Sabtu
05 September 2026 | 3 : 48

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Wabup Yudha Minta 4.230 PPPK Paruh Waktu Maksimal dalam Pelayanan Publik

IMG-20251223-WA0038

LUMAJANG – Wakil Bupati Lumajang, Yudha Adji Kusuma, menegaskan bahwa efektivitas pemerintahan tidak ditentukan oleh individu atau status kepegawaian, melainkan oleh sinergi kerja seluruh aparatur.

Penegasan tersebut disampaikan dalam penyerahan 4.230 petikan Keputusan Pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu di Lapangan Stadion Semeru Lumajang, Senin (22/12/2025).

Menurut Mas Yudha, birokrasi modern menuntut pola kerja kolaboratif lintas unit, lintas fungsi, dan lintas jenjang. Dalam kerangka tersebut, PPPK Paruh Waktu diposisikan sebagai bagian integral dari tim pemerintahan daerah, bukan sekadar pelengkap sistem administrasi.

“Keberhasilan pelayanan publik tidak bisa dikerjakan sendiri-sendiri. Semua harus bergerak bersama, saling menguatkan, dan saling melengkapi,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa sinergi kerja menjadi prasyarat utama agar kebijakan pemerintah daerah dapat diterjemahkan secara efektif di tingkat pelaksana. Guru, tenaga kesehatan, hingga tenaga teknis harus berada dalam satu irama kerja, dengan tujuan yang sama, yakni melayani masyarakat secara optimal.

Mas Yudha juga mengingatkan bahwa kejelasan status kepegawaian yang kini dimiliki PPPK Paruh Waktu harus dimaknai sebagai penguatan tanggung jawab kolektif. Dengan status yang jelas, setiap aparatur diharapkan mampu bekerja lebih fokus, terbuka terhadap koordinasi, dan responsif terhadap kebutuhan publik.

“Panjenengan semua adalah bagian dari satu tim besar Pemerintah Kabupaten Lumajang. Jangan ada sekat-sekat. Bangun komunikasi, bangun kerja sama, karena hasil terbaik lahir dari kebersamaan,” tegasnya.

Ajakan bekerja bersama tersebut mencerminkan arah pembangunan birokrasi Lumajang yang inklusif dan adaptif. Pemerintah daerah mendorong terciptanya budaya kerja yang kolaboratif, cepat, dan solutif, sehingga pelayanan publik tidak terhambat oleh ego sektoral maupun perbedaan status.

Melalui penguatan sinergi kerja ini, Pemkab Lumajang optimistis kapasitas pemerintahan akan semakin solid dan mampu menjawab tantangan pelayanan publik yang kian kompleks, sekaligus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. (ndy/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Tambahan Fiskal Rp223 Miliar di P-APBD Jember 2026, PDIP: Apa Manfaat Nyatanya Buat Warga?

JEMBER – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Jember mempertanyakan manfaat tambahan ruang fiskal sekitar Rp223,12 ...
OLAHRAGA

Trenggalek Bertekad Tembus 10 Besar Porprov Jatim 2027

KONI Trenggalek menargetkan masuk 10 besar Porprov Jatim 2027 meski anggaran terbatas. Dari 40 atlet yang siap ...
EKSEKUTIF

Tanam Pohon Peringatan Hari Lahir Kejaksaan, Wabup Antok Berharap Srigati Bisa Jadi Agro Wisata

NGAWI – Kejaksaan Negeri Ngawi menanam sejumlah pohon buah di kawasan wisata religi Palereman Srigati, Desa ...
KRONIK

Imbas 1.600 Pekerja PT INKA Banyuwangi Dirumahkan, DPRD Desak Pemkab dan Pusat Turun Tangan

BANYUWANGI – Ketua DPRD Kabupaten Banyuwangi, I Made Cahyana Negara, menyatakan keprihatinan mendalam atas ...
OLAHRAGA

Bupati Fauzi Lepas Assyabaab U-13, Titipkan Pesan Penting Soal Karakter dan Disiplin

SUMENEP – Sebanyak 25 anggota Assyabaab U-13 resmi dilepas menuju Kabupaten Jember untuk mengikuti kompetisi Zona ...
LEGISLATIF

Baktiono Dorong RT/RW Dilibatkan Aktif dalam Pendataan Bansos, Data Desil Harus Sesuai Kondisi Riil Warga

SURABAYA – Anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya Baktiono mendorong pemerintah melibatkan RT dan RW secara aktif ...