahdlatul Ulama (NU) menjelang satu abad organisasi tersebut.
“Tapak tilas isyarah ini mengingatkan kita bahwa NU lahir dari perjuangan, ketulusan, dan pengorbanan para ulama,” ujar Lukman.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bangkalan itu juga menegaskan, Bangkalan memiliki peran penting dalam garis panjang sejarah berdirinya NU.
“Bangkalan adalah bagian penting dari sejarah besar itu, dan nilai-nilai para muassis harus terus dijaga,” jelasnya.
Ia juga menekankan, kegiatan tersebut bukan sekadar ritual, melainkan juga momentum menanamkan kesadaran sejarah kepada masyarakat luas.
Ia mengajak seluruh warga Bangkalan dan Nahdliyin untuk tidak melupakan akar sejarah mereka agar fondasi kebangsaan dan keagamaan tetap kuat dan relevan di masa depan.
Seperti diketahui, ribuan peserta yang terdiri atas tokoh agama, santri dan warga Nahdliyin berkumpul di Pondok Pesantren Syaichona Moh. Cholil, Bangkalan sejak pagi sebelum rombongan resmi dilepas.
Kegiatan panjang ini tidak sekadar perjalanan fisik, tetapi juga simbol kuat kecintaan terhadap nilai perjuangan ulama dan panggilan spiritual bagi generasi masa kini.
Kegiatan berjalan khidmat, dimulai dari Bangkalan, menyeberang laut menuju Surabaya, lalu dilanjutkan melalui jalur darat hingga puncaknya di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang. (set)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS












