Rabu
13 Mei 2026 | 6 : 31

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Siswa SMP Belum Lancar Baca-Tulis, Puan: Kebijakan Pendidikan Harus Pastikan Anak Pahami Pelajaran

pdip-jatim-250721-PM

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani menyoroti temuan Komisi X DPR RI soal siswa sekolah menengah pertama (SMP) di sejumlah daerah yang belum mampu membaca dan menulis dengan lancar.

Karena itu, dia mendesak agar sistem pendidikan nasional berorientasi pada kualitas pemahaman siswa, bukan semata capaian angka.

“Jika anak-anak naik kelas tanpa kemampuan membaca yang cukup, kita berisiko membangun masa depan di atas fondasi yang belum memadai,” kata Puan dalam keterangan tertulisnya, dikutip Senin (21/7/2025).

Ketua DPP PDI Perjuangan itu menuturkan, kemampuan literasi dasar adalah kunci dalam membangun sumber daya manusia unggul untuk menyongsong Indonesia Emas 2045.

Menurut Puan, kebijakan pendidikan tidak boleh hanya fokus pada nilai dan pelaporan statistik, tetapi harus memastikan setiap anak benar-benar memahami pelajaran yang diberikan.

“Pendidikan harus lebih dari sekadar angka. Kita perlu sistem yang tidak hanya mengukur capaian, tetapi juga memastikan kualitas pemahaman siswa,” jelas dia.

Mantan Menko PMK ini berharap, adanya sistem pemantauan literasi dan numerasi yang lebih aktif dengan melibatkan guru, orang tua, dan komunitas sekolah.

Puan juga menyerukan agar misi pendidikan dijadikan bagian dari arah pembangunan nasional. Pendidikan dasar, katanya, harus menjadi prioritas dalam peta pembangunan sumber daya manusia Indonesia.

“Misi pendidikan harus terintegrasi dengan arah pembangunan nasional, memastikan bahwa kualitas pendidikan dasar tidak lagi menjadi titik lemah,” jelas Puan.

Karenanya, lanjut dia, DPR akan terus menjalankan fungsi pengawasan dan legislasi guna mendorong reformasi sistem pendidikan nasional agar lebih adil dan adaptif.

“Tidak boleh ada lagi anak Indonesia yang tertinggal dalam hal kemampuan dasar. Setiap potensi anak harus diberi ruang untuk tumbuh maksimal dalam ekosistem pendidikan yang berkualitas,” tutupnya.

Sebelumnya, fenomena lemahnya kemampuan baca-tulis siswa menjadi sorotan dalam rapat Komisi X DPR RI bersama Mendikdasmen Abdul Mu’ti baru-baru ini.

Komisi X DPR mengungkap adanya siswa kelas 1 dan 2 SMP di Serang, Banten, yang belum bisa membaca dan menulis. Bahkan, masih ada siswa di Kota Serang yang kesulitan menulis kata “Indonesia Raya”.

Temuan serupa juga terjadi di Buleleng, Bali. Dari 34.062 siswa, sebanyak 155 siswa dinyatakan tidak bisa membaca (kategori TBM), sementara 208 siswa termasuk kategori tidak lancar membaca (TLM). (red)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Pedagang Pasar Mangu Kerap Kirim Video Atap Bocor ke Dinas, Yang Datang Anggota Dewan

MAGETAN – Keluhan pedagang Pasar Mangu Takeran atas kerusakan fasilitas kerap disampaikan kepada pihak pengelola ...
EKSEKUTIF

Rijanto Tegaskan Komitmen Jaga Toleransi Jelang Perayaan Waisak di Blitar

Rijanto menegaskan komitmen menjaga toleransi dan kerukunan antarumat beragama jelang perayaan Waisak di Kabupaten ...
KRONIK

Program Banyuwangi Hijau Layani 23.410 Rumah Tangga, Kelola Sampah Secara Sirkular

BANYUWANGI – Program Banyuwangi Hijau yang mengelola sampah secara sirkular terus mendapatkan animo positif dari ...
LEGISLATIF

Eri Irawan Inisiasi “Sekolah Sampah”, Dorong Warga Surabaya Mulai Pilah Sampah dari Rumah

Eri Irawan menginisiasi “Sekolah Sampah” untuk mendorong warga Surabaya memilah dan mengelola sampah dari rumah. ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi: Pemimpin Bukan Dinilai dari Penghargaan, Tapi Dampaknya bagi Rakyat

Eri Cahyadi menegaskan pemimpin sejati tidak diukur dari penghargaan, tetapi dampaknya terhadap kesejahteraan ...
KRONIK

Sensus Ekonomi 2026, Bupati Fauzi Ajak Masyarakat Memberikan Data yang Benar dan Jujur

SUMENEP – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menyambut baik Sensus Ekonomi 2026 yang dilaksanakan oleh Badan ...