Sabtu
03 Oktober 2026 | 3 : 17

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Harga Telur Anjlok, Plt Ketua DPRD Magetan Desak Pemkab, Minta Dapur MBG Borong dari Peternak Lokal

IMG-20260515-WA0019_copy_720x480
Plt Ketua DPRD Magetan, Suyatno bersama anak-anak yatim piatu dari Yayasan Al Hikmah, Desa Banjarejo, Kecamatan Panekan, Jumat (15/5/2026).

MAGETAN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Magetan mendesak pemerintah kabupaten (Pemkab) setempat untuk segera mengambil langkah konkret mengatasi anjloknya harga telur ayam di tingkat peternak.

​Salah satu solusi taktis yang didorong adalah mewajibkan seluruh pengelola dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Magetan untuk memborong telur langsung dari peternak lokal.

​Plt. Ketua DPRD Magetan, Suyatno, menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak boleh menutup mata dan menyerahkan sepenuhnya nasib para peternak kepada mekanisme pasar bebas.

Saat ini, peternak lokal tengah terhimpit oleh harga jual telur yang merosot tajam. sementara biaya produksi, terutama harga pakan, terus melambung tinggi.

​”Pemerintah daerah harus melakukan intervensi nyata untuk mengangkat harga telur. Caranya adalah dengan meningkatkan permintaan (demand) dari peternak lokal. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang ada saat ini seharusnya bisa menjadi instrumen intervensi tersebut,” ujar Suyatno.

​Menurut Suyatno, hingga kini belum terlihat adanya langkah serius dari Pemkab Magetan dalam merancang regulasi penyerapan komoditas lokal. Akibatnya, banyak peternak mandiri yang kesulitan menjual hasil produksinya.

​Sentilan Lewat Aksi Borong Telur

​Ia menyebut aksi ini sebagai contoh sederhana bagaimana sebuah kebijakan seharusnya bekerja untuk saling meringankan beban masyarakat.

​”Kita sama-sama berbuat untuk meringankan masyarakat, baik pengusaha (peternak) maupun warga yang membutuhkan. Lewat langkah ini, peternak terbantu karena telurnya terserap, dan gizi anak-anak yatim serta duafa juga terpenuhi,” kata Suyatno.

​Dapur MBG Jadi Kunci Penyelamat
​DPRD Magetan menilai, jika Pemkab mengeluarkan kebijakan tegas yang mewajibkan seluruh dapur penyedia Makan Bergizi Gratis menggunakan telur lokal.

​”Program MBG ini serapannya besar. Jika dapur-dapur MBG diwajibkan memborong telur dari peternak Magetan, harga di tingkat peternak pasti akan stabil dan terangkat kembali. Ini yang kami sebut intervensi nyata, bukan sekadar membiarkan peternak berjuang sendiri,” pungkas Suyatno.(rud/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Cegah Kebakaran, Diana Sasa Dorong Pemkab Buat Satu Data Terpadu

MAGETAN — Satu data yang terpadu terkait bencana kebakaran menjadi salah satu faktor dalam upaya pencegahan. Hal ...
KABAR CABANG

Tujuh Hari Wafat Guruh, Ratusan Warga dan Kader PDIP Bangkalan Gelar Doa Bersama

BANGKALAN – Ratusan kader PDI Perjuangan dan masyarakat Kabupaten Bangkalan berkumpul untuk menggelar doa bersama ...
KABAR CABANG

DPC Magetan Lantik Pengurus Ranting dari 4 Kecamatan

​MAGETAN – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Magetan terus memperkuat konsolidasi organisasi ...
KRONIK

Buka Turnamen Mini Soccer, Bupati Fauzi Sebut Usia Dini Jadi Fondasi Penting Karakter Pemain

SUMENEP- Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menegaskan bahwa pembinaan sepak bola tidak boleh berhenti pada ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP Minta Biro BUMD-BLUD Jatim Harus Dongkrak Dividen dan PAD

SURABAYA – Pembentukan Biro Pengelolaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Jawa ...
KRONIK

Terima DPRD Kota Mojokerto, Ketua DPRD Sumenep Tegaskan Pentingnya Transparansi Anggaran

SUMENEP – Penguatan transparansi anggaran dan pengawasan pembangunan menjadi fokus utama dalam pertemuan antara ...