Jumat
14 Agustus 2026 | 4 : 52

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Serahkan SK CPNS dan PPPK, Bupati Fauzi: Harus Bekerja Profesional dan Penuh Integritas

PDIP-Jatim-Bupati-Fauzi-21042025

SUMENEP – Sebanyak 244 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) formasi tahun anggaran 2024 di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan dari Bupati Sumenep, Senin (21/4/2025).

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menyerahkan langsung SK dalam sebuah upacara resmi di halaman Kantor Bupati. Para CPNS dan PPPK yang menerima SK tersebut terdiri atas tenaga teknis, guru dan tenaga kesehatan.

“Dengan status resmi ini, saya harap seluruh CPNS dan PPPK menunjukkan dedikasi, etos kerja dan profesionalisme tinggi sesuai dengan bidang dan tanggung jawab masing-masing,” ujar Fauzi.

Fauzi mengingatkan, pengangkatan sebagai aparatur pemerintah bukanlah akhir dari proses, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Para pegawai diimbau untuk tidak bersikap santai atau lalai, namun bekerja maksimal melayani masyarakat.

“Disiplin dan kontribusi nyata adalah kunci dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. Jadi, meskipun masih berstatus CPNS atau PPPK, semangat kerja harus tetap tinggi,” jelas Ketua DPC PDI Perjuangan Sumenep itu.

Menurut Fauzi, kehadiran CPNS dan PPPK merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Ia mendorong aparatur sipil negara (ASN) terus berinovasi demi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Sumenep, Arif Firmanto, menjelaskan bahwa proses pemberkasan dilakukan sejak 23 Januari hingga 21 Februari 2025.

“Hasil verifikasi dokumen secara online menyatakan sebanyak 244 orang dinyatakan lulus dan memenuhi syarat untuk mendapatkan penetapan Nomor Induk Pegawai (NIP) dan Nomor Induk PPPK dari BKN,” ujar Arif.

Dari total tersebut, sebanyak 207 orang merupakan PPPK, yang terdiri atas 107 tenaga teknis, 99 tenaga guru, dan satu tenaga kesehatan. Sementara 37 lainnya merupakan CPNS.

Ia juga menekankan pentingnya integritas moral bagi ASN dan non-ASN, sebagai bentuk tanggung jawab pribadi, sosial, hukum dan kemasyarakatan.

“Etika dan akhlak adalah fondasi dalam bekerja. Pegawai pemerintah harus mampu menjaga diri dari perilaku yang merugikan institusi maupun masyarakat,” tandasnya. (hzm/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

HEADLINE

Krisis Air Bersih meluas di Bojonegoro, Abidin Fikri Kembali Kirim Bantuan

BOJONEGORO – Dampak kemarau panjang yang diperparah fenomena El Nino mulai memicu krisis air bersih di sejumlah ...
HEADLINE

Banteng Jatim FC Tahan Banteng Kalbar, 25 Talenta Muda Terus Ditempa di Soekarno Cup

Banteng Jatim FC menahan imbang Banteng Kalbar di laga kedua Soekarno Cup 2026. Tim ini membawa 25 talenta terbaik ...
LEGISLATIF

Ririk Dorong Potensi Munjungan Dikembangkan, dari Wisata hingga Perikanan

TRENGGALEK – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Trenggalek, Ririk Wahyumawati, mendorong potensi ...
KRONIK

Ketua DPRD Sumenep Sambut Audiensi Mahasiswa Terkait Usulan Regulasi LGBT

SUMENEP – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Spear of Justice menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Dewan ...
KRONIK

Lumpia Ipung dan Riuh Soekarno Cup: Empat Dekade Mengais Rezeki di Gelora 10 November

SURABAYA – Peluit pertandingan belum lama berbunyi. Suara suporter bersahutan. Para pemain muda berlari mengejar ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito Ingatkan Anak Muda Kediri Dampak Bullying dan Pernikahan Dini

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana kembali mengingatkan dampak bullying dan dispensasi pernikahan dini serta ...