Jumat
09 Oktober 2026 | 6 : 16

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Pemkot Surabaya Bentuk Satgas Anti Preman Usai Kasus Pengusiran Nenek Elina

pdip-jatim-251227-ec

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memberi perhatian serius terhadap kasus pembongkaran rumah dan pengusiran seorang nenek bernama Elina Widjajanti (80) yang diduga dilakukan oleh oknum organisasi kemasyarakatan (ormas).

Pemkot Surabaya berencana membentuk Satuan Tugas (Satgas) Anti Preman guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Wali Kota Eri Cahyadi menegaskan bahwa Satgas Anti Preman akan melibatkan unsur TNI, Polri, serta perwakilan seluruh suku yang ada di Kota Surabaya. Langkah ini diambil untuk memastikan keamanan warga sekaligus memperkuat rasa persatuan di tengah masyarakat.

“Maka di Surabaya ini akan kita bentuk Satgas Anti Preman. Yang di sana itu ada TNI, ada Polri, dan ada seluruh suku yang ada di Kota Surabaya,” ujar Eri Cahyadi, Sabtu (27/12/2025)

Eri juga menyampaikan bahwa kasus pengusiran nenek Elina saat ini telah ditangani oleh Polda Jawa Timur. Ia memastikan akan berkoordinasi langsung dengan pihak kepolisian agar kasus tersebut mendapat perhatian khusus dan dapat segera diselesaikan.

“Kejadian ini sudah ditangani Polda dan nanti insya Allah saya akan ke Polda agar menjadi atensi dan masalah ini biar cepat selesai,” katanya.

Menurut Eri, penyelesaian kasus ini penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dan aparat penegak hukum, sekaligus memberikan rasa aman bagi seluruh warga Surabaya.

“Sehingga ada kepercayaan, ada trust warga Surabaya, ada keamanan untuk warga Surabaya,” lanjut dia.

Eri menekankan pentingnya menjaga persatuan dan menghindari perpecahan di tengah masyarakat. Dia menegaskan bahwa Surabaya adalah rumah bersama bagi seluruh suku dan golongan.

“Tapi yang pasti warga Surabaya jangan pernah terpecah belah. Kita ini adalah warga Surabaya, mau suku apa pun semuanya ada di Surabaya. Maka yang namanya Surabaya tidak mengenal suku, tapi saling menjaga warga Surabaya,” tegasnya.

Eri juga mengingatkan bahwa tidak boleh ada pihak yang menipu, membohongi, atau berbuat sewenang-wenang terhadap warga. Dia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama melawan tindakan premanisme tanpa menimbulkan konflik horizontal.

“Tidak boleh membohongi, menipu, berbuat semena-mena terhadap warga Surabaya. Kalau ada yang seperti itu, ayo kita lawan bareng-bareng. Kita harus berani dan insya Allah hukum tidak boleh berhenti. Tapi jangan sampai terjadi benturan antara sesama warga Kota Surabaya,” pungkas Eri. (gio/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Luncurkan Teman Lansia, Bupati Ipuk Pastikan Warga Senior Rentan Tak Luput dari Layanan

BANYUWANGI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi terus memperkuat perhatian kepada warga lanjut usia (lansia), ...
LEGISLATIF

Amithya Soroti Urgensi Retreat Kepala Sekolah Kota Malang di Tengah Efisiensi Anggaran

MALANG – Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita meminta Pemerintah Kota Malang mengkaji ulang ...
EKSEKUTIF

Pungli di Akses Stadion GBT Disorot, Eri Cahyadi Tegaskan Jalan Umum Gratis

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama Satgas Anti-Preman dan kepolisian membongkar gardu yang diduga ...
LEGISLATIF

Novita Hardini Dorong Pemerintah Tetapkan Batas Usia Pakai Galon Guna Ulang

JAKARTA – Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini mendorong pemerintah segera menetapkan batas usia pakai maksimal ...
LEGISLATIF

Puan Maharani: Parlemen Punya Empat Tanggung Jawab Wujudkan Pemerintahan yang Adil

TANZANIA – Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan parlemen memikul empat tanggung jawab utama untuk mewujudkan tata ...
LEGISLATIF

Basarah Dorong Penanganan Kekerasan Seksual di Lembaga Pendidikan dari Hulu hingga Hilir

JAKARTA – Anggota Komisi XIII DPR RI Ahmad Basarah meminta penanganan kekerasan dan pelecehan seksual di lingkungan ...