Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana kembali mengingatkan dampak bullying dan dispensasi pernikahan dini serta pentingnya peran orang tua dalam mengawasi anak.
KEDIRI – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana kembali mengingatkan generasi muda mengenai dampak bullying dan dispensasi pernikahan dini. Menurutnya, persoalan tersebut tidak cukup ditangani pemerintah daerah, tetapi membutuhkan keterlibatan orang tua dalam melakukan pengawasan dan pendampingan anak.
Pesan tersebut disampaikan Mas Dhito, sapaan akrab Hanindhito, saat mengukuhkan 75 Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Kediri di Pendopo Panjalu Jayati, Kamis (13/8/2026).
“Untuk mengatasi persoalan ini, tidak bisa hanya pemerintah kabupaten, tapi juga peran serta orang tua,” kata Mas Dhito.
Ia mengatakan bullying dan pernikahan dini merupakan persoalan yang perlu menjadi perhatian bersama karena dapat memberikan dampak panjang terhadap perkembangan dan masa depan anak.
Mas Dhito pun meminta para Paskibraka yang merupakan anak-anak terpilih dari berbagai sekolah untuk menjadi contoh dalam menjalankan kegiatan positif dan produktif di lingkungan masing-masing.
Menurutnya, status sebagai Paskibraka membawa tanggung jawab lebih untuk memberikan pengaruh baik kepada teman sebaya maupun generasi di bawahnya.
Selain itu, Mas Dhito berpesan agar para Paskibraka terus menjaga dan menularkan nilai-nilai Pancasila kepada lingkungan sekitar.
“Harus terus mewarisi ideologi Pancasila, dan mewariskan ke adik-adiknya,” ujar bupati muda yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kediri itu.

Mas Dhito menilai pembentukan karakter generasi muda tidak bisa hanya mengandalkan pendidikan formal. Lingkungan keluarga dan pergaulan juga memiliki peran penting dalam membentuk sikap serta menentukan arah masa depan anak.
Karena itu, ia meminta orang tua tidak melepas pengawasan terhadap anak, termasuk dalam menghadapi berbagai persoalan sosial yang berkembang di kalangan remaja.
Sebanyak 75 Paskibraka yang dikukuhkan tersebut merupakan bagian dari 77 peserta yang lolos seleksi setelah sebelumnya mengikuti rangkaian seleksi ketat. Dari sekitar 900 calon Paskibraka yang mendaftar, mereka disaring mulai tahap administrasi hingga Pantukhir.
Dua Paskibraka lainnya akan mengikuti pemusatan latihan di tingkat Provinsi Jawa Timur.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Kediri Yuli Marwantoko mengatakan para Paskibraka selanjutnya masih menjalani latihan hingga H-1 pelaksanaan upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
“Yang dua harus berangkat ke provinsi untuk mengikuti pemusatan tingkat provinsi,” terang Yuli.
Latihan akan dilanjutkan melalui geladi kotor dan geladi bersih untuk memantapkan formasi sebelum bertugas pada upacara 17 Agustus di Lapangan Canda Bhirawa, Pare.
Tahun ini, formasi upacara juga mengalami perubahan dengan menyesuaikan standar Istana Negara. Posisi tiang bendera yang sebelumnya berada sedikit di tepi lapangan akan ditempatkan di tengah lapangan upacara.
“Akan kita lanjutkan sampai hari Minggu untuk geladi kotor dan bersih,” pungkas Yuli. (putera/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS












