Selasa
05 Mei 2026 | 10 : 55

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Diteaterkan, Kunjungan Soekarno ke Makam Imam Al-Bukhari yang Awali Persahabatan 2 Negara

pdip jatim 250628 tablo teater BK 1

SURABAYA – DPP PDI Perjuangan Bidang Pariwisata dan Kebudayaan berkolaborasi dengan Yayasan Taut Seni menggelar tablo teater dan musik bertajuk “Imam Al-Bukhari Et Sukarno”, di Balai Budaya Surabaya, Jumat (27/6/2025) malam.

Pertunjukan tersebut dihadiri anggota DPR RI Puti Guntur Soekarno yang merupakan cucu dari Bung Karno. Hadir pula sejumlah pengurus pusat PDI Perjuangan, seperti Wiryanti Sukamdani, Tri Rismaharini, dan Ribka Tjiptaning.

Juga pengurus DPD PDIP Jatim, DPC, dan kepala daerah kader Banteng seperti Mochamad Nur Arifin, Eri Cahyadi, Armuji, dan lainnya.

Teater tablo dan musik tersebut menggambarkan perjalanan presiden pertama Indonesia Soekarno, saat mengunjungi Uzbekistan di tahun 1956. Saat itu Uzbekistan masih bagian dari Uni Soviet.

Imam Al-Bukhari merupakan ahli hadis asal Uzbekistan yang terkenal dengan kecerdasannya sejak usia remaja. Salah satu kitab hadisnya yang terkenal adalah Shahih Bukhari, di mana kitab tersebut disusunnya selama 16 tahun.

Walau kehidupan Imam Al-Bukhari dan Soekarno terpaut lebih dari seribu tahun lamanya, kisah keduanya mampu menciptakan persahabatan RI dengan Uni Soviet (Rusia), dan kini ditampilkan melalui pertunjukan seni teater.

Pertunjukan ini mengangkat kembali kisah diplomasi penting Presiden Soekarno saat melakukan kunjungan kenegaraan ke Uzbekistan pada era 1950-an, tepatnya ke makam Imam Bukhari di Samarkand.

Kunjungan tersebut tidak hanya mempererat hubungan Indonesia dengan dunia Islam, tapi juga menegaskan posisi politik luar negeri Indonesia di tengah ketegangan Perang Dingin, usai pertemuan bersejarah Konferensi Asia-Afrika 1955 di Bandung.

Penampilan teater dibuka dengan penampilan tiga sosok berpakaian serba putih yang membawa lilin besar dengan latar belakang suasana galaksi.

Adegan tersebut menggambarkan kisah Muhammad bin Ismail al-Bukhari, yang dianggap mengalami mukjizat dari Allah SWT. Dimana walaupun mengalami kekurangan dalam hal penglihatan, akhirnya dapat sembuh dan menjadi tokoh yang mampu menghafal lebih dari 15.000 hadis.

Selanjutnya adegan dilanjutkan dengan munculnya Soekarno beserta rombongan yang dilanjutkan suara Soekarno membacakan proklamasi.

Uni Soviet yang saat itu dipimpin oleh Nikita Khrushchev mengirimkan surat kenegaraan terhadap Soekarno. Undangan tersebut juga merupakan bentuk ajakan politik agar Indonesia bergabung dengan Blok Timur.

Akan tetapi Bung Karno mengatakan bahwa dirinya akan berkunjung ke Uni Soviet apabila makam Imam Al-Bukhari ditemukan.

Hingga akhirnya pada surat ketiga dari pemerintah Uni Soviet menyampaikan bahwa telah menemukan makam tersebut di Samarkand, Uzbekistan.

Mengetahui hal tersebut, Bung Karno mengatur kunjungannya ke Uni Soviet, khususnya Samarkand pada 4-6 September 1956. Pada kunjungan tersebut dia didampingi sejumlah pejabat kepercayaannya dan menaiki kereta dari Tashkent menuju Samarkand.

Kehadiran Soekarno di Uzbekistan disambut hangat dan pada saat tersebut ia pun menghadiahkan seekor kuda keturunan Karabayir bernama “Teman”.

Pada kunjungan di Samarkand, Soekarno disambut meriah oleh para pemuka agama serta warga. Akhirnya Soekarno pun mengunjungi makam Imam Al-Bukhari, dan saat itu Soekarno dipercaya melakukan percakapan imajiner dengan Al-Bukhari terkait persatuan bangsa.

Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Pariwisata, Wiryanti Sukamdani, menjelaskan kunjungan Bung Karno berperan penting dalam menemukan makam Imam Al-Bukhari. Menurutnya, hal ini memiliki dampak besar bagi Uzbekistan, khususnya bagi Samarkand yang kini dikenal sebagai destinasi wisata religi yang berdampak bagi perekonomian kota tersebut.

“Malam ini melalui panggung teater musik kita tidak sekedar mengenang, tetapi juga merayakan makna terdalam dari persahabatan antara bangsa, kekuatan spiritualitas, dan warisan diplomasi kebudayaan,” jelas Wiryanti.

Bung Karno juga membuktikan dengan diplomasi yang bermatabat dapat menciptakan suatu persahabatan sebuah bangsa dan juga membawa dampak religius kebudayaan bagi para umat, khususnya warisan Islam dengan dengan ditemukannya makam Imam Al-Bukhari.

“Bung Karno menunjukkan bahwa nilai-nilai keislaman yang beliau pegang erat menjadi landasan dalam membangun diplomasi yang bermatabat. Beliau tidak hanya memperjuangkan kemerdekaan warisan sendiri, tapi juga kehormatan umat, termasuk mendorong negara adidaya saat itu untuk menghormati warisan islam,” pungkasnya. (gio/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

DPRD Jember Soroti Pergeseran Anggaran Dinkes, Transparansi Jadi Kunci

DPRD Jember soroti pergeseran anggaran Dinas Kesehatan, dorong transparansi dan akuntabilitas pengelolaan APBD. ...
KRONIK

Sampaikan Belasungkawa, Kanang Takziah ke Rumah Duka Korban Kecelakaan Kereta Bekasi

NGAWI – Anggota Komisi VI DPR RI, Ir. Budi Sulistyono atau Kanang, menyampaikan belasungkawa dengan bertakziah ke ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Buka Hotline “Lapor Cak Eri”, Warga Bisa Adukan Masalah Langsung via WhatsApp

Eri Cahyadi buka hotline “Lapor Cak Eri” via WhatsApp untuk aduan warga, guna mempercepat layanan dan evaluasi ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP Soroti Ketimpangan Kinerja BUMD, Bank Jatim Dominasi Kontribusi PAD

Fraksi PDIP DPRD Jatim soroti ketimpangan kinerja BUMD, Bank Jatim dominasi kontribusi dividen hingga 86 persen. ...
EKSEKUTIF

Antisipasi Kekeringan, Rijanto Cek Stok Bulog hingga Produksi Pangan di Blitar

Rijanto cek stok Bulog dan produksi pangan sebagai langkah kesiapsiagaan Blitar menghadapi potensi musim ...
LEGISLATIF

Dewanti Dorong Penambahan Rute Trans Jatim Gajayana Jangkau Kawasan Kampus

Dewanti Rumpoko dorong penambahan rute Trans Jatim Gajayana di Malang Raya untuk menjangkau kawasan kampus dan ...