SURABAYA — Tribun Jatim Network bersama DPD PDI Perjuangan Jawa Timur akan menggelar RedTalks: Suara Muda untuk Jatim Keren pada Sabtu (22/11/2025) di Dyandra Convention Center, Surabaya. Forum ini disiapkan sebagai ruang dialog terbuka bagi anak muda untuk menyampaikan pandangan, kritik, dan ide terkait masa depan pembangunan Jawa Timur.
Pemimpin Redaksi Tribun Jatim Network, Tri Mulyono, menegaskan bahwa seluruh gagasan peserta tidak berhenti pada ruang diskusi semata. Masukan tersebut akan dirangkum menjadi rekomendasi resmi PDI Perjuangan Jawa Timur dan diproyeksikan menjadi dasar penyusunan arah kebijakan hingga Konferda 2025.
“Rekomendasi ini menjadi dasar arah kebijakan partai hingga 2029,” ujar Tri Mulyono, Jumat (21/11/2025).
RedTalks memberi ruang sentral bagi generasi muda di tengah tingginya apatisme politik yang masih tampak di kalangan pemilih pemula dan milenial. Tri menegaskan bahwa PDIP Jatim membuka diri terhadap kritik selama disampaikan secara sehat dan tidak mengandung hoaks maupun fitnah.
Forum ini mengangkat tiga isu besar—ekonomi, politik, dan budaya—dengan menghadirkan narasumber dari beragam bidang, mulai dari akademisi, birokrat, pelaku usaha kreatif, seniman, hingga komunitas digital.
Di antara nama-nama tersebut terdapat Yohan Wahyu (Litbang Kompas), Hendy Setiono (Presdir PT Baba Rafi), Prof Ignatia Martha Hendrati (UPN Veteran Jatim), Airlangga Pribadi Kusman (Unair), Dr Jokhanan Kristiyono (Stikosa AWS), dan Ir Hadi Prasetyo (eks birokrat Pemprov Jatim).
Forum ini juga melibatkan suara anak muda secara lebih langsung melalui kehadiran Ahmad Lafillian Romadhi (petani milenial), budayawan Sujiwo Tejo, Presiden BEM FISIP Unair Irfan Ahmad Yasin, influencer Natasha Keniraras (Natkeni), serta komika Yudhit Ciphardian. Acara dipandu oleh Direktur Pemberitaan Tribun Network, Febby Mahendra Putra, bersama pakar komunikasi politik Unair, Suko Widodo.
General Manager Tribun Jatim Network, Adi Widodo, menjelaskan bahwa besarnya potensi pemilih muda pada 2029–2030 harus diimbangi dengan ruang dialog yang memungkinkan generasi ini berpartisipasi secara lebih bermakna.
Dia mengingatkan bahwa meskipun populasi pemilih muda terus meningkat, tingkat apatisme mereka terhadap politik juga cukup tinggi. “Potensi pemilih muda besar, tetapi potensi apatisnya juga tinggi. Ini tantangan,” katanya.
Melalui RedTalks, panitia berharap terbangun komunikasi dua arah antara anak muda dan partai politik, terutama terkait isu-isu yang dianggap penting bagi masa depan Jawa Timur.
Forum ini dirancang dengan suasana santai namun tetap substantif agar ide-ide segar, kritik, hingga evaluasi yang disampaikan dapat langsung dibaca sebagai aspirasi nyata dari generasi yang akan menjadi penentu arah demokrasi di masa mendatang. (nia/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










