Kamis
08 Oktober 2026 | 1 : 47

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Wali Kota Eri Instruksikan Sanksi Berat Atas Kasus Kekerasan Saat Lomba Futsal

pdip-jatim-250429-EC

SURABAYA – Wali Kota Eri Cahyadi menginstruksikan Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya untuk memberikan pendampingan kepada korban, serta memastikan sanksi berat bagi guru atau pelatih yang melakukan aksi kekerasan saat kompetisi futsal.

“Saya sudah instruksikan Dispendik dan Inspektorat Kota Surabaya untuk menjadikan kasus ini atensi khusus. Akan diberi sanksi terberat. Dan juga sudah ada laporan ke polisi,” kata Eri Cahyadi, Selasa (29/4/2025).

Aksi kekerasan tersebut berawal dari event tahunan kompetisi futsal yang digelar SMP Labschool Unesa 1 diikuti oleh SD/MI di Kota Surabaya.

Pada laga semifinal yang mempertemukan MI Al Hidayah dengan SDN Simolawang, dalam rekaman video yang tersebar di sosial media tersebut memperlihatkan para pemain MI Al Hidayah tengah melakukan selebrasi kemenangan ke hadapan para penonton.

Tapi, tiba-tiba pelatih SDN Simolawang menarik serta membanting pemain bernomor punggung 19 hingga mengalami keretakan tulang ekor.

Atensi khusus yang diberikan Pemkot Surabaya, kata Eri, merupakan hal yang harus dilakukan. Sebab sepatutnya para guru merupakan garda terdepan dalam mendidik serta membentuk karakter anak yang merupakan masa depan bangsa.

Dia juga menegaskan bahwa dirinya tidak menoleransi segala bentuk kekerasan di dalam dunia pendidikan di Kota Pahlawan.

“Ini soal keselamatan anak-anak kita, melindungi mereka dari ancaman bahaya di sekitarnya. Pelaku harus diberikan sanksi berat. Guru seharusnya digugu dan ditiru. Terima kasih kepada semua guru di Surabaya yang telah berkinerja baik. Yang melanggar ya harus disanksi,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Surabaya Yusuf Masruh menyampaikan bahwa pihaknya langsung turun mendampingi para korban serta telah memberikan sanksi tegas kepada oknum guru SDN Simolawang.

“Guru tersebut tidak boleh mengajar sampai proses pemeriksaan selesai dan sanksi ditetapkan. Hari ini, guru tersebut juga kembali kami panggil. Hasil pemeriksaan akan ditindaklanjuti Inspektorat. Orang tua siswa sudah membuat laporan di Polrestabes Surabaya,” jelas Yusuf. (gio/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

SEMENTARA ITU...

Hadiri Peringatan HUT Ke-81 TNI di Lumajang, Agus Wicaksono Sampaikan TNI Kuat Bersama Rakyat

LUMAJANG – Suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan menyelimuti peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara ...
LEGISLATIF

29 Ribu Rutilahu Mengantre, Eri Irawan Minta Verifikasi Lapangan Diperketat

SURABAYA – Sekitar 29 ribu usulan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) masih mengantre untuk mendapatkan penanganan di ...
KRONIK

Belum Tunjukkan Tahapan Konkret, DPRD Jember Pertanyaan Proyek PLTSa Pakusari

JEMBER – Rencana pembangunan pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) di tempat pembuangan akhir (TPA) Pakusari, ...
MILANGKORI

Doding Rahmadi: Pendidikan Agama Jadi Benteng Hadapi Hoaks dan Perubahan Zaman

TRENGGALEK – Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek Doding Rahmadi mengingatkan pentingnya pendidikan agama sebagai salah ...
LEGISLATIF

Novita Minta Calon Dewas RRI Perhatikan Nasib Kontributor, Honorer, dan PPPK

JAKARTA – Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini meminta calon Dewan Pengawas (Dewas) Lembaga Penyiaran Publik ...
KRONIK

Gandeng BSI, Bupati Ipuk Perkuat Upaya Pengentasan Kemiskinan

BANYUWANGI – Upaya pengentasan kemiskinan di Banyuwangi terus diperkuat melalui kolaborasi banyak pihak. Kali ini, ...