NGAWI – Harga kebutuhan pokok di Kabupaten Ngawi mulai mengalami kenaikan. Kondisi ini cukup memberatkan masyarakat, terutama kalangan berpenghasilan rendah. Untuk menekan gejolak harga, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ngawi menggelar pasar murah pada Selasa (1/7/2025).
Sebanyak 20 stan berdiri di sepanjang Jalan Serong Timur Alun-alun Merdeka Ngawi. Stan-stan tersebut menjual beragam kebutuhan pokok, mulai dari beras, minyak goreng, cabai, bawang, hingga produk sayur-mayur dan hasil UMKM.
Kegiatan pasar murah ini disambut antusias warga. Sejak pagi, ratusan masyarakat memadati lokasi untuk mendapatkan sembako dengan harga terjangkau.
Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono, secara langsung membuka pasar murah tersebut. Ia juga meninjau stan satu per satu, berinteraksi dengan pedagang dan pembeli, serta memastikan harga jual telah sesuai dengan yang ditetapkan.
“Pasar murah ini sebagai strategi untuk menekan harga pangan yang dalam beberapa waktu terakhir mulai mengalami kenaikan, khususnya harga beras,” ujar Bupati Ony.
Bupati Ony menjelaskan bahwa meskipun harga beras naik, pasokan di pasaran masih melimpah. Kenaikan harga ini, menurutnya, terjadi karena kebijakan nasional terkait Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah yang saat ini mencapai Rp6.500 per kilogram.
“Kenaikan HPP ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan petani, sebagaimana arahan Presiden Prabowo Subianto,” ujarnya.

Ia menambahkan, kondisi saat ini masih dalam batas wajar karena meskipun harga naik, ketersediaan beras tetap terjaga. Intervensi pun lebih mudah dilakukan jika stok di pasar masih tersedia.
“Yang perlu diwaspadai adalah jika harga naik tapi stok kosong. Sekarang harga memang naik, tapi stoknya aman dan cukup,” tegas Bupati Kader PDI Perjuangan Kabupaten Ngawi itu.
Pasar murah ini menawarkan harga kebutuhan pokok yang lebih rendah dibanding harga pasar. Di antaranya: Beras kualitas medium: Rp62.000 per 5 kg (pasar: Rp65.000), Cabai rawit merah: Rp56.000/kg, Bawang merah: Rp38.000/kg, telur ayam: Rp24.000/kg, dan Minyak goreng: Rp16.000/liter
Rata-rata harga sembako di pasar murah lebih murah Rp2.000 hingga Rp5.000 dibanding harga di pasar tradisional. Dengan adanya pasar murah ini, Pemkab Ngawi berharap dapat meringankan beban masyarakat sekaligus menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di daerah. (and/hs)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS













