Senin
28 September 2026 | 7 : 03

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Banyak Kasus Keracunan, Khamim Minta Dapur SPPG Tak Disiplin Disanksi Tegas

pdip-jatim-250529-khamim

BATU – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Batu Khamim Tohari minta pemberlakuan sanksi tegas terhadap dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tak disiplin. Ini tak lepas dari serentetan kasus makanan tak layak hingga keracunan massal pada program makan bergizi gratis (MBG).

Selain di Sleman dan beberapa daerah lain, baru-baru ini temuan makanan tak layak konsumsi juga menimpa program MBG di Kota Batu. Bahkan 2 sekolah memutuskan menghentikan sementara distribusi MBG tersebut sebelum ada evaluasi tegas.

Menurut Khamim, jika ada kasus keracunan atau makanan tak layak konsumsi, sudah pasti itu adalah ketidakseriusan dan kelalaian dari petugas dapur SPPG sendiri.

“Kalau sampai ada yang keracunan, berarti yang bermasalah dapur SPPG-nya,” kata Khamim, Minggu (28/9/2025).

Politisi PDI Perjuangan tersebut mendorong pemerintah atau Badan Gizi Nasional (BGN) untuk merumuskan dan memberlakukan sanksi tegas atas tindakan indisipliner tersebut.

“Harus dipertanyakan itu kok bisa sampai ada yang lolos makanan basi, piring ompreng kotor. Harusnya di dapur SPPG kan sudah ada mekanisme pengawasannya,” tegas dia.

Khamim menerangkan bahwa pemerintah sudah seharusnya menjamin keamanan pangan program MBG dengan cara memastikan setiap penyedia makanan memenuhi standar keamanan pangan. Termasuk sertifikasi resmi agar mutu gizi dan higienitas terjamin.

Dia juga mendorong keterlibatan puskesmas, tenaga gizi, dan petugas kesehatan lingkungan dalam pengawasan distribusi makanan MBG di sekolah-sekolah. Termasuk menanggung biaya pengobatan jika kemungkinan buruk terjadi keracunan.

“Jika terjadi kasus keracunan, jadi tanggung jawab pemerintah. Saya mendorong harus ada jaminan keamanan dengan menanggung biaya pengobatan, bukan orangtua atau sekolah,” ujarnya.

Khamim berharap program MBG di Kota Batu bisa berjalan dengan baik sehingga penerima manfaat betul-betul merasakan dampak positif dari program ini bagi generasi emas 2045.

“Program ini sebenarnya niatnya baik, tapi juga jangan sampai salah kelola. Pastikan program ini benar-benar menjamin kualitas gizi anak-anak dan itu adalah tanggung jawab pemerintah,” tutup Khamim. (ull/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Pemkot Surabaya Siapkan Perwali Perlindungan PRT, Soroti Penampungan dan Denda yang Memberatkan

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyiapkan Peraturan Wali Kota (Perwali) tentang Perlindungan Pekerja ...
KRONIK

Said Abdullah Gelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan Bersama Pemuda dan Mahasiswa Sumenep

SUMENEP – Pemahaman terhadap Empat Pilar Kebangsaan dinilai perlu terus diperkuat di kalangan generasi muda, ...
SEMENTARA ITU...

Novita Hardini: Krisis Air Bersih Butuh Kehadiran Negara dan Kekuatan Masyarakat

TRENGGALEK – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI Novita Hardini menegaskan, penanganan krisis air bersih ...
KRONIK

RUN IDI RUN Sumenep Sukses Sedot Perhatian Ribuan Peserta, Bupati Fauzi Ajak Warga Rutin Berolahraga

SUMENEP – Lebih dari 1.000 peserta memenuhi Stadion Ahmad Yani Sumenep dalam kegiatan RUN IDI RUN yang digelar ...
LEGISLATIF

Guntur Wahono Dorong Gen Z Perkuat Ilmu dan Kepedulian untuk Indonesia Emas

BLITAR – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur Guntur Wahono menegaskan, generasi muda harus menyiapkan ...
KRONIK

Banyuwangi Luncurkan Bapenda Online 24 Jam, Permudah Layanan Pajak

BANYUWANGI – Mempermudah layanan administrasi perpajakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi meluncurkan ...