Rabu
29 Juli 2026 | 9 : 08

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Harkopnas, Said Abdullah: Saatnya Koperasi Bangkit Jadi Motor Utama Ekonomi Rakyat

pdip-jatim-241229-mhsa-buya-said

SURABAYA — Ketua Dewan Pengawas Dekopin (Dewan Koperasi Indonesia), MH Said Abdullah, menyerukan kebangkitan kembali semangat gotong royong dalam gerakan koperasi nasional.

Dalam momentum Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) yang diperingati setiap 12 Juli, dia menegaskan bahwa koperasi bukan semata instrumen ekonomi, tapi merupakan gerakan sosial dan pendidikan rakyat yang berakar kuat dalam sejarah bangsa Indonesia.

“Sejak awal, koperasi hadir bukan sekadar wadah ekonomi, tapi juga sebagai gerakan sosial dan pendidikan rakyat,” ungkap Said Abdullah, Senin (14/7/2025).

Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI itu mengingatkan kembali pada ajaran Bung Hatta, Bapak Koperasi Indonesia, yang menempatkan koperasi sebagai wujud nyata dari ekonomi Pancasila.

Dalam kerangka pemikiran Hatta, sebut Said, koperasi adalah milik rakyat, dibangun atas dasar kesetaraan, demokrasi ekonomi, dan semangat gotong royong untuk kesejahteraan bersama.

“Dr. Mohammad Hatta, Bapak Koperasi Indonesia, menanamkan nilai bahwa koperasi adalah usaha milik rakyat dengan semangat kesetaraan, sarana pendidikan dan pengembangan diri, pilar pembangunan ekonomi inklusif, serta wujud nyata ekonomi Pancasila: gotong royong, demokratis, dan untuk kesejahteraan bersama,” bebernya.

Lebih lanjut, Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur itu juga menyoroti berbagai tantangan yang masih menghambat kemajuan koperasi di Indonesia.

Salah satunya adalah minimnya kontribusi koperasi terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional, yang saat ini masih berada di bawah 1 persen. Angka ini jauh tertinggal dibandingkan dengan negara-negara lain yang telah menjadikan koperasi sebagai pilar utama ekonomi nasional.

Selain itu, Said menyoroti dominasi koperasi dalam sektor usaha simpan pinjam yang belum diimbangi oleh keragaman sektor lain, seperti koperasi produksi, konsumsi, maupun jasa.

Hal ini membuat ruang gerak koperasi menjadi sempit dan belum mampu menjawab kebutuhan ekonomi rakyat secara komprehensif. “Dominasi usaha simpan pinjam belum diimbangi keragaman sektor,” tambahnya.

Tantangan lainnya yang tak kalah serius, sebut Said, adalah citra koperasi yang kerap tercoreng oleh sejumlah kasus penyalahgunaan manajemen dan pengelolaan yang tidak transparan di masa lalu.

Reputasi yang tercoreng ini, jelasnya, berdampak pada menurunnya kepercayaan publik terhadap koperasi sebagai lembaga ekonomi rakyat yang amanah dan profesional.

“Citra koperasi masih tercoreng oleh kasus-kasus masa lalu,” papar dia.

“Saatnya kita bangkitkan semangat gotong royong! Jadikan koperasi sebagai motor utama ekonomi rakyat—mandiri, profesional, dan dipercaya publik,” pungkas Said. (yols/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

SEMENTARA ITU...

Doding Rahmadi: Trenggalek Student League Jadi Kawah Candradimuka Lahirkan Pesepak Bola Muda

Ketua KONI Trenggalek Doding Rahmadi berharap Trenggalek Student League 2026 menjadi ajang lahirnya pesepak bola ...
LEGISLATIF

Untari Dorong Koperasi Wanita Bertransformasi Jadi Pusat Pengembangan Usaha Modern

Anggota DPRD Jatim Sri Untari Bisowarno mendorong koperasi wanita bertransformasi menjadi pusat pengembangan usaha ...
LEGISLATIF

DPRD Jember Belum Bahas Persetujuan Pinjaman Daerah Akibat Defisit Rp987 Miliar

JEMBER – Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Jember, Candra Ary Fianto, menyatakan Tim Anggaran Pemerintah Daerah ...
KABAR CABANG

PDI Perjuangan Kabupaten Madiun Genjot Konsolidasi hingga Desa Hadapi Pemilu 2029

MADIUN – Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Madiun Fery Sudarsono mempercepat konsolidasi organisasi hingga tingkat ...
KABAR CABANG

Kukuhkan Pengurus Ranting, Doding Rahmadi Ingatkan Kader PDIP Jangan Lupakan Sejarah

TRENGGALEK – Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Trenggalek, Doding Rahmadi, mengingatkan kader partai agar ...
LEGISLATIF

DPRD Magetan Beri Catatan Pertanggungjawaban APBD 2025, SiLPA Tinggi PAD Belum Optimal

MAGETAN – DPRD Kabupaten Magetan menggelar Rapat Paripurna dengan agenda Pengambilan Keputusan terhadap Rancangan ...