Rabu
12 Agustus 2026 | 9 : 27

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Sedekah Bumi di Desa Dayurejo, Kearifan Lokal Hingga Cerita Bung Karno Bermeditasi di Batu Kursi

IMG-20250630-WA0012_copy_592x416

KABUPATEN PASURUAN – Gegap gempita warga Desa Dayurejo Kecamatan Prigen Kabupaten Pasuruan dalam acara sedekah bumi, Minggu (29/6/2025).

Berbagai acara digelar sebagai bentuk syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil bumi dan kemakmuran desa. Mulai dari karnaval menampilkan berbagai atraksi seni, menyuguhkan tumpeng dari masing-masing dusun hingga doa bersama.

Untuk kesenian seperti pagelaran Reog Ponorogo, seni tari, hingga atraksi buday. Juga pawai ancak atau tumpeng berisi hasil bumi dan makanan yang kemudian diperebutkan oleh warga.

Ada 32 Ancak yang dipersebembahkan dan akan diperebutkan oleh warga. semua ancak merupakan persembahan  dari warga di enam dusun yang ada di Desa Dayurejo, diantaranya Dusun Dayu, Dusun Lebaksari, Dusun Gutean, Dusun Klata’an, Dusun Talunongko, dan Dusun Gamoh.

Ancak di arak dan diberangkatkan dari setiap dusun masing-masing, dengan di iringi musik drumband dan petasan untuk meramaikan acara pengarakan.

Tradisi turun temurun ini dilaksanakan setiap dua tahun sekali, tepat di bulan Ruwah (penanggalan Jawa) yang bertepatan dengan bulan Sya’ban dalam kalender Hijriah.

Heru Veri Nur Cahya, Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Pasuruan, mengapresiasi antusiasme warga dalam melestarikan tradisi sedekah bumi.

“Ini harus terus dilestarikan karena selain menumbuhkan kebersamaan, juga memperkuat identitas budaya daerah,” ujar Heru Veri.

Batu Kursi
Di Desa Dayurejo, tepatnya Dusun Talunongko, terdapat destinasi yang tersohor, yakni pertapan Indrokilo.

Melansir perhutani.co.id, kawasan pertapaan Indrokilo begitu luas. Ada banyak situs bersejarah di sana. Mulai puluhan arca hingga tatanan batu andesit berbentuk candi yang tersebar di 11 lokasi yang terpisah.

Di antaranya, Candi Celeng Srenggi, Dewi Suprobowati, Satrio Panggung atau Aruman, Mbah Warok, dan Candi Laras.

Selain deretan candi, di sana terdapat sebuah batu kursi. Disebut begitu karena bentuknya menyerupai kursi yang menghadap matahari terbit.

“Bahkan, menurut keterangan warga, batu kursi itu sering ditempati Soekarno (Bung Karno), proklamator kemerdekaan sekaligus presiden pertama RI, untuk menimba ilmu serta bermeditasi,” tulis perhutani.co.id (dfr/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Mas Dhito Tegaskan Bullying Tak Boleh Dibiarkan, Masa Depan Kediri di Tangan Anak Muda

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menegaskan bullying dan pergaulan bebas harus dicegah di kalangan pelajar. ...
KRONIK

Drama Tujuh Gol, Banteng Kalbar Taklukkan Maluku 4-3 di Soekarno Cup 2026

SURABAYA – Tim Banteng Kalimantan Barat (Kalbar) berhasil mengamankan tiga poin perdana setelah memenangi laga ...
SEMENTARA ITU...

Wabup Lamongan Lepas 38 Anggota Pramuka ke Jambore Nasional 2026

LAMONGAN – Wakil Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Wakamabicab) Gerakan Pramuka Lamongan sekaligus Wakil Bupati ...
EKSEKUTIF

Mas Ipin Turun ke Pesisir Munjungan, Tegaskan Pemkab Trenggalek Hadir dan Serap Aspirasi Warga

TRENGGALEK – Bupati Trenggalek M. Nur Arifin menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk tetap hadir di tengah ...
LEGISLATIF

Kanang Serahkan Tiga Unit Combine Harvester untuk Poktan di Ngawi

NGAWI – Kabupaten Ngawi dikenal sebagai salah satu daerah lumbung padi nasional. Di tingkat Jawa Timur, Ngawi juga ...
UMKM

Polikultur Rumput Laut dan Bandeng di Pangkahkulon Gresik Dilirik DPRD, Kades Sebut Air Tambak Jernih seperti Akuarium

GRESIK — Inovasi budidaya rumput laut yang dipadukan dengan ikan bandeng dan udang (polikultur) di Desa ...