Sabtu
27 Juni 2026 | 3 : 42

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Hari Santri Nasional, Bupati Sugiri Tekankan Gerakan Ayo Mondok

PDIP-Jatim-Sugiri-Sancoko-13102025

PONOROGO – Persiapan Hari Santri Nasional (HSN) ke-X yang dipusatkan di Kabupaten Ponorogo terus dikebut oleh pemerintah daerah setempat.

Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, mengungkapkan, dalam peringatan HSN kali ini mengambil tema “Gerakan Ayo Mondok” yang difokuskan untuk mengajak generasi muda agar bisa mengemban pendidikan melalui pondok pesantren.

Hal itu disampaikan Sugiri saat rapat koordinasi dengan panitia dari berbagai elemen masyarakat di ruang rapat Bantarangin, pada Minggu (12/10/2025) malam.

“Kami ingin menjaga anak-anak muda yang butuh pelukan kita bersama-sama. Yang belum pernah mengenyam pesantren, disentuh dengan cara teduhnya santri,” ujarnya.

Gerakan Ayo Mondok itu akan digelar melalui berbagai kegiatan dengan konsep yang funky dan millenial, seperti Santri Run, Santri Ekstravaganza, Halaqoh Kebangsaan, Tabligh Akbar, Manuskrip Pesantren, hingga Apel Akbar.

Sugiri juga menegaskan, pihaknya menginstruksikan kepada seluruh elemen masyarakat Ponorogo untuk bersarung ala santri mulai tanggal 13-22 Oktober 2025.

Menurut Wakabid Pemenangan Pemilu DPC PDI Perjuangan Ponorogo itu, Hari Santri bukanlah hanya milik santri, namun milik bersama. Meskipun setiap ormas Islam/pondok pesantren menyelenggarakan acara sendiri, pihaknya mengemas Hari Santri dengan konsep Hari Santri Universal.

“Hari santri kita jadikan santri vaganza yang lebih mbois biar lebih diterima orang yang belum santri,” tandas Kang Giri, sapaan akrabnya.

Sementara itu, ketua panitia Hari Santri, Baharudin Harahap, mengatakan bahwa persiapan Hari Santri sudah mencapai 70 persen.

Percepatan terus dilakukan bersama panitia yang terdiri atas kepala organisasi perangkat daerah (OPD), ormas Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, LDII dan perwakilan pondok pesantren.

“Pesan ‘Ayo Mondok’ yang perlu jadi perhatian bersama kita. Harapannya masyarakat memahami itu dan tidak ragu menyekolahkan anaknya di ponpes,” ujar alumni Pondok Modern Darussalam Gontor itu.

“Bahwa pesantren itu yang perlu dipahami adalah lembaga pendidikan asli Indonesia. Karena berdasarkan literatur, Tegalsari Ponorogo menjadi pionir berdirinya ponpes khususnya di Jawa,” tandasnya. (jrs/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

DPC Tuban Gelar Senam Zumba Bareng Ratusan Warga, Berikan Hadiah Peralatan Dapur

​TUBAN – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Tuban menggelar kegiatan Senam Zumba dan Aerobik ...
LEGISLATIF

Komisi D DPRD Surabaya Dukung Buku Bung Karno Jadi Materi Pembelajaran SD dan SMP

Komisi D DPRD Surabaya mendukung rencana Pemkot Surabaya menjadikan buku Bung Karno: Aku Arek Suroboyo sebagai ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP Soroti SiLPA APBD Kabupaten Madiun Rp210,94 M, Minta Evaluasi Perencanaan Anggaran

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Madiun menyoroti SiLPA APBD 2025 sebesar Rp210,94 miliar dan meminta ...
KABAR CABANG

Gema Piala Dunia di Soekarno Cup E-Football DPC Ngawi

NGAWI – Gema sepakbola dunia turut terasa di Gedung Fatmawati DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ngawi. Selama dua malam, ...
LEGISLATIF

Banggar DPRD Jember Ingatkan Pemkab Tak Lagi Geser Anggaran APBD Sepihak

Banggar DPRD Jember mengingatkan Pemerintah Kabupaten Jember agar tidak lagi menggeser anggaran APBD yang telah ...
EKSEKUTIF

Eri Perintahkan Inspektorat Periksa Camat dan Lurah, Siap Copot Jika Kinerjanya Buruk

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memerintahkan Inspektorat memeriksa camat dan lurah di tiga kecamatan setelah sidak ...