Rabu
22 Juli 2026 | 5 : 32

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Jumlah Orang Gila di Jatim Meningkat Gegara Judol, Perlu Penanganan Bersama Pemprov hingga Pemdes

IMG-20250731-WA0051_copy_1040x693

BALI — Jumlah Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Jawa Timur terus meningkat belakangan ini. Diperlukan penanganan bersama dari tingkat desa hingga provinsi.

Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Hari Yulianto, mengungkapkan, dalam dua tahun terakhir terjadi lonjakan drastis ODGJ. Terutama di wilayah perkotaan dan pinggiran industri seperti Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik.

“Ini fenomena luar biasa yang perlu perhatian serius. Kenaikannya signifikan. Sering kali, masyarakat justru mendorong ODGJ untuk dipinggirkan.”

“Padahal ini persoalan sosial dan kesehatan yang bisa ditangani dengan baik jika dilakukan secara sistematis,” ungkap Hari Yulianto di sela Bimtek di Bali, Kamis (31/7/2025).

Berdasarkan data lapangan dan pengaduan masyarakat yang diterima Komisi E, Hari menyebutkan bahwa salah satu penyebab utama yang memicu gangguan kejiwaan saat ini adalah judi online.

Kasus ini makin membesar karena belum tertangani secara komprehensif oleh berbagai pemangku kebijakan.

“Bulan Juni kemarin, Polda Jatim bahkan mengungkap satu sel dengan 32 pelaku judi online,” sebutnya.

“Di Dinas Sosial memang ada perhatian, tapi kemampuan anggaran dan sumber daya manusianya terbatas. Penanganan ODGJ memerlukan intervensi medis, perawatan khusus, dan tentu saja dukungan sosial serta keluarga. Tidak cukup hanya dibawa ke panti,” lanjutnya.

Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim ini menekankan bahwa meskipun pemerintah telah berupaya memblokir akses judi online melalui sistem Kominfo, namun peredaran aplikasi dan website ilegal masih terus berlangsung.

Oleh karena itu, ia mendorong agar pendekatan sosialisasi dan penyadaran masyarakat juga dilakukan secara masi. Tidak hanya mengandalkan pemblokiran sistem digital semata.

Lebih lanjut, Hari juga menyoroti masih terbatasnya kapasitas pelayanan kesehatan jiwa di fasilitas milik pemerintah. Ia menyebut bahwa saat ini banyak rumah sakit jiwa kewalahan, sementara Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan provinsi maupun kabupaten belum memiliki koordinasi terpadu untuk menindaklanjuti kasus ODGJ di komunitas.

Untuk itu, Hari Yulianto mendorong agar penanganan ODGJ tidak hanya diserahkan kepada rumah sakit atau dinas, tetapi harus dilakukan melalui koordinasi lintas sektor hingga tingkat desa.

Ia mengusulkan agar dana desa dan APBD kabupaten/kota bisa dialokasikan untuk membantu proses rehabilitasi dan perawatan ODGJ secara lokal.

“Langkah paling rasional saat ini adalah memperkuat koordinasi antar level pemerintahan. Desa harus bersedia dan mampu menangani ODGJ dengan dukungan kabupaten. Provinsi bertugas mendorong kebijakan dan penganggaran agar gerakan ini merata dan terukur,” pungkasnya.(yols/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

SEMENTARA ITU...

Syaifuddin Zuhri Dorong Turnamen Usia Dini Digelar Rutin untuk Cetak Pesepak Bola Berkualitas

SURABAYA – Ketua DPRD Surabaya Syaifuddin Zuhri mendorong turnamen sepak bola usia dini digelar secara rutin ...
KABAR CABANG

DPC Bojonegoro Gandeng Praktisi, Latih Petani Bikin Pupuk Organik Murah Meriah

BOJONEGORO – Upaya menjaga ketahanan pangan dan merespons tingginya harga pupuk kimia terus dilakukan di daerah. ...
KRONIK

Sambut Bulan Kemerdekaan, Bupati Lukman Pimpin ASN Percantik Kota Bangkalan

BANGKALAN – Menyambut Bulan Kemerdekaan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan menggerakkan aparatur sipil negara ...
EKSEKUTIF

Pemkab Ngawi Siapkan Regulasi Mengemudi Sepeda Motor bagi Anak Usia 17 Tahun Ke Bawah

NGAWI – Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono mengaku prihatin atas meningkatnya kasus kecelakaan lalu lintas yang ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito Tinjau Lahan Calon Hotel Haji Pertama di Indonesia Dekat Bandara Dhoho

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana meninjau lahan calon hotel haji pertama di Indonesia di dekat Bandara ...
LEGISLATIF

Asmadi Minta UMKM Dilibatkan dalam Revitalisasi GOR Ganesha, Pedagang Lama Harus Diprioritaskan

BATU – Ketua Komisi B DPRD Kota Batu, Asmadi, meminta Pemerintah Kota Batu melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, ...